25 Februari, Komisi II Bahas Pengesahan RUU 65 DOB

NABIRE - Mulai 25 Februari 2014, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) akan membahas pengesahan Rancanagan Undang-undang (RUU) 65 Daerah Otonom Baru (DOB) yang telah disetujui oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 27 Desember 2013 melalui Ampres.

 

Dari 65 DOB yang akan dibahasisi II DPR RI untuk pengesahan,  33 ada di Papua dan Papua Barat dan didalamnya Provinsi Papua Tengah.

Hal itu diungkapkan Deklalator Provinsi Papua Tengah, Drs. AP. Youw, Rabu (12/2) di kediamannya.

Dikatakan AP Youw, rencana pembahasan pengesahan RUU 65 DOB itu terungkap dalam rapat kerja Komisi II DPR RI dengan Kementrian Dalam Negeri tanggal 3 Februari lalu.

“Pada tanggal 3 Februari Komisi II DPR RI telah mengadakan pertemuan dengan Kementrian Dalam Negeri yang juga dihadiri oleh Tim Pamekaran, termasuk Tim Pamekaran Provinsi Papua Tengah.Dalam pertemuan itu membahas  kegiatan Kmisi II dalam rangka pengesahan 65 RUU Daerah Otonom Baru yang sudah disetujui oleh Presiden Republik Indonesia tanggal 27 Desember 2013,” terangnya.

“Jadwal yang ditetapkan pada rapat tanggal 3 Februari itu adalah Tim Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) turun kedaerah-daerah untuk meninjau calon daearh-daerah otonom baru, dan mulai tanggal 25 Februari akan dibahas 65 RUU DOB khususnya 33 RUU DOB Papua dan Papua Barat, dimana didalamnya terdapat 3  (tiga) provinsi yakni Provinsi Papua Barat Daya, Papua Selatan dan Provinsi Papua Tengah,” tambahnya.

Dikemukakan AP Youw, setelah melalui pembahasan pengesahan, maka pada tanggal 6 Maret 2014 akan dilaksanakan Sidang Paripurna untuk menetapkan 65 DOB yang lolos verifikasi.

Sementara itu Tim DPOD akan turun sebelum tanggal 25 Februari kedaerah-daerah calon daerah otonom baru, bahkan hasil komunikasi Drs.AP.Youw dengan Kemendagri, bahwa Tim DPOD sudah turun kekabupaten-kabupaten, sedangkan untuk turun ke provinsi-provinsi calon DOB masih menunggu rapat.

“Saya sudah menghubungi salah satu Dirjen di Kemendagri, dan menginformasikan bahwa Tim DPOD sudah turun kebaupate/kota, sedangkan untuk provinsi kapan Tim DPOD turun tanggapan dari Kemendagri akan diadakan rapat terlebih dahulu baru akan diinformasikan,” tuturnya.

Sementara itu, untuk mempersiapkan dalam rangka menerima Tim DPOD. Deklalator Pamekaran Provinsi Papua Tengah yang juga Mantan Bupati Nabire dua kali periode meminta agar Pemerintah Daerah sudah semustinya dapat menunjang Tim Pamekaran Provinsi Papua Tengah guna mempersiapkan acara pertemuan dengan Tim DPOD.

Ungkap AP Youw, Tim Pamekaran sudah melaporkan hasil pertemuan dengan Komisi II DPR RI tanggal 3 FEbruari, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda mendukung kegiatan penerimaan Tim DPOD dari Pemerintah Daerah.

“Tim Pamekaran telah menyampaikan kepada 10 (sepuluh) Bupati se-Wilayah Papua Tengah sesuai PP Nomor 78 ayat (1) yang mengatur pembebanan dana daerah otonom baru pada APBD kabupaten masing-masing, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari 10 Bupati, sehingga Tim Pamekaran berada dalam persimpangan jalan mau menghubungi siapa,” paparnya.

“Padahal semua orang tahu bahwa letak ibukota Provinsi Papua Tengah menjadi rebutan antara Nabire, Biak dan Timika.Tim Pamekaran pertanyakan kita hendak taruh dimana ibukota Provinsi Papua Tengah, tolong sampaikan kepada masyarakat Papua Tengah dimana layaknya ibukota Provinsi Papua Tengah,” pungkasnya. (iing elsa)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2