Efektifkan Kerja, Optimalkan Waktu, KPU Nabire Gelar Rapat Internal

NABIRE - Sepulang dari Jakarta dalam rangka koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, salah satunya melakukan validasi data terakhir, KPU Nabire menggelar rapat internal yang diikuti oleh 5 anggotanya dan seluruh staf.


Rapat tersebut dalam rangka mengefektifkan kinerja dan mengoptimalkan sisa waktu menjelang hari pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif 9 April 2014.
Dikatakan Ketua KPU Nabire, Petrus Rumere, mengingat waktu yang sudah sangat dekat dan sempit, KPU Nabire harus bekerja dan bergerak cepat agar waktu yang ada benar-benar dapat dioptimalkan dan kinerja KPU menjadi efektif.
Dalam rapat itu juga dibahas pembagian tugas anggota KPU dan staf. Diantaranya adalah rencana pemberian pembekalan bagi anggota relawan demokrasi, dimana materi untuk itu akan disiapkan oleh anggota KPU, Yusuf Kobepa, SH.
Disamping pemberian bekal bagi relawan demokrasi, KPU Nabire dalam minggu ini dijadwalkan akan melakukan sosialisasi di distrik-ditrik, kampus dan sekolah-sekolah.
Sejauh ini baru 3 distrik yang telah menerima sosialisasi dari KPU Nabire.  Sedangkan yang belum ada 9 distrik yang tersebar dipesisir, pegunungan dan kepulauan, diantaranya Distrik Napan, Teluk Umar, Moora, Dipa dan Menou.
Untuk sosialisasi ke distrik-distrik tugas diberikan kepada anggota KPU Nabire, Oktovianus Takimai.  Sedangkan untuk sosialisasi di sekolah-sekolah dan kampus diserahkan pengaturannya diberikan kepada anggota KPU lainnya, Agus Salim, S.Ag.
Dikatakan Ketua KPU, efektivitas dan optimalisasi yang dilakukan KPU Nabire itu juga sebagaimana diminta oleh KPU Pusat agar KPU kabupaten bekerja dengan cepat. Disamping selalu berkoordinasi, baik di internal KPU maupun dengan KPU diatasnya.
Petrus Rumere menilai bahwa sosialisasi disamping merupakan tahapan dari pelaksanaan Pemilu juga mempunyai nilai penting utamanya bagi daerah-daerah di pedalaman, pesisisir dan kepulauan begitupula dengan daerah perbatasan mengingat masih banyak masyarakat yang belum mengerti tata cara pencoblosan.
Disamping itu, di daerah-daerah seprti itu masih banyak masyarakat yang belum bisa membaca sehingga mereka akan mengalami kendala dalam melakukan pencoblosan.
“Sosialisasi ini sangat penting, utamanya bagi masyarakat di pedalaman, pesisir, kepulauan dan perbatasan, mengingat mereka masih banyak yang tidak bisa membaca sementara surat tata cara pencoblosan dan suara sekarang berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Bila dalam Pemilu sebelumnya surat suara memakai gambar dan nama Caleg, untuk Pemilu 9 April 2014 ini hanya nama Caleg dan tidak memakai gambar,” tuturnya.
Ungkapnya, dalam sosialisasi nanti, kita akan meminta kepada PPD untuk selanjutnya disampaikan kepada PPS dan seterusnya kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman bagainana tata cara mencoblos.
“Dan kami dari KPU Nabire juga meminta kepada pengurus parpol dan Caleg untuk memberikan pemahamanan kepada masayarakat/konsituen bagaimanan tata cara pencoblosan yang besar. Dalam Pemilu sebelumnya cara menentukan pilihan dengan mencontreng, dalam Pemilu sekarang dengan cara mencoblos, dulu tpakai gambar sekarang tidak,” terangnya. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2