Relawan Demokrasi, Tingkatkan Partisipasi dan Kualitas Pemilih

NABIRE - Program Relawan Demokrasi (Relasi) adalah gerakan sosial yang dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilih. Program itu melibatkan peran serta masyarakat yang seluas-luasnya dimana mereka ditempatkan sebagai pelopor (pioneer) demokrasi bagi komunitasnya.

 

Demikian disampaikan Anggota KPU Nabire, Agus Salim, S.Ag., dalam kegiatan pelatihan dan pembekalan bagi Relawan Demokrasi Pemilu DPR, DPD, DPRP dan DPRD Kabupaten/Kota, Kamis (12/2) kemarin.

“Relawan Demokrasi menjadi mitra KPU dalam menjalankan agenda sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis kabupaten/kota. Bentuk serta peran masyarakat ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran tinggi serta tanggung jawab penuh masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu secara optimal,” jelasnya.

Menurutnya, program Relawan Demokrasi dilator belakangi oleh partisipasi pemilih yang cenderung menurun. Tiga Pemilu nasional terakhir dan pelaksanaan Pemilukada di berbagai daerah menunjukkan indikasi itu.

“Pada Pemilu nasional misalnya, yaitu Pemilu 1999 (92 %), Pemilu 2004 (84 %) dan Pemilu 2009 (71 %) menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam upaya mewujudkan kesuksesan Pemilu 2014. Banyak faktor yang menjadi tingkat partisipasi mengalami tren penurunan, diantaranya jenuh dengan frekwensi penyelenggaraan Pemilu yang tinggi, ketidakpuasan atas kinerja system politik yang tidak memberikan kualitas hidup, adanya paham keagamaan anti demokrasi dan melemahnya kesadarn masyarakat tentang pentingnya Pemilu sebagai instrument transformasi soial,” paparnya.

Lanjutnya, Relawan Demokrasi muncul juga dilatarbelakangi oleh inflasi kualitas memilih. Tanpa mengabaikan apresiasi kepada pemilih yang menggunakan hak pilihnya secara cerdas, sebagaian pemilih terjebak dalam pragmatism. Tidak semua datang ke TPS atas idealism tertentu tetapi ada yang didasarkan pada kalkulasi untung dan rugi yang sifatnya material, seperti mendapatkan uang dan barang-barang kebutuhan sehari-hari.

“Pragmatisme pemilih ini sebagaian disumbang oleh tingkat literasi politik yang relative rendah, melemahnya kesukarelaan masyarakat (Voluntarisme) dalam agenda pencerdasan demokrasi dan masifnya politik tuna ide dari kontestan Pemilu,” katanya.

“Pemilu 2014 musti menjadi titik balik persoalan partisipasi pemilih yang sebelumnya ada. Angka partisipasi memilih harus meningkat dan inflasi kualitas memilih harus dipulihkan bahwasanya memilih adalah tindakan politik yang mulia. KPU bersama komponen lainnya memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan titik balik itu terwujud,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, program Relawan Demokrasi yang digagas KPU melibatkan kelompok masyarakat yang berasal dari 5 segmen pemilih strategis yaitu pemilih pemula, kelompok agama, kelompok perempuan, penyandang disailitas dan kelompok pinggiran. Pelopor-pelopor demokrasi akan dibentuk disetiap segmen yang kemudian menjadi penyuluh pada setiap komunitasnya.

Segmentasi itu dilakukan dengan kesadaran bahwa tidak semua komunitas mampu dijangkau oleh program KPU. Selain itu segmentasi itu adalah strategis baik dari sisi kuantitas maupun pengaruhnya dalam dinamika social politik berbangsa dan bernegara.

Ujarnya, program Relawan Demokrasi diharapkan mampu menunmbuhkan kesadaran positif terhadap pentingnya Pemilu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pada akhirnya Relawan Demokrasi ini dapat menggerakan masyarakat tempat mereka berada, agar mau menggunakan hak pilihnya dengan bijaksana serta penuh tanggung jawab, sehingga pertisipasi pemilih dan kualitas Pemilu 2014 lebih baik dibandingkan Pemilu sebelumnya,” ungkapnya.

Sementara tujuan dari program relawan Demokrasi untuk meningkatkan kualitas proses Pemilu, meningkatkan partisipasi pemilih, meningkatkan kepercayaan public terhadap proses demokrasi dan membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalam agenda Pemilu dan demokratisasi. (iing elsa)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2