Dua Tahun Melangkah Menuju Kesuksesan

NABIRE - Genap 2 tahun BreadTake (BT) berkiprah dan berproduksi di Kota Nabire. Masa yang boleh dibilang baru untuk ukuran sebuah usaha, tetapi juga waktu yang cukup untuk menempa terus berbenah agar bisa eksis keberadaannya ditengah-tengah masyarakat. Masa-masa enam bulan pertama adalah masa-masa tersulit kala BreaTake coba memasarkan produknya hingga akhirnya bisa diterima pasar. Padahal bisa dibilang harga roti dan cake BT cukup mahal, namun toh BT tetap jadi pilihan sebagian warga kota ini atau customer dari daerah lainnya, seperti kata pepatah “ada harga ada kualitas.”

 

Ultah BT yang diperingati dengan sederhana, dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan owner BT, Steven Jaya, disaksikan Chef Adi Purnomo, Bos Sumber Abadi, Javindo, karyawan/ti BT dan keluarga besar BT. 

Steve yang lebih diakrab dengan sapaan Jaya, saat diwawancara seusai potong kue ultah BT ke-2, mengatakan, mendirikan toko roti sebenarnya sudah menjadi mimpinya selama bertahun-tahun.  Namun karena alasan dan masalah yang lain baru di tahun 2012 mimpi untuk mempunyai toko roti baru bisa direalisasikan.

Menurut Jaya, awal pendirian toko roti bukan di Nabire melainkan di Pulau Dewata, Bali. Namun karena alasan prosedur yang terlalu rumit akhirnya pendirian dialihkan ke Nabire. Langkah pertama yang diambilnya adalah dengan mencari seorang Chef, dan akhirnya bertemu dengan seorang yang bernama Adi Purnomo. 

Dikatakan Jaya, saat bertemu dengan Adi Purnomo sebelum diangkat jadi chef di BT, dirinya sempat ragu akan kemampuannya. Mungkin karena sempat dites chef ini gagal, namun dengan semangat dan kegigihannya Adi Purnomo mengatakan dan meyakinkan bahwa dirinya sudah terbiasa dengan dunia perotian. Dengan alasan Adi terbiasa dengan peralatan yang canggih bukan alat manual yang disodorkan Jaya kedirinya.

Dua tahun sudah berlalu, profesionalisme dan kredibelitas Adi Purnomo sebagai chef roti teruji ini terbukti. Sejak pertama berdiri hingga di ultahnya yang kedua (12/2) kemajuan yang dicapai BT cukup pesat. Target omzet yang selalu diterapkan tetap bisa tercapai, dan yang lebih penting roti dan cake BT makin memasyarakat. Pendek kata Chef dengan satu putri ini sukses memenuhi harapan si pemilik.

“Saya patut bersyukur dan berterima kasih pada manajemen, terutama chef Adi hingga saat ini BT masih bisa eksis, juga pada karyawan/ti yang hinnga saat ini masih bisa bekerja dengan baik, keberadaan pekerja yang hingga kini masih eksis tentu tidak lepas dari peran menejer yang bisa memenej pekerjanya dengan baik,” kata Jaya. 

Rencanaya di tahun 2014 ini BT akan melebarkan sayapnya di Sorong. Seperti bulan-bulan sebelumnya, BT selalu mengeluarkan produk-produk baru. Produk baru di Februari ini adalah, Jatuke alias jagung, tuna plus keju dan Popcream si cake yang rasanya mak....nyes...kaya es cream.  

“Di ultahnya yang kedua BT menyediakan 100 roti gratis bagi pelanggannya. Beli 2 gratis 1, selama persedian masih ada,“ celetuk Adi. (mus) 

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2