Kasus Dana BSM SD Inpres Lagari Jaya Diselesaikan

*Orang Tua Murid Minta Kepsek Diganti
NABIRE – Simpang siur mengenai dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) di SD Inpres Lagari Jaya Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, yang sejak Nopember 2012 dipersoalkan oleh orang tua murid, akhirnya dapat diselesaikan oleh PJS Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, J.M. Ramandey,  STP, M.Si, Kamis (7/2) lalu.
Pada pertemuan yang digelar di salah satu ruang kelas SD Inpres Lagari Jaya , PJS Kepala Dinas yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan langsung mengambil alih rapat atau menjadi pimpinan rapat. J.M. Ramandey memberikan kesempatan kepada dua orang staf Dinas untuk menjelaskan dana BSM dan dana BOS terlebih dahulu.


Selanjutnya orang tua murid diberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang diketahui tentang dana BSM maupun dana BOS. Terlebih dahulu Ketua Komite Sekolah berbicara mewakili orang tua murid, kemudian waktu selanjutnya orang tua lain. Orang tua murid Baldus Rumbobiar juga angkat bicara tentang tidak adanya keterbukaan kepala sekolah terhadap pihak komite tentang dana-dana bantuan pemerintah.
Setelah mendengar penjelasan orang tua murid, PJS Kepala Dinas menjelaskan kembali lagi kepada orang tua murid dan selanjutnya Kepala SD Inpres Lagari Jaya, E.A.T diberikan kesempatan untuk menyampaikan kapan dirinya mengambil dana BSM di Kantor Pos Nabire. Katanya dana BSM diambil pada 12 Juli 2012 lalu.
Dari data yang dikirim untuk mendapatkan BSM itu ada 30 anak, namun ada penambahan 20 orang anak, sehingga di SD Lagari Jaya ada 50 orang anak yang berhak mendapatkan dana BSM dan selama ini dana tersebut belum dibagikan kepada anak-anak yang berhak mendapatkan dana tersebut.
Untuk itu, setelah mendengarkan semua jawaban dan masukan dari orang tua murid maupun kepala sekolah, PJS Kepala Dinas mengatakan bahwa di Provinsi Papua masuk peringkat pertama satu usia anak yang tidak mendapatkan layanan pendidikan atau usia anak sekolah yang droup out. Sehingga dengan adanya bantuan dari pemerintah itu diharapkan bisa membantu anak-anak kita yang usia sekolah ini jangan sampai dibatasi dan marilah kita sama-sama bersatu baik itu orang tua murid, guru dan pemerintah harus bersatu untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik dan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk tetap mereka bersekolah.
Terkait dana BSM yang menjadi permasalahan hari ini, kata Ramandey, harus diselesaikan dengan baik dan kepada kepala sekolah diminta untuk secepatnya membagikan dana tersebut langsung kepada anak-anak yang berhak mendapatkan berdasarkan daftar nama yang ada. Sebab, itu hak mereka yang harus diterima.
Dana BSM per anak Rp 360.000 per orang anak, sementara data siswa secara keseluruhan murid SD Inpres Lagari Jaya ada 204 orang anak dari kelas satu sampai kelas VI. Dana BSM untuk SD Inpres Lagari Jaya tahun 2011 yang diterima tahun 2012 sebesar Rp 18 juta rupiah untuk dibagikan kepada 50 orang anak berdasarkan data yang ada.
Sementara untuk tahun 2012 baru diusulkan 100 orang anak dan hingga kini belum ada data tetap atau pasti yang menjelaskan ada berapa anak yang akan berhak menerima dana BSM. Memang sekolah boleh mengusulkan, tetapi Pemerintah Pusat dalam hal ini pihak kementerian yang mempunyai hak untuk menentukan jumlah berapa orang yang berhak menerima bantuan dana BSM.
Di akhir pertemuan, semua orang tua murid yang hadir secara langsung di hadapan Sekretaris Dinas yang juga PJS Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire mengusulkan agar dalam waktu dekat Kepala SD Inpres Lagari Jaya harus dipindahkan. Menanggapi itu, PJS Kepala Dinas mengatakan bahwa pihaknya akan berkonsultasi lagi dengan Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan soal usulan para orang tua murid ini. (des)
Ada foto Pertemuan Orang tua murid SD Inpres Lagari Jaya dan PJS Kepala Dinas Pendidikan memimpin pertemuan.

Comments   

 
0 #1 markuatspd 2013-03-30 15:54
:lol: smoga menjadi lebih baik
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2