TNTC, Anugrah Terindah Milik Nabire

NABIRE - Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) adalah bagian dari Kawasan Pelestarian Alam dengan sistem zonasi untuk tujuan penelitian, pendidikan, ilmu pengetahuan, budidaya, pariwisata dan rekreasi. Berdasarkan SK Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. 472/kpts-II/1993 telah ditunjuk sebagai kawasan Taman Nasional dengan luas wilayah 1.453.500 hektar, dan selanjutnya ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 8009/Kpts-II/2002 tanggal 29 Agustus 2002.


Dalam keterangannya, Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Nabire, Aswadi Hamid menyatakan bahwa Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) merupakan kawasan perairan laut terluas di Indonesia yang terdiri dari daratan dan pesisir pantai (0,9%), daratan pulau-pulau (3,8%), terumbu karang (5,5%) dan perairan lautan (89,8%).
Dikatakan  Aswadi, secara Administratif Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih berada pada 2 wilayah pemerintahan yakni pemerintah Kabupaten Nabire Propinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama Propinsi Papua Barat dengan Luas Kawasan 1. 453. 500 Ha yang mencakup Daratan Pulau, Pesisir Pantai Dan Terumbu Karang.
“Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih Wilayah Kabupaten Nabire seluas  380.930 Ha setara dengan 26 % dari luas Taman Nasional Teluk Cenderawasih secara keseluruhan, terletak di wilayah Pemerintahan Distrik Yaur dan Distrik Teluk Umar yang mencakup Kampung Sima, Akudiomi, Yaur, Napan Yaur, Bawei, Yeretuar dan Kampung Goni meliputi batas perairan mulai dari Teluk Hamuku sampai dengan Tanjung Ayomi,” terangnya.
Tambah aswadi, Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih Wilayah Nabire memiliki objek daya tarik wisata yang tak kalah menariknya dengan Kepulauan Raja Ampat dan Kepulauan Seribu. Diantaranya di Pulau Nuburi, Pulau Nutabari, Pulau Kumbur, Pulau Anggromeos dan Tanjung Mangguar, kita bisa melakukan aktifitas wisata bahari seperti snorkeling, diving, wisata pantai dan juga dapat menikmati indahnya kicauan burung, penjemputan dari lumba-lumba yang ramah serta pengamatan terhadap vegetasi hutan daratan pulau.
Menurutnya, namun tak kalah menariknya yakni dengan keberadaan Hiu Paus (Hiniotanibre dalam bahasa lokal Kwatisore/Yaur, red) di perairan Kwatisore, Distrik Yaur yang dapat menjadi asset pariwisata yang cukup menjanjikan, sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih wilayah Nabire.
Terang Aswadi Hamid, Ikan Hiu Paus yang masih muda memiliki panjang 5 – 6 meter dan panjang maksimal jika dewasa sekitar 20 meter. Ikan Hiu Paus ini sebenarnya termasuk ikan penjelajah dan selalu mencari daerah yang hangat. Selain itu, Hiu Paus ini termasuk jenis ikan soliter, jarang ditemukan dalam kelompok besar.
Namun, yang unik di Perairan Kwatisore, Distrik Yaur Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Ikan Hiu Paus ini dapat dijumpai secara berkelompok dan dapat ditemui sepanjang waktu dan biasanya Hiu Paus muncul ke permukaan laut pada saat pagi atau sore hari untuk mecari makan.
Lebih lanjut dikatakan oleh Aswadi Hamid, pengunjung tahun 2013 pada Kawasan TNTC melalui pintu masuk Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Nabire, baik Domestik maupun Mancanegara tercatat sebanyak 448 (empat ratus empat puluh delapan) orang yang berasal dari Negara Indonesia, Afrika selatan, Amerika, Australia, Austria, Belanda, Belgia, Brazil, Canada, Chile, China, Denmark, Finlandia, Hungaria, India, Inggris, Irlandia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Malaysia, Meksiko, Norwegia, Perancis, Filipina, Rusia, Singapura, Selandia Baru, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, Ukraina, dan Vietnam.
Katanya, pada umumnya, pengunjung tersebut lebih banyak berdalih untuk menikmati atraksi Hiu Paus di Kwatisore.
“Jika ini dapat dikelola dengan baik secara terpadu dari berbagai pihak maka dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi TNTC dan dapat mengangkat nama baik daerah Nabire yang kita cintai ini sebagai daerah bahari yang memiliki objek daya tarik wisata yang memukau,“ pungkas Aswadi Hamid. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2