Ortu Siswa Sempat Palang SD Inpres Kalibobo

NABIRE – Jumat (7/2) lalu, sejumlah orang tua (Ortu) murid melakukan aksi pemalangan kantor Kepala SD Inpres Kalibobo. Orang tua murid minta ada pertemuan antara komite, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan. Sebelum melakukan aksi, orang tua murid menilai sekitar 3 bulan terhadap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang ada di SD Inpres Kalibobo Nabire.


Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire yang diwakili Pengawas SD/MI, Siti Qomariah, S.Pd langsung turun dan memimpin rapat yang didampingi Kepala SD Inpres Kalibobo, Keliopas Mandobar dan Ketua Komite SD Inpres Kalibobo, Miryam Mnsen.
Dalam pertemuan itu, Kepala SD Inpres Kalibobo, menyampaikan sangat berterima kasih karena adanya kasus pemalangan ini. Agar ada bahan evaluasi ke dalam bagi pihak sekolah dan di SD Kalibobo tidak ada perbedaan antara guru honor dan guru PNS. Karena dulu absen di meja untuk guru paraf, tetapi sekarang absen kehadiran guru di tangan kepala sekolah.
Dan SD Inpres Kalibobo pada tanggal 13 Januari 2014 lalu baru dikunjungi pengawas. Namun pada tanggal 7 Februari 2014 (belum satu bulan) ada masalah dan datang seorang pengawas yang turun untuk menengahi permasalahan pemalangan yang dilakukan oleh orang tua murid. Akibat orang tua menilai KBM berjalan kurang efektif.
Sementara itu, Siti Qomariah selaku pengawas mengatakan, tugas pengawas hanya memantau, membimbing dan mengevaluasi. Terlihat KBM tidak berjalan maksimal, sehingga kepala sekolah diharapkan harus terbuka kepada guru dan komite. Serta ada rapat evaluasi yang digelar setiap tiga bulan sekali bersama komite.
Selaku pengawas mencatat, di SD Inpres Kalibobo ada 7 orang guru yang kurang efektif melaksanakan tugas. Dan terlihat di SD Kalibobo juga banyak guru honor. Dengan demikian, kepala sekolah harus mengakomodir semua kebutuhan guru yang ada. Karena di SD Kalibobo kini jumlah murid sebanyak 541 orang yang terbanyak juga di Nabire.
Sementara itu, Ketua Komite Miryam Mnsen juga menambahkan, telah ada pertemuan pada tanggal 12 November 2013. Rencana pada bulan Februari ini ada pertemuan lagi antara para guru dan komite. Karena kita semua tidak ingin anak-anak menjadi korban, sehingga diharapkan guru yang bertugas di SD Kalibobo harus datang melaksanakan tugas.
“Dengan adanya permasalahan ini marilah kita sama–sama saling membenahi diri masing-masing baik itu guru maupun pengurus komite bersama orang tua murid. Karena selaku ketua komite yang sering kunjungi sekolah ini, sering terlihat banyak anak-anak yang hanya bermain–main di halaman tanpa belajar,” tuturnya.
Lanjutnya, pokok permasalahan yang membuat pada hari ini kita duduk bersama di sekolah ini, karena guru tak melaksanakan tugas secara efektif seperti yang kita harapkan semua maupun orang tua. Akhirnya membuat orang tua murid melakukan pemalangan kantor kepala sekolah dan ini sebagai bahan evaluasi bersama.
Sementara itu, salah seorang guru olah raga, Ody Mnsen mengatakan, rapat ini sangat perlu dilakukan untuk merubah sistim yang mungkin saja selama ini dinilai kurang efektif berjalan. Manajemen perlu juga dirobah dan setiap awal dan akhir semester dilakukan rapat evaluasi serta dinas pun diharapkan data guru di sekolah-sekolah.
Palang yang dilakukan oleh orang tua murid agar para guru bisa melakukan introspeksi diri. Karena guru di SD Kalibobo cukup banyak, sehingga kedepan dirinya mengajak kerja sama antara guru, kepala sekolah dan orang tua murid.
Selain itu orang tua murid, Alberth Weyai, S.Sos yang melakukan pemalangan mengatakan, dirinya melakukan pemalangan karena terhitung dari bulan Oktober hingga saat ini KBM tidak maksimal berjalan. Dengan harapan, jika ada masalah antara guru dan kepala sekolah janganlah anak-anak yang menjadi korban. (des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2