65 DOB Akan Diselesaikan Sebelum Masa Tugas Komisi II DPR Berakhir

NABIRE - Pada tanggal 3 Februari 2014 lalu, Tim Pamekaran Provinsi Papua Tengah diundang dalam rapat jajak pendapat atau rapat kerja  antara Komisi II DPR RI dan Kementrian Dalam Negeri. Dalam pertemuan itu, Komisi II DPR RI menyampaikan hasil Rancangan Undang-undang (RUU) 65 Daerah Otonom Baru (DOB) setelah menerima Amanat Presiden (Ampres).


Disampaikan Anggota Komisi II DPR RI Agung Gunanjar dalam rapat tersebut,  bahwa Komisi II DPR RI   akan menyelesaikan 65 DOB sebelum masa tugasnya berakhir.
Hal demikian dikemukakan Ketua Realisasi dan Reaktivitasi Provinsi Papua Tengah, Norberthus Mote, SE., M.Si., Senin (10/2) kemarin.
Dan itu diminta kepada Mendagri untuk memverifikasi lalu menyampaikan argumentasi berkaitan dengan kesiapan-kesiapan dalam rangka penetapan DOB tersebut.
“Kami dari Tim Realisasi dan Reaktivitasi Provinsi Papua Tengah memberikan apresiasi atas hasil dari pertemuan itu, karena biasanya dalam rapat seperti itu, pihak Kemendagri menolak atau menerima dengan catatan, namun dalam rapat di Komisi II DPR RI kemarin,  dari Kemendagri tidak ada penolakan atau menerima dengancatatan tetapi langsung menerima dan akan mempersiapkan 65 DOB yang didalamnya adalah Provinsi Papua Tengah, hanya saja Kemendagri meminta terkait kelengkapan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 harus dilengkapi, dan DOB yang telah memenuhi persayaratan tersebut siap untuk dimekarkan,” terangnya.
Dijelaskan Norbet Mote, dalam rapat itu Mendagri meminta agar 65 DOD mempersiapkan dan melengkapi persyaratan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor : 78 tahun 2007.
Terkait kelengkapan itu, Ketua Tim Norberthus Mote menyatakan bahwa permintaan kelengkapan persyaratan itu diminta kepada DOB yang belum lengkap, sementara untuk Provinsi Papua Tengah sendiri kelengkapan sesuai PP 78 sudah lama dipenuhi.
Diungkapkan Norbet Mote, dijadwalkan Mendagri akan mengumumkan DOB mana yang telah siap.
“Secara Tim kami dari Papua Tengah sudah bertemu langsung dengan Komisi II DPR RI dan Komisi II DPR RI sudah menyatakan bahwa Papua Tengah sudah sangat layak dan siap dimekarkan,” jelasnya.
“Dan Kementerian Dalam Negeri juga sudah menyatakan bahwa Papua Tengah sudah tidak ada masalah, artinya telah siap dimekarkan hanya masalah waktu,” tandasnya.
Saat disinggung apakah realisasi akan terbentur dengan adanya 2 agenda nasional yakni Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden, Norberthus Mote mengatakan bahwa Komisi II DPR RI telah berjanji mereka akan terus bekerja disela-sela kesibukan yang lain.
“Bukan hanya agenda nasional yakni Pemilu baik Legislatif maupun Presiden tetapi ada sejumlah RUU yang harus mereka selesaikan dan Komisi II telah berjanji disela-sela kesibukannya akan terus bekerja guna menyelesaikan pamekaran DOB,” ungkapnya.
Sementara itu dijadwalkan sebelum tanggal 25 Februari ini, Dewan Pertimbangan Otonom Baru (DPOB) sudah harus turun di Nabire guna mengecek kesiapan-kesiapan.
Namun, sebelum itu, Tim Pamekaran Provinsi Papua Tengah juga harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan DPOB kapan saatnya turun di Nabire.
Untuk itu, kata Norbet Mote, diperlukan dukungan dari semua pihak agar  rencana DPOB datang ke Nabire berjalan lancar, utamanya dalam dukungan bentuk dana/pembiayaan.
“DPOB datang di Nabire itu kan perlu difasilitasi dan itu perlu dana, sementara kalau bicara masalah dana kita juga butuh dukungan dari semua pihak utamanya para pemimpin daerah di Wilayah Papua Tengah,” ungkapnya. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2