Papua Tengah Kedudukan di Nabire, Tinggal Nantikan Pengesahan UU Bulan Maret 2014

NABIRE – Perjuangan pembentukan Provinsi Papua Tengah tinggal menunggu pengesahan Undang-Undang (UU). Dikabarkan pengesahan beberapa Rancangan Undang-Undang (RUU) menjadi Undang-Undang (UU) Daerah Otonomi Baru (DOB) akan dilaksanakan bulan Maret 2014 mendatang. Amanat Presiden (Ampres) sudah keluar sekitar akhir tahun lalu tepatnya 27 Desember 2013 tentang pembentukan 65 Daerah Otonomi Baru (DOB). Termasuk di dalamnya pembentukan Provinsi Papua Tengah.


Perjuangan pembentukan Provinsi Papua Tengah ini sudah berjalan sekitar 13 tahun lamanya. Dengan telah dikeluarkan Ampres akhir Desember tahun kemarin merupakan Kado Natal bagi masyarakat Papua khususnya yang ada di wilayah Papua bagian tengah.
Hal ini seperti terang Drs. Anselmus Petrus Youw, M.Si, disela-sela pemasangan baliho/spanduk peta letak perjuangan pembentukan Provinsi Papua Tengah sesuai Rancangan Undang-Undang yang akan ditetapkan sebagai UU, Rabu siang kemarin di depan Gedung Karel Gobay Nabire.
Dikatakan AP Youw, proses perjuangan Papua Tengah itu terjadi akibat pemerintah pusat berikan dua provinsi atau tambahan yakni Provinsi Papua Barat dan Papua Tengah. Pemekaran Papua Tengah kala itu ada keributan di Timika Kabupaten Mimika sekarang, sehingga pemekaran Papua Tengah tidak berjalan.
Lanjut AP Youw, pasca telah adanya pembentukan Papua Barat yang sudah jalan, pihaknya juga minta Papua Tengah juga harus jalan.
“Ini kami sudah berjuang sejak tahun 2001, yang awalnya pada saat itu dikumpulkan seluruh komponen pemuda di Papua dan dilaksanakan Porseni di Nabire. Pada akhir dari kegiatan Porseni tersebut para pemuda buat satu pernyataan kalah itu yang isinya bahwa Nabire akan menjadi ibukota provinsi suatu saat nanti,” terangnya.
Dengan dasar inilah, pihaknya berjuang untuk pembentukan atau saat itu disebut pengaktifan kembali Provinsi Papua Tengah sampai dengan saat ini.
“Dan perjuangan akan terus kami diupayakan, hasilnya kami semua masyarakat yang ada di wilayah Papua tengah tunggu. Mudah-mudah tidak ada halangan tahun ini juga dapat terealisasi,” tekan AP. Youw dan didukungan sejumlah kepala suku dan tokoh masyarakat yang ikut menyaksikan pemasangan baliho peta pembentukan Provinsi Papua Tengah siang kemarin ini dengan tepuk tangan.
Tema perjuangan pembentukan Papua tengah yakni ‘Dengan Dasar dan Semangat Otonomi Khusus (Otsus) yang Mengacu pada Tiga Prinsip Utama, yaitu Perlindungan, Keberpihakan dan Pemberdayaan Bagi Orang Papua’. Pembentukan Provinsi Papua Tengah ini bukan untuk kelompok atau golongan ataupun untuk AP. Youw dan lainnya melainkan untuk semua masyarakat yang ada di Papua Tengah, untuk generasi muda dan anak cucu kita pula nantinya.
Terkait dengan perjuangan ini, kata anggota DPRD Nabire yang juga mantan Bupati Nabire ini, pihaknya ucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat karena telah memberikan Kado Natal bagi rakyat Papua Tengah. Pada 27 Desember kemarin sudah ditandatangani persetujuan presiden yang disebut Ampres. Dirinya juga ucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat bahwa ada rencana jadwal yang diatur untuk pembahasan selanjutnya terhadap persetujuan presiden terkait pembentukan beberapa puluh DOB ini mulai 25 Februari 2014 mendatang.
Tandas AP Youw, rencana akan ditetapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembentukan Provinsi Papua Tengah menjadi Undang-Undang pada tanggal 6 Maret 2014 mendatang. Dengan demikian, bila itu sudah terjadi berarti kita sudah resmi Papua Tengah berdiri dan ibukotanya berada di Nabire.
“Nabire siap untuk menjemput ibukota Provinsi Papua Tengah. Saya mohon segala beda pendapat terkait ini kita hilangkan, mari kita sama-sama mendayung menuju Nabire tanah kesejahteraan bagi kita semua,” imbuh AP Youw dan disambut tepuk tangan para kepala suku dan tokoh masyarakat, yang sempat hadir pada pemasangan peta letak Ibukota Provinsi Papua Tengah tersebut.
Pemasangan baliho atau spanduk terkait letak dan peta pembentukan Papua Tengah yang dipasang kemarin ini, jelas AP Youw, dalam rangka menjelaskan dan memberikan penerangan atas kekaburan yang selama ini akibat adanya isu-isu dan kabar miring seputar letak ibukota Papua Tengah dan lainnya terkait carateker.
“Pemasangan baliho ini untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa ibukota Papua Tengah itu benar dan ada di Nabire. Dengan perhitungan bahwa Nabire letaknya pas, cocok dan strategis berada di tengah-tengah dari Supiori sampai ke Timika. Dan dalam UU yang rencana akan ditetapkan 6 Maret besok letak ibukota Provinsi Papua Tengah ada di Nabire,” jelas AP Youw seraya minta dukungan semua pihak, tokoh adat dan masyarakat untuk mendukung perjuangan pembentukan Provinsi Papua Tengah yang tinggal menunggu pengesahan RUU menjadi UU.(wan)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2