Membangun Pendidikan yang Berkualitas

NABIRE - Pendidikan merupakan hal yang amat penting. Bahkan pendidikan adalah hal mendasar. Karena pendidikan membuat manusia itu menjadi lebih manusiawi. Melalui pendidikan, setiap manusia semakin mampu mengaktualisasikan dirinya sebagai manusia yang baik adanya. Ia pasti akan mengetahui berbagai hal yang tidak tahu menjadi tahu. 

 

Demikan dikatakan mahasiswa STFT Fajar Timur Abepura, Ernes Pugiye, kepada media ini di kediamannya, Minggu (16/2).

Lebih lanjut dikatakan, orang Papua dapat hidup dan memperbaharui hidupnya secara manusiawi dan baik adanya hanya jika pendidikan mendapat tempat dan akarnya bagi orang asli Papua. Orang Papua akan bisa menjadi tuan di negerinya sendiri jika kita utamakan pendidikan yang berkualitas. 

Anak-anak Papua, tegasnya, harus diberdayakan. Dalam arti yang semakin mendalam dengan semangat kedisiplinan, nilai-nilai moral dan injili. Demi menjadikan orang Papua yang berintegritas tinggi, berkualitas dan berpribadi yang baik bagi diri, keluarga dan semua orang di Papua. 

Hal tersebut, merupakan contoh baru yang menggambarkan harapan dan kerindukan bersama bagi orang Papua selama ini. Jelas bahwa pendidikan menjadi penting ketika orang menciptakan diri, sesama dan dunianya dalam embrio pendidikan. Setiap manusia adalah pelaku embrio. Embrio sudah harusnya dibentuk dan ditumbuhsuburkan oleh manusia sebagai orang Papua. Manusia Papua dalam setiap keluarga ditantang untuk bersatu demi pendidikan kebaikan bersama. 

Dikatakannya, kualitas pendidikan boleh akan menjadi lebih baik lagi ketika ada proses persatuan di antara keluarga secara terus-menerus. Karena keluarga adalah pendidikan dasar untuk membangun pendidikan yang berkualitas. Setiap tugas dari orang tua dan setiap anggota keluarga itu mestinya diarahkan dalam konteks membangun pendidikan yang berkualitas ungkapnya.

Jika tidak ada tugas yang jelas dan terjadwal di antara keluarga, orang tidak akan memahami pendidikan sebagai hal yang penting. Kita tentunya tidak membangun pendidikan yang berkualitas sejauh pendidikan diremahkan oleh kita. Maka keluarga adalah aktor dan penentu utama untuk membangun pendidikan yang berkualitas.

Pendidikan yang membebaskan harus mau dinyatakan dengan pengkaderan atau menyiapkan tunas-tunas muda Papua. Dunia pendidikan Papua harus dibentuk dalam realitas regenerasi. Realitas ini tidak boleh diganti-gantikan dengan realitas yang lain tanpa dimengerti oleh kaum berpendidikan. 

“Realitas ini menuntut tindak moral dan injili bagi kaum intelektual. Para guru, senioritas dan pemerintah bahkan orang tua harus ramah dan siap selalu mengarahkan, membimbin dan mendorong anak-anak Papua untuk harus perlu melaksanakan pentingnya pendidikan, arti, hakikat dan manfaat serta tujuan pendidikan secara bebas tanpa paksaan dari luar,” harapnya. (modes) 

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2