Kejuaraan Bulutangkis Antar Kelurahan/Kampung Akan Digelar

NABIRE – Kejuaraan bulutangkis antar kelurahan/kampung se-Kabupaten Nabire akan digelar akhir bulan Maret 2014 mendatang. Kejuaraan kali ini akan mempertandingkan kelas yunior dan senoir. Terkait dengan rencana dihelatnya kejuaraan tersebut, panitia pelaksana telah dibentuk. Kini pihak panitia tengah mempersiapkan diri untuk menggelar kejuaraan tersebut.


Rapat perdana panitia yang digelar di Sekretariat PBSI di GOR Kotalama, Rabu (19/2) sore, membahas sejumlah hal terkait dengan agenda kejuaraan itu. Sesuai hasil rapat panitia, kelas yang akan dipertandingkan adalah untuk kelas yunior dan senior.
Untuk kelas yunior yang akan dipertandingkan adalah beregu. Di kelas yunior ini terbagi menjadi dua kelas, yakni usia dibawah 12 tahun dan kelas usia antara 12 sampai dengan 16 tahun.
Untuk kelas usia dibawah 12 tahun, partai yang akan dipertandingkan adalah tunggal putra 2 partai dan tunggal putri 2 partai. Untuk kategori kelas usia di bawah 12 tahun, masing-masing tim diwajibkan untuk menyertakan minimal 1 pemain putra daerah.
Sementara di kelas usia antara 12 sampai dengan 16 tahun, partai yang akan dipertandingkan, tunggal putra, tunggal putri dan ganda campuran. Untuk setiap kelas, tidak diperbolehkan pemain merangkap dalam bertanding.
Sementara untuk kelas yunior, juga akan mempertandingkan kelas beregu, dengan mempertandingkan 3 partai ganda.

Pemain Membela Tempat Domisilinya

Kejuaraan kali ini, tim yang akan bertanding bukan membawa bendera clubnya. Namun, sesuai dengan namanya, kejuaraan kali ini tim akan membawa bendera kelurahan/kampung tempat pemain berdomisili. Panitia berharap, dengan sistem seperti ini, akan bisa semakin menambah tinggi animo para pemain untuk ikut bertanding. Selain itu, digelarnya kejuaraan tingkat yunior, dengan tujuan untuk mencari bibit-bibit atlet bulutangkis sejak usia dini.
Para pemain yang akan bertanding bergabung dalam tim yang ada di kelurahan/kampung masing-masing. Pemain hanya diperbolehkan ikut bertanding untuk membela tempat dirinya berdomisili yang dibuktikan dengan KTP. Bagi pemain yang KTPnya sudah tidak sesuai dengan tempat berdomisili alias sudah pindah tempat tinggal, pemain diwajibkan melampirkan fotocopy KTP dan surat keterangan domisili dari kelurahan/kampung tempatnya berdomisili. (ros)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2