4 Posko Dibentuk, Thomas Sondegau Siap Pecahkan Suara di Nabire

NABIRE - Thomas Sondegau, ST., anggota DPRP turun di Nabire. Kedatangan kali ini disamping untuk melaksanakan Reses I di tahun 2014, juga dalam rangka mendirikan Posko Pemenangan dalam menghadapi Pemilu Legislatif 9 April 2014.

 

Dalam rangka menghadapi pesta demokrasi itu, dan untuk mendulang suara di Kabupaten Nabire, Thomas Sondegau mendirikan 4 Posko Pemenangan, yakni di SP III Wadio Distrik Nabire Barat, Yaro, Samabusa dan SP II lagari Distrik Makimi.

Sebagai anggota DPRP dan kembali mencalonkan diri dalam Pemilu Legislatif 2014-2019, Thomas Sondegau telah banyak belajar dari pengalaman Pemilu Legislatif sebelumnya, dimana dalam Pemilu Legislatif 2009, dirinya tidak berhasil meraih satu suarapun dari Kabupaten Nabire.

Atas pelajaran berarti itu, Thomas Sondegau, telah  mempersiapkan diri dan salah satunya dengan mendirikan 4 Posko Pemenganan dan membangun jaringan koordinasi di Kabupaten Nabire khususnya dan umumnya di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi Kabupaten Nabire, Dogiyai, Paniai, Deiyai, Paniai dan Kabupaten Mimika.

Anggota DPRP yang duduk di kursi DPRP melalui Partai Patriot pada Pemilu 2009 dan kini menjadi Caleg Partai Demokrat tersebut mengatakan bahwa pembentukan jaringan itu bukan hanya di nabire tetapi juga di kabupaten-kabupaten yang menjadi dapilnya.

Dirinya optimis akan mampu memcecahkan suara di Nabire dengan meraup suara signifikan.

Untuk itu, dalam pertemuan dengan masyarakat Distrik Makimi, Selasa (25/2) kemarin, dirinya meminta dukungan agar masyarakat memilihnya dalam Pileg 9 April 2014.

Ungkapnya, selama duduk di kursi DPRP, dirinya telah banyak memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Nabire di provinsi walaupun dalam Pileg tahun 2009 dirinya tidak mendapat satu suarapun dari Kabupaten Nabire.

Menurut Thomas Sondegau, politik merupakan jaringan yang saling mengkait, jaringan itu terbentuk mulai dari kabupaten/kota, provinsi hingga pusat.Oleh karena itu masyarakat tidak bisa hanya melihat caleg di kabupaten tetapi juga harus mendorong wakilnya untuk duduk di DPR Provinsi dan Pusat atau DPR RI.

“Masyarakat harus tahu, mengerti serta memahami bahwa wakil rakyat mempunyai kedudukan yang penting untuk menyampaikan dan memperjuangkan kepentingan mereka.Masyarakat tidak bisa hanya bertumpu pada wakilnya di DPRD Kabupaten, karena bila tidak mempunyai wakilnya di provinsi dan pusat maka aspirasi itu akan terhenti sampai di DPRD kabupaten, sementara kebutuhan dan kepentingan masyarakat membutuhkan bantuan dari provinsi dan pusat dan yang akan memperjuangkan itu semua adalah wakil-wakil mereka yang duduk di DPR Provinsi dan Pusat,” tuturnya.

“Kebutuhan dan kepentingan masyarakat itu membutuhkan dana banyak dan itu tidak mampu dicukupi hanya dengan dana kabupaten (APBD), perlu sokongan dana provinsi (APBDP dan APBN) pusat.Masyarakat harus tahu bahwa fungsi DPR salah satunya adalah Bugheting atau menyetujui anggaran, sehingga kedudukan DPR sangat penting. Bila tidak mempunyai wakil di provinsi dan pusat maka kebutuhan dan kepentingan masyarakat, jangankan terpenuhi yang memperkjuangkan saja tidak ada,” katanya. 

Thomas Sondegau menegaskan, bila dirinya mendapat dukungan dan terpilih dalam Pemilihan Umum Legislatif 2014, siap memperjuangkan aspirasi masyarakat.Dirinya berjanji akan sering turun langsung melihat kondisi riil masyarakat akar rumput alias masyarakat terbawah.

Oleh karena itu, Tohams Sondegau, meminta kepada masyarakat distrik Makimi untuk mendukung dan memilih dirinya dalam Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang.

Dari Posko SP II Lagari distrik Makimi, Thomas Sondegau melanjutkan guna meninjau Posko di  Samabusa. (iing elsa)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2