Antisipasi Pencurian Sapi, Warga Distrik Makimi Siap Jaga Malam dan Buat Palang

NABIRE - Aksi Pencurian sapi yang akhir-akhir ini meresahkan warga peternak yang ada di wilayah Distrik Nabire Barat dan Wanggar, juga ikut meresahkan warga 4 kampung di Distrik Makimi. Karena sudah ada aksi pencurian ternak sapi di wilayah 4 kampung eks Transmigrasi itu.


Kepala Kampung Makimi, Matias Sakwatorey bersama Sekertaris Kampung Nifasi, Andris Inggeruhi sepakat bersama masyarakat untuk membuat pos ronda malam dan palang di Kampung Nifasi. Ini dilakukan untuk mengecek dan mencegat semua kendaraan yang masuk keluar wilayah Distrik Makimi pada tengah malam hingga subuh.
Pembuatan pos ronda bersama palang ini akan disampaikan kepada pihak Kepolisian dalam hal ini aparat Kepolisian dari Polsek Makimi bersama aparat TNI (Koramil Napan/Makimi). Karena aksi pencurian yang akhir–akhir ini terjadi di Nabire, terutama aksi pencurian sapi di Wanggar dan Nabire Barat juga bisa sampai di wilayah Makimi.
Karena pada tahun lalu ada peternak yang telah melaporkan kehilangan ternak sapi. Namun hal ini tidak ditanggapi dengan baik dan aksi itu langsung hilang alias tidak terjadi lagi. Tetapi dengan aksi pencurian ternak sapi yang sadis di wilayah Distrik Nabire Barat dan Wanggar dapat dipastikan akan terjadi di Makimi. Sebab Makimi salah satu distrik penyebar ternak sapi cukup banyak.
“Selain pemasangan pos dan palang di Kampung Nifasi, warga 4 kampung eks transmigrasi juga ikut ronda malam di kampung masing-masing. Apabila ada yang dicurigai dapat diinformasihkan ke pos ronda di jalan masuk agar kendaraan yang keluar dicegat,” tutur Matias Sakwatorey dan Andris Inggeruhi kepada Papuapos Nabire, Jumat (21/2) di Kampung Lagari Jaya.
Apabila ada pelaku yang ditangkap bersama barang bukti, bukan diserahkan kepada pihak kepolisian tetapi dapat dihajar oleh masyarakat baru selanjutnya diserahkan kepada polisi untuk diproses sesuai hukum. Selaku masyarakat akan meminta ganti rugi berupa ternak kepada pelaku maupun keluarganya.
Untuk itu Kepala Kampung Makimi selaku kampung tertua di wilayah Distrik Makimi sangat mengharapkan adanya dukungan dari semua lapisan masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan se-wilayah Distrik Makimi. Semua harus menjaga masuknya oknum-oknum yang ingin mengacaukan kebersamaan masyarakat yang sudah terjalin selama ini. (des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2