Barongsai Semarakkan Peringatan Imlek

NABIRE – Tanggal 16 Februari 2014 lalu, masyarakat besar Tiong Hoa di Kabupaten Nabire merayakan Imlek di Aula Kasih Tabernakel. Kegiatan dihadiri tokoh–tokoh pengusaha dari Nabire. Hiburan barongsai turut menyemarakkan peringatan Imlek.

 

Atraksi barongsai sekitar jam satu diperagakan atraksinya di depan Aula Kasih Tabernakel. Acara tersebut ditonton seluruh masyarakat Tiong Hoa, tamu undangan serta masyarakat yang berdomisili di Jalan Kusuma Bangsa. Tak ketinggalan pengunjung–pengunjung yang dari jarak jauh mendatangi lingkungan Aula Kasih Tabernakel untuk menyaksikan hiburan atraksi tersebut.

Sekretaris panitia Tiong Hoa, Isak Montolalu sebagai MC membaca seluruh kegiatan secara berurutan. Acara ini sangat meriah diawali dengan sejarah masyarakat Tiong Hoa khususnya cerita leluhur dimana masyarakat Tiong Hoa secara turun temurun sudah kawin mengawin dengan berbagai macam suku bangsa dan bahasa. Dan sekarang masyarakat Tiong Hoa yang ada di Kota Nabire sudah banyak yang keturunan Papua,

Contohnya Prancis (peranakan cina Serui) cina Biak (Cibi) dari luar Papua Cainas (Cina Makassar) Cina Kudus, Cina Surabaya, Cina Malang, Cina Jakarta dan Cina lainnya, semua blesteran ini termasuk dalam  masyarakat Tiong Hoa.

Menurut salah seorang pembicara masyarakat Tiong Hoa yang berada di Kabupaten Nabire dalam profesinya masing–masing semuanya bekerja sama, berdiri sama tinggi duduk sama rendah dan tidak ada yang di peta–petakan. Artinya pahit manisnya dirasakan bersama. Masyarakat Tiong Hoa sejauh ini profesinya di Kota Nabire banyak membangun Kota Nabire khususnya di bidang usaha perekonomian dan membuka jaringan ke seluruh pelosok untuk mempermudah masyarakat tidak mampu agar tidak belanja ke tempat yang jauh. 

Mayarakat Tiong Hoa juga bukan sekedar berbisnis, buktinya mereka menyumbang darah (donor darah) ke masyarakat yang sakit dan membutuhkannya. Juga membuka lapangan kerja bagi angka pengangguran serta lain–lain. Tak ketinggalan saat beratraksi barongsai di depan Aula Kasih, masyarakat Tiong Hoa memberikan hiburan untuk semua orang yang menyaksikan atraksi tersebut. Atraksi ini paling banyak dikerumuni anak –anak keci, tak ketinggalan atraksi barongsai ini sangat mengembirakan sekali.

Saat Imlek di Aula Kasih, masyarakat Tiong Hoa telah menyediakan hidangan dan sebelum mencicipi hidangan acara doa makan dipimpin Pdt. Edo asal dari Cina Kudus, Jawa Tengah (Tiong Hoa). (ist)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2