LMA, Lembaga Masyarakat, Adat Mapia, Pempersatukan Persepsi

NABIRE - Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Mapia gelar rapat untuk mempersatukan persepsi, Sabtu (22/2), di Yayasan Yabimu Nabire. Rapat dihadiri sejumlah anggota DPRD Nabire dan Dogiyai, para kepala distrik, pegawai, pengusaha, tokoh masyarakat, intelektual, pemuda dan tokoh Perempuan.


Apabila perusahaan masuk di Mapia disampaikan melalui LMA dari beberapa lembaga LMA yang ada di Mapia, itu dijadikan sebagai layak diterima. Sebab berdasarkan persetujuan LMA setuju boleh masuk perusahaan.
Mapia itu berada ditengah-tengah pintu keluar masuk dari beberapa kabupaten di Pegunungan Tengah Papua dan beberapa kabupaten pesisir. Jadi Mapia layak dijadikan hal sekecil apaun melalui lewat LMA masyarakat Mapia siap tetap akan dilayani. Karena negara masuk perusahaan melalui pintu depan bukan lewat di jendela atau dipintu belakang. Itu dikatakan negara masuk perusahaan lelang, maka masyarakat tidak akan terima.
Ketua Umum LMA Mapia, Kepala Distrik Sukikai Selatan, Thobias F. Bunapa berpendapat, ide dan gagasan kepada seluruh yang hadir pada saat rapat tersebut diberikan waktu satu persatu kepada mereka. Bahwa kita laksanakan rapat dijadikan satu persepsi adalan momentum yang sangat tepat diantara kita. Karena nanti perusahaan masuk di Mapia tidak ada terjadi kecemburuan sosial diantara kita.
Rapat yang dilaksanakan ini, karena Tim ITB Bandung mereka sudah datang dari Bandung untuk survey di Mapia sehingga lebih awal kita perlu mempersatukan persepsi. Hal yang sangat menenangkan adalah mutlak, Mapia ini bukan sepihak saja tetapi kita 36 marga punya oleh karena lebih awal kita perlu dijadikan satu.
Tokoh masyarakat kampung, Fabianus Nokuwo mengatakan negara manapun perusahaan masuk di Mapia lewat pintu depan melalui LMA dan tiap-tiap kampung masing-masing marga persetujuan bersama. “Kami siap terima kalau tidak lewat LMA dan tiap-tiap marga yang ada di kampung tidak ada persetujuan bersama perusahaan negara manapun kami tidak akan terima karena uang mereka punya tetapi Sumber Daya Alam kita punya,” katanya.
Tokoh intelektual Ferdinan Gobay menjelaskan sebelum juga rapat LMA sudah dilalui dua kali, sehingga kita sekarang perlu dilakukan sosialisasi ke kampung-kampung kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat di kampung masing-masing langkah itu yang belum ditempuh. Angota DPRD Kabupaten Nabire, Natalis Kotouki mengatakan, LMA adalah sesuatu pondasi yang mendasar bagi kita maka kita dipersatukan persepsi ke 36 marga yang ada di Mapia. Spaya perusahaan yang masuk nanti melalui jalur yang tepat untuk menenangkan kita dan alam Mapia.
Ketua RT Kampung Iyaro, Yulianus Nokuwo mengatakan, pemerintah bersama DPR perlu dilakukan menanam pagar yang kuat tentang tapal batas antar Kabupaten Mimika Barat dan Dogiyai di Distrik Sukikai Selatan tapal batas Suku Kamoro dan Suku Mee. Karena tahun ke tahun selalu ada bermasalah terus, masyarakat menilai aneh pada hal pemerintah dan DPR ada sebagai bahan tindak dilanjuti.  
Kepala Distrik Mapia Tengah, Sesilius Kedeikoto, SE mengatakan kekayaan alam Mapia kita semua punya. Kita tidak perlu dikotak-kotakan tetapi  bersatu karena dirinya mau buat data yang fakta untuk diizinkan penelitian survey tim ITB Bandung yang datang ini. Karena dirinya juga mau bangun Mapia tersendiri di atas kekayaan Sumber Daya Alam. (modes)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2