Ramuan Pohon Ara Herbal Diklaim Sembuhkan HIV/AIDS

NABIRE – Ramuan Pohon Ara Herbal diklaim sebagai ramuan yang bisa menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Tak hanya itu, ramuan ini juga diklaim bisa menyembuhkan berbagai penyakit mematikan lainnya. 

 

Hal ini seperti dikemukakan Yulianus Mikan, yang sudah sejak tahun 2008 memberikan pelayanan terhadap masyarakat di Papua. Hasil kerjanya dalam kurun waktu beberapa tahun sudah terbukti. Dirinya mengklaim penurunan perkembangan penyakit HIV/AIDS di Merauke juga salah satu bukti khasiat pelayanan yang dilakukan dengan ramuan tersebut.

Rabu (12/2) kemarin, dirinya menggelar ibadah syukur di belakang Kantor PLN Nabire. Sesaat setelah ibadah syukur, kepada media ini Yulianus Mikan, mengatakan, pelayanan dengan menggunakan ramuan ini sudah dilakukannya sejak tahun 2008. Kata Yulianus, ramuan ini diberikan oleh Tuhan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

“Sudah banyak yang saya layani di Papua dan sudah terbukti. Contoh kasus di Merauke, pada tahun 2008 ke bawah angka HIV/AIDS tinggi. Bulan September 2008 sampai 2010 saya fokus di Merauke dan hasilnya bisa kita lihat sekarang, angka menurun drastis. Di tahun 2013 dan 2014 ini saya fokus di Nabire dengan sasaran 3 kabupaten di atas. Dari tahun lalu sampai tahun ini hasinya bagus semua.  Saya hitung yang penyakit umum sudah mendekati 2000-an, kalau HIV/AIDS saya hitung yang malu datang dan hanya titip-titip ambil ramuan sudah mencapai 700-an. Yang meninggal bisa dihitung dengan jari mereka yang kondisinya sudah kritis.  Kemarin kita sudah syukuran di Deiyai dan hari ini kita syukuran di Nabire,” papar Yulianus kepada media ini.

Dirinya berkomitmen untuk wilayah Mee dan Teluk Saireri untuk tahun 2014 ini akan dilayani. Di daerah ini, kata Yulianus, antusiasme masyarakat begitu besar. 

“Saya rasa berhasil karena semua masyarakat di daerah atas 3 kabupaten sudah tahu semua. Dan sekarang mereka sedang cari uang, ketika ada uang mereka akan beli ramuan. Karena mereka lihat teman mereka yang sakit betul-betul sembuh,” tuturnya. 

Ditegaskannya, berbicara soal HIV/AIDS kita tidak perlu bicara banyak diatas kertas. Tetapi mari kita turun membuat tindakan nyata di lapangan.

Dituturkan Yulianus Mikan, ramuan ini bukan seperti ramuan modern lainnya. Tapi ramuan ini mengandung kuasa mujisat Tuhan yang mana hanya bisa diobati oleh orang-orang yang dipakai Tuhan secara langsung.

“Awalnya saya gunakan ramuan itu untuk sembuhkan diri saya sendiri, keluarga saya dan keluar kepada orang lain. Pertama di Boven Digoel, Merauke, dan saya sempat ke Biak dan Nabire karena permintaannya banyak setelah itu saya ke Wamena dan Tolikara,” tuturnya.

Visi dalam pelayanan ini ialah dengan kasih, karena ini merupakan visi Tuhan yang dijalankan, dan pihaknya sebagai alatnya saja.

“Tuhan menyampaikan kepada kami bahwa ini sudah saatnya kami sampaikan secara terbuka ke publik, supaya banyak orang mengetahuinya untuk datang berobat. Kesembuhan itu datang pertama dari hubungan pribadi pasien dengan Tuhan, dan berikutnya dukungan keluarganya kepada sesamanya,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk proses penyembuhan terhadap pasien HIV/AIDS, jika pasien baru HIV itu hanya membutuhkan waktu 1 bulan untuk kesembuhan secara total. Tapi pasien sudah status AIDS, itu membutuhkan waktu 1 bulan lebih. Pasien AIDS bisa sembuh total apabila ada dukungan penuh dari keluarganya, mulai dari perhatian, makan, minum dan dukungan moril lainnya.

“Pasien AIDS itu kondisi daya tahan tubuhnya sudah sangat lemah, jadi kalau pola makan tidak bagus, lalu dikucilkan dari keluarganya maka jelas kesembuhan tidak bisa terjadi. Ada 559 kasus penderita yang sudah kami sembuhkan sampai dengan 20 Mei 2013, didalamnya da ODHA sebanyak 20 orang yang sudah meninggal karena tidak ada dukungan keluarga. Ingat bahwa kesembuhan itu seutuhnya milik Tuhan,” tuturnya.

Ditegaskannya, jika ada orang-orang yang beranggapan miring terhadap apa yang dilakukan pihaknya itu, dirinya mau menyatakan, Tuhan memberikan hikmah kepada orang-orang yang sederhana dan rendah hati. Jadi hendaknya semua pihak mari bergandengan tangan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

“Target kami ialah melayani semua wilayah Papua, hanya saja kami keterbatasan dana, dan umunya kami layani itu sesama kita yang ekonomi lemah,” bebernya.

 

Ramuan Penyembuh HIV/AIDS

 

Obat HIV/AIDS yang selama ini dicari dan diteliti oleh pakar kesehatan di seluruh dunia nampaknya tidak bisa ditemukan. Namun hanya hikmah dan anugera Tuhan yang diberikan kepada orang-orang yang dipakai Tuhan untuk melaksanakan karya ke Agungan-Nya di dunia, dimana melalui hamba-Nya Agustinus Yepasedanya dan Yulianus Mikan mampu memberikan ramuan penyembuhan HIV/AIDS dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Penemu ramuan HIV/AIDS dan penyakit kronis lainnya, Agustinus Yepasedanya mengatakan pada tahun 2003 dirinya mengalami sakit berat. Kemudian melalui Wahyu Tuhan, dirinya disembuhkan lewat ramuan yang ditunjukkan kepada dirinya. Selanjutnya Tuhan menyuruhnya untuk menyembuhkan orang lain yang menderita HIV/Aids, kanker dan penyakit kronis lainnya dengan ramuan yang diberi nama “Pohon Ara Herbal”.

Secara manusia mustahil kita tidak bisa sembuhkan penyakit, tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. “Tuhan bilang sama saya bahwa buatlah ramuan yang ditulis dalam kitab Wahyu 22 : 1 -12 yang mengatakan bahwa pohon-pohon yang berbuah dalam setahun yang satu bulan satu kali,” ungkapnya dalam keterangan persnya kepada wartawan di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Ia mengklaim dirinya dipakai Tuhan secara langsung dan Tuhan mengamanatkan kepada dirinya agar dengan ramuan ini dapat membantu sesamanya. Karena Tuhan mengasihi umat ciptaan-Nya. Akhirnya sejak saat itu mulai melayani orang lain dengan ramuan itu mulai dari penderita HIV/AIDS sampai penyakit kronis lainnya.

Mengingat wilayah Papua yang luas, dirinya berdoa meminta kepada Tuhan untuk memberikan satu orang untuk bersama dirinya dalam melayani pengobatan kepada mereka yang menderita sakit. Pada tahun 2008 Tuhan mengirim Yulianus Mikan bertemu dengan dirinya, dan disini dilakukan pembagian tugas. Ia melayani wilayah pesisir Papua, dan Papua bagian utara, sedangkan Yulianus Mikan melayani Papua bagian tengah dan Papua bagian selatan. (ros)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2