Workshop PPG dan Sosialisasi Kurikulum 2013 SMP Resmi Dibuka

NABIRE - Workshop Pengembangan Profesi Guru dan Sosialisasi Kurikulum 2013 secara resmi dibuka. Pembukaan workshop yang dikuti pengawas, kepala sekolah SMP/MTS, guru-guru MGMP se-Nabire itu dibuka Sekda Nabire, Jhoni Pasande mewakili Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos. Dengan pemukulan tipa yang dilakukan Pasande, menadai dimulai workshop yang rencananya berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis (19-20 Februari).


Ketua panitia, Asranlundu Sinaga, S.Pd dalam sambutannya mengatakan, yang menjadi dasar pelaksanaan workshop dan sosialisasi, pertama SK Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Nabire nomor : 423/162/2014, tentang Pelaksanaan Workshop Pengembangan Profesi Guru dan Sosialisasi Kurikulum 2013. Kedua, pemberlakuan Permennegpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009, tentang Penilaian Angka Kredit jabatan fungsional Guru. Ketiga, pemberlakuan Kurikulum 2013 yang direncanakan pada awal tahun pelajaran 2014/2015 di Kabupaten Nabire. Keempat, hasil rapat MKKS dan Ketua-ketua MGMP pada tanggal 15 November 2013 di SMP Negeri 1 Napan.
Sasaran peserta workshop PPG dan sosialisasi kurikulum 2013 terdiri dari, pengawas berjumlah 6 orang, kepala SMP/MTS 36 orang, guru-guru MGMP yang mendapat subsidi dari Jakarta 216 orang dan sebayak 24 orang peserta adalah guru-guru MGMP yang tidak dapat subsidi dari Jakarta.
Workshop dan sosialisasi ini, kata Sinaga, dibiayai oleh iuran MGMP yang mendapat subsidi dari Jakarta 6 mata pelajaran, yaitu, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, Pkn dan IPS dengan jumlah Rp. 90.000.000. Bantuan dari SMP/MTS Negeri dan Swasta sebanyak 34 sekolah dengan total iuran Rp. 17.000.000, yang berarti total biayai sebesar Rp. 107.000.000.
Bupati Nabire, Isaias Douw dalam sambutannya yang disampaikan Sekda Nabire, mengatakan, upaya mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa yang cerdas sesuai dengan yang diamanatkan UUD 45, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan mewujudkan pendidikan yang bermutu, sedang pendidikan yang bermutu memerlukan peran sentral seorang guru sebagai Pendidik. Guru yang professional mampu berperan aktif dalam pembangunan.
Workshop pengembangan profesi guru dan sosialisasi Kurikulum 2013 yang akan berlangsung sampai hari ini bertempat di Aula Kasih Tabernakel, dengan mendatangkan dua orang narasumber. Salah satunya dari Universitas Brawijaya Malang, Ir. Abdul Azis Hoesein, M.Eng Sc. Turut hadir dalam acara Ka.Bid SMP/MTs, Dominikus, Kepala BKD, Petrus Agapa dan Pakar pendidikan, Gerson Ramandey.

Sesuai Kurikulum 2013

Ditegaskan Sekda Nabire, para harus dibekali dengan pengetahuan,   keterampilan, dan sikap sesuai dengan zamannya.  Mereka harus memiliki kemampuan berpikir orde tinggi, kreatif, inovatif, berkepribadian mulia, dan cinta pada  tanah air. Serta bangga menjadi orang Indonesia, sebagaimana yang digagas dalam Kurikulum 2013.
Untuk itu, prinsip yang dikembangkan adalah memberikan layanan pendidikan sedini mungkin melalui gerakan PAUD. Selain itu, juga memberikan kesempatan bersekolah setinggi mungkin melalui pendidikan menengah universal (PMU), dan peluasan akses ke perguruan tinggi.
“Kita ingin agar anak-anak kita di manapun berada dan apapun latar belakang sosial dan ekonominya, dapat memperoleh layanan pendidikan setinggi mungkin. Pendidikan tersebut harus terjangkau dan berkualitas. Guru dan tenaga kependidikan menjadi faktor penentunya. Sehingga mau tidak mau harus kita tingkatkan ketersediaan dan profesionalitasnya,” harapnya.
Lebih lanjut dikatakan, kita berharap para guru dan tenaga kependidikan kita menjadi pembelajar dan pendidik sejati. Dengan demikian, Kurikulum 2013 yang digagas untuk mempersiapkan generasi 2045.
Sambutan Kepala Dinas yang dibacakan Kepala Bidang TK/SD MTs, Dominikus Lokobal mengatakan, secara khusus sudah mempersiapkan di bidang pendidikan. Oleh karena itu pendidikan dan peserta didik dan kena pengaruh globalisasi tersebut. Diharapkan menjadi up to date, menjadi profesional, menjadi orang yang mampu untuk menjawab tantangan.
“Sebelum kita mendidik kepada para murid, guru mempersiapkan diri dengan baik untuk mengatualisasikan ilmu dengan baik. Agar para murid juga mampu menerima ilmu dengan tepat dalam metode yang diajarkan guru. (mus/modes)
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2