SD YPK Kalibobo Kemarin Sempat Dipalang

NABIRE – Senin (24/2) sekitar pukul 07.30 WIT, terjadi pemalangan di SD YPK Kalibobo oleh sejumlah wali murid. Sekitar 20-an wali murid sekolah itu melakukan pemalangan terkait dengan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM). Para wali murid yang melakukan aksi ini mengaku kecewa dengan penyaluran dana BSM yang dinilai tidak merata atau tidak tepat sasaran kepada siswa yang kurang mampu (miskin).


Saat aksi, wali murid juga sempat mempertanyakan soal pembagian dana BSM tersebut. Katanya, dana bantuan 1 siswa mendapatkan Rp. 425.000. Para wali murid ini mempertanyakan adanya pemotongan sebesar Rp. 100.000 dengan alasan untuk dibagikan kepada siswa lain yang tidak mendapatkan dana bantuan.
Sekitar pukul 10.30 WIT dilakukan pertemuan di aula kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran Nabire, membahas dana BSM untuk SD YPK Kalibobo. Pertemuan dipimpin Sekretaris Dinas, rimus Butu didampingi anggota staf Abu Bakar. Pertemuan itu dihadiri Kepala SD YPK Kalibobo dan para guru serta para wali murid.
Disampaikan Kepala SD YPK Kalibobo, Andreas Rumasep saat pertemuan, pihak sekolah mengajukan seluruh siswa yang berjumlah 285 siswa. Namun setelah disoirtir dari pusat yang mendapat dana bantuan sebanyak 154 siswa. Terkait dengan pemotongan dana bantuan Rp. 100.000, katanya, ini merupakan kebijakan pihak sekolah. Dana tersebut dibagikan kepada siswa yang tidak mendapatkan dana bantuan agar tidak timbul kecemburuan.
“Kami akan berusaha untuk mengajukan dana bantuan para siswa yang saat ini belum dapat pada periode berikutnya,” ujarnya.
Dari pihak wali murid pada kesempatan itu meminta agar ada transparansi serta kejujuran dalam setiap anggaran BSM maupun anggaran lainnya yang nantinya akan dilaksanakan pertemuan pihak komite sekolah dan wali murid. Pada kesempatan itu juga disampaikan aspirasi agar kepala sekolah diganti karena selama menjabat dinilai tidak pernah berkoordinasi dengan wali murid.
Sekretaris dinas, Primus Butu pada kesempatan itu mengatakan, seluruh wilayah Kabupaten Nabire yang mendapatkan dana BSM dari pusat berjumlah 5.000 siswa. Dan itu akan dibagi semua ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Nabire. Dana bantuan tersebut, kata Primus, dari pusat turun langsung di rekening masing-masing sekolah, bukan melalui Dinas P dan P yang menerima.
“Kami dari Dinas P dan P menyampaikan mengenai mutasi dan lainnya berdasarkan aturan, tidak asal-asalan,” tuturnya. (ros)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2