Relawan Demokrasi Dapat Pembekalan KPU Nabire

NABIRE - Sebanyak 29 anggota Relawan Demokrasi mendapat pembekalan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire, Kamis (13/2) di ruang rapat Kantor KPU Nabire.

 

Dalam sambutanya, Ketua Pojka, Yusuf Kobepa, SH., mewakili Ketua KPU Nabire, Petrus Rumere, S.Sos mengatakan tujuan pembekalan untuk mempersiapkan Relawan Demokrasi untuk menyampaikan terkait Pemilu khususnya dalam pemahaman tentang Pemilu kepada masyarakat pemilih untuk tercapainya Pemilihan Umum Legislatif 9 April 2014 yang baik dan berkualitas.

Dalam pelaksanaan tugasnya nanti, Relawan Demokrasi diberikan tugas tentang bagaimana menyampaikan tentang kepemiluan kepada masyarakat yang tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memberikan hak suaranya di TPS pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang.

“Kita juga diberikan tugas untuk menyampaikan dan memberikan informasi kepada pemilih untuk menentukan hak pilihnya kepada pemimpin atau wakil rakyat yang  berkulitas, karena pembangunan lima tahun kedepan akan ditentukan dengan pilihan itu,” ungkapnya.

“Penetapan sebagai Relawan Demokrasi tentu diiringi dengan hak dan kewajiban. Hal sebagai anggota Relawan Demokrasi akan ditunjang dengan honor dan biaya lainnya. Kewajibannya adalah menjalankan tugas. Hak dan kewajiban harus sejalan. Relawan Demokrasi akan bekerja selama dua bulan namun haknya akan dihitung empat bulan,” tuturnya.

Dikatakan Yusuf Kobepa, penyampaian kepada masyarakat untuk datang ke TPS guna mencoblos juga akan dilakukan oleh KPU, Panwas, Pemerintah Daerah bahkan partai politik.

“Saudara-saudara ini yang akan langsung menjangkau/datang kepemilihnya untuk menyampaikan dan mengajak masyarakat pemilih. Kalau kita hanya mengumpulkan mengadakan sosialisasi di distrik-distrik, sekolah-sekolah, kampus, organisasi masyarakat,” katanya.

Ditegaskan Yusuf Kobepa, output dari pekerjaan ini adalah bangkitkan kesadaran untuk memilih.

“Dan itu yang paling penting, disini ada beberapa kelompok komponen strategis yang perlu didatangi/temui seperti kelompok perempuan, kelompok pemilih pemula, komunitas pinggiran. Dan itu akan kita bagi untuk kelompok-kelompok itu,” ungkapnnya. (iing elsa)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2