Situs Perang Dunia Padaido Biak Perlu Perhatian

Jayapura - Situs dan artefak peninggalan Perang Dunia ke II di Kepulauan Padaido, Kabupaten Biak Numfor, Papua sangat mengenaskan dan perlu perhatian dari pemerintah setempat," kata Hari Suroto, staf peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, Papua, Rabu.


Ia menjelaskan bahwa kondisi bekas bangunan dan lapangan pesawat terbang tentara Amerika Serikat di gugusan kepulauan Padaido seperti di  pulau Owi tidak terawat dan rusak. Sama halnya juga dengan bunker dan bangunan tentara sekutu di pulau Wundi kondisinya rusak.
"Diduga penduduk pulau Nusi dan pulau Wundi atau juga warga lainnya  mencari dan memanfaatkan bom sisa Perang Dunia ke II untuk digunakan sebagai bom ikan," kata Hari.
Selain itu, kata alumnus Udayana Bali itu katakan, artefak peninggalan Perang Dunia ke II terancam musnah dijual sebagai besi tua oleh warga masyarakat setempat jika secepatnya tidak diperhatikan. Apa lagi penggunaan bom ikan bekas peningggalan Perang Dunia ke II telah merusak ekosistem terumbu karang di gugusan kepulauan Padaido, "Selain itu penggunaan bom ikan sangat berbahaya bagi manusia itu sendiri," katanya.
Hari berpendapat bahwa peninggalan Perang Pasifik di gugusan kepulauan Padaido perlu dilestarikan. "Yaitu dengan penelitian, pendokumentasian dan sosialisasi Undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dan guna melestarikan peninggalan Perang Dunia ke II di pulau yang secara administratif masuk di Kabupaten Biak Numfor itu perlu peran dari berbagai pihak baik instansi terkait dan juga masyarakat," katanya.
Peninggalan Perang Dunia ke II di gugusan kepulauan Padaido dapat dikembangkan sebagai obyek wisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakata setempat. "Yaitu objek wisata yang memberdayakan warga masyarakat setempat. Karena Padaido memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri apa lagi disekitar lautan itu ada pesawat pembom milik Amerika yang jatuh didasarnya," katanya.
Pada masa Perang Pasifik, Kepulauan Biak menjadi ajang pertempuran langsung antara pasukan Jepang dengan Amerika.  Dalam rangka merencanakan serangan terhadap pasukan Jepang di Biak,  maka Amerika merebut Pulau Nusi, Owi dan Wundi sebagai pangkalan pasukan yang merupakan gugusan kepulauan Padaido. (Fian)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2