KPU Gelar Pertemuan dengan PPD, PPS Distrik Nabire

NABIRE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire menggelar pertemuan dengan PPD dan PPS Distrik Nabire, Senin (17/2) di Kantor KPU Nabire. Pertemuan membahas terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang terjadi banyak pengurangan dari data pemilih yang berhasil didata sebelumnya, namun setelah sampai di KPU Pusat banyak dicoret alias dihapus.

 

Salah satu contoh kasus pengurangan DPT adalah Kelurahan Kali harapan. Data pemilih yang dikumpulkan petugas kelurahan (RT) sebanyak 3.500 pemilih. Jumlah itu lalu diusulkan kepada KPU Nabire dan selanjutnya diusulkan kepada KPU Pusat.

Ketua KPU Nabire Petrus Rumere, S.Sos., didampingi 2 anggota KPU Nabire lainnya Oktovin Karubuy, SH dan Agus Salim, S.Ag., sekretaris KPU Nabire Michael Mote, SH., M.Hum, mengatakan, DPT untuk Pemilu Legislatif 2014 dan untuk Pemilu Presiden itu nantinya itu ditentukan oleh KPU Pusat. KPU Kabupaten/Kota itu hanya mengusulkan sesuai dengan data yang diterima dari masing-masing distrik setelah menerima data dari kelurahan. Untuk Kabupaten Nabire, data itu memakai data yang diusulkan tahun 2013.

Tutur Petrus Rumere, contoh kasus, KPU Nabire menerima data dari Distrik Nabire untuk data pemilih di Kelurahan Kali Harapan. Pihaknya menerima jumlah pemilih sebanyak 3.500 dan jumlah itu yang diusulkan ke KPU Pusat. Namun setelah KPU Pusat meneliti terjadi banyak pemilih ganda bahkan lebih, atau yang bersangkutan telah pindah tempat atau bahkan sudah meninggal dunia. Sehingga data yang diusulkan berkurang cukup signifikan.

“Yang perlu diingat dan diperhatikan sistem yang dipakai itu menggunakan komputer sehingga dengan sangat jelas akan ketahuan bila ada pemilih ganda atau lebih. Maunya kita Pemilu Legislatif nanti menggunakan DPT saat pemilihan Gubernur Provinsi Papua tetapi setelah dicek dengan system komputerisasi ternyata banyak pemilih ganda akhirnya dicoret. Dan data yang dikembalikan ke kita itu data yang disahkan oleh KPu Pusat serta sudah ditandatangani oleh KPU Provinsi,” ungkapnya.

“Bukan hanya di Kabupaten Nabire saja yang terjadi pengurangan DPT, tetapi hampir diseluruh kabupaten di Papua. Contoh di Kalibobo juga terjadi pengurangan jumlah DPT. Jumlah DPT Pemilihan Legislatif 2014 itu berkurang dari jumlah DPT saat Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua.

Hadir dalam pertemuan itu, Kadistrik Nabire Maikel Y. Danomira, SSTP., Danramil Nabire, Lettu Sakeus Agaki, Kapolsek Nabire, AKP.Stev, PPD dan PPS se-Distrik Nabire. (iing elsa)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2