TK Shekina Glory Lakukan Kunjungan dan Membuat Roti

NABIRE - Kunjungan tahunan yang diadakan TK Shekina Glory (TK SG) di tahun 2014 dilakukan ke beberapa titik propesi. Diantaranya ke Markas Kodim 1705/PN, Markas Ksatrian Infanteri Batalyon 753/AVT, Mapolres Nabire, Kantor Pos dan terakhir di BreadTake Bakery. Kunjungan di BT berlangsung 4 hari, mulai Senin  hingga Kamis (17-20 Februari) dan dipimpin langsung Jenny dan beberapa guru.


Diwawancara saat hari terakhir di BreadTake, Jenny yang merupakan guru Play Group, mengatakan, kunjungan di BT adalah kunjungan TK SG yang terakhir. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan sesuai dengan tema belajar anak.
Lanjut wanita yang sering dipanggil Mrs. Jenny ini, kunjungan ini penting dilakukan demi tumbuh kembang anak. Dengan mengadakan kunjungan ke beberapa tempat, seperti Batalyon dan Kepolisian bertujuan menanamkan kecintaan anak-anak terhadap tentara dan polisi.
“Anak-anak jadi tahu tentara dan Polisi pun teman anak-anak dan tidak perlu ditakuti, dan tidak sedikit anak-anak yang bercita-cita jadi tentara/polisi,” kata Jenni.
Profesi Tukang Pos/Pegawai Pos akhir-akhir ini hampir tidak diminati masyarakat. Namun dengan adanya kunjungan langsung ke Kantor Pos, anak-anak jadi tahu dan mengerti pekerjaan di Kantor Pos. Sehingga tertanam rasa menghargai akan centralnya seorang Tukang Pos. Asumsi anak jadi bertambah, bahwa kiriman dalam bentuk apapun akan sampai di tangan mereka atas jasa Tukang Pos.
Dari kunjungan terakhirnya TK SG selama empat hari di BT, banyak pelajaran yang mereka dapat, seperti bisa membedakan antara Chef dan Bakker. Terlebih lagi mereka pun bisa praktek cara membuat roti. Ini nilai lebih yang menjadikan ibu-ibu/wali murid bangga.
Diwawancara setelah acara kunjungan, Chef BT, Adi Purnomo, kunjungan yang dilakukan anak-anak dari TK SG yang terdiri dari 4 kelas, terbagi dalam 2 kelas dalam kunjungan, merupakan surprise dan apresiasai.
“Kami mengucapakan terima kasih pada dewan guru TK Shekina Glory, yang tahun ini melakukan kunjungan ke tempat kami. Ini merupakan kejutan bagi BT, yang berarti mereka percaya kepada BT,” kata Adi.
Adi Purnomo pun tak segan-segan untuk memberikan ilmu dan pengalamannya dengan mengajari anak-anak membuat roti. Adi pun memberikan pengertian pada anak-anak, bahwa membuat roti tidak segampang yang dipikirkan. Karena pembutaanya memerlukan ketelitian dan kejelian, higien/kebersihan serta layak untuk dimakan. Dan diantara anak-anak yang ditanya, ada yang bercita-cita jadi seorang Chef roti (mus)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2