Anggota DPRP Turun Kampung, Laksanakan Reses I 2014

NABIRE - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua, Thomas Sondegau, ST, turun lapangan hingga ke kampung guna melaksanakan Reses I di tahun 2014. Lagari Distrik Makimi menjadi sasaran Thomas Sondegau untuk melihat kondisi riil masyarakat akar rumput. Sekaligus untuk mendengar aspirasi langsung dari masyarakat terbawah dalam kegiatan reses itu.

 

Kedatangan anggota DPRP Thomas Sondegau mendapat sambutan hangat dan antusias dari masyarakat SP I, II dan III Lagari, Distrik Makimi. Sedianya dengan SP IV, namun karena acaranya sedikit mendadak sehingga tidak sempat komunikasi. Hal itu terlihat dari ratusan warga masyarakat yang hadir di titik reses yang dipusatkan di SP II Lagari. Bahkan kedatangan Thomas Sondegau mendapat kalungan bunga dari masyarakat yang diwakili tokohnya Sumaidi.

Kepala Kampung SP II Lagari, dalam sambutanya menyampaikan apresiasi kepada anggota DPRP itu. Pasalnya kehadiran atau kunjungan itu selama ini belum pernah ada satupun dari anggota DPRp yang turun langsung ke Lagari Distrik Makimi untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

“Atas nama masyarakat Distrik Makimi (SP I, II, III dan IV) saya menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Thomas Sondegau yang telah datang berkunjung, melihat secara langsung kondisi Distrik dan masyarakat Makimi disini,” ungkapnya.

“Ini merupakan kunjungan pertama kali, karena selama ini belum ada anggota DPRP yang hadir disini untuk melihat keadaan kami,” ujarnya.

Sementara itu tokoh yang dipercaya oleh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, Sumaidi menyampaikan, ada sejumlah hal yang menjadi kebutuhan dan kepentingan masyarakat Distrik Makimi sekaligus berupa aspirasi yang minta untuk diperjuangkan oleh anggota DPRP Thomas Sondegau.

Beberapa hal itu pada intinya ada 6. Pertama, masyarakat meminta air bersih khususnya untuk SP I dan II, yang selama ini belum pernah terealisasi padahal sudah 3 kali proyek dilaksanakan, pipa-pipa sudah tersambung, namun air belum juga mengalir.

Kedua, penerangan alias listrik, pasalnya hingga saat ini penerangan yang ada baru setengah hari yakni mulai mpukul 18.00-24.00 wit. Ketiga, sarana jalan dari Pelabuhan Samabusa hingga makimi yang terlalu sempit ditambah dengan banyaknya rumput liar dipinggir sepanjang jalan sehingga mengakibatkan kurang leluasanya kendaraan bermotor utamanya roda empat untuk lewat saat berpapasan, ditambah sempitnya pandangan saat mengemudi karena rumput liar dipinggir jalan.

Keempat, dalam bidang pertanian, perkebunan dan peternakan, masyarakat Makimi cukup berhasil namun masih disulitkan dengan pemasaran.

Kelima, perlu adanya perbaikan jembatan yang menghubungkan SP II dan SP I.

Sumaidi, mengharapkan dan meminta kepada Anggota DPRP Thomas Sondegau, untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat tersebut.

Keenam, perlunya peningkatan perbaikan sarana jalan di Distrik Makimi sekaligus dengan taludnya.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan itu, Thomas Sondegau mengatakan bahwa dirinya akan membawa aspirasi itu ke Jayapura, membawanya di sidang-sidang DPRP dan akan memperjuangkanya.

“Saya sudah dengan kebutuhan/aspirasi masyakarat disini, saya sudah tampung, saya akan bawa ke Jayapura, meyampaikannya pada sidang-sidang DPRP dan saya siap untuk memperjuangkannya,” tegasnya.

Diakui Thomas Sondegau, walaupun pada Pemilu 2009, dirinya tidak mendapat sumbangan suara dari Kabupaten Nabire, namun sebagai wakil rakyat, dimana Kabupaten Nabire merupakan dapilnya, dirinya akan tetap dan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Makimi. 

Dikatakannya, bila dalam Pemilu Legislatif  terpilih kembali, dirinya akan sering turun ke Nabire untuk bertemu langsung dengan masyarakat akar rumput di kampung-kampung, disamping untuk mendengar secara langsung aspirasi masyarakat juga akan mengontrol proyek-proyek pembangunan yang ada, apakah berjalan atau tidak, apakah bermanfaat bagi masyarakat atau tidak.

“Pemilu 2009 saya tidak mendapat suara dari Nabire, dalam lima tahun ini saya sering turun ke Nabire, namun mau ketemu siapa, namun saya akan tetap untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat disini. Dan saya datang kesini bukan pertama kali dan terakhir, tetapi masih ada pertemuan-pertemuan selanjutnya, saya akan turun dan datang dua kali lagi kesini,” ungkapnya.

Menurutnya, sebenarnya banyak bantuan datang dari provinsi ke kabupaten ini, namun saya tidak tahu kemana. Ada sejumlah oknum yang mengatasnamakan masyarakat, sehingga bantuan itu tidak jelas larinya.

Terkait dengan sambutan masyarakat Distrik Makimi, Thomas Sondegau menyampikan rasa bangganya karena baru kali ini anggota DPRP turun kampung dan mendapat sambutan yang luar biasa.

Dalam kesempatan itu, Thomas Sondegau memberikan bantuan kepada masyarakat uang tunai sebesar Rp. 20 juta. (iing elsa)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2