80 % Dana Otsus Diperuntukkan Bagi Kabupaten/Kota

NABIRE - Visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua itu Bangkit, Mandiri dan Sejahtera. Dalam rangka itu satu terobosan yang dilakukan oleh gubernur adalah memberikan 80 % dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk kabupaten/kota.


Dikemukakan Kadin Perindagkop Papua, Septianus Amadi, 80 % dana Otsus yang selama ini dikelola di provinsi diberikan untuk kabupaten/kota. Sementara provinsi hanya mengelola 20 % saja. Dan dana Otsus sebesar 80 % itu yang akan dipakai oleh bupati dan jajaranya di kabupaten/kota seluruh Papua untuk membina dan membangun daerahnya, membangun pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.
“Dalam pembangunan pemberdayaan ekonomi itu, koperasi akan dibina, dituntun, akan menjadi soko guru ekonomi daerah dan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, disamping itu, untuk pengembangan koperasi ada dana Dekon dari pemerintah pusat. Dan ada wadah yang sementara dibangun oleh pemerintah Provinsi Papua namanya Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Semua koperasi yang membutuhkan layanan dana bisa melalui wadah itu.
“Koperasi Mepago silahkan mengajukan proposal ke PLUT dengan sejumlah kebutuhan dan berkoordinasi dengan provinsi untuk pembinaan-pembinaanya,” ujarnya.
Kadin Perindagkop Papua meminta kepada pengurus koperasi, disamping Sembako, sesuai keinginan Gubernur Papua sebaiknya juga mengelola produk lokal yang menonjol seperti buah merah dan kopi. Itu yang perlu dikembangkan agar punya nilai jual dan daya saing dan itu perlu diolah, bukan menjual bahan mentah.
Kepala dinas mencontohkan, dalam hal kayu, ada permintaan dari daerah luar Papua seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah kayu bulat. Namun dirinya dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua telah sepakat untuk tidak mengirim kayu dalam bentuk bulat (mentah) tetapi dalam bentuk jadi sehingga nilai jualnya tinggi.
Dirinya meminta kepada Dinas Koperindag Kabupaten Nabire untuk membina koperasi itu dan koperasi-koperasi yang lain agar maju, bagaimana penataan koperasinya, menegemen keuanganya, pengelolaanya.
“Mari kita bantu, kita bina dan bantu dengan dana karena koperasi tidak mungkin berjalan tanpa dana. Saya akan sampaikan kepada gubernur dan saya minta kepada Dinas Koprindag Kabupaten Nabire untuk memperjuangkan di APBD,” ajaknya.
Disamping itu juga dinas terkait untuk memperjuangkan dana-dana lainnya, karena ada sejumlah dana yang tersedia baik di provinsi maupun pusat yang diarahkan untuk pengembangan koperasi.
“Selamat atas diresmikanya Koperasi Mepago Papua bangkit yang berkedudukan di Nabire sebagai pintu masuk bagi kabupaten-kabupaten lain dengan harapan koperasi ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat baik sembako maupun kebutuhan lainya,” pungkasnya. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2