Dengan Swadaya, Persinab Juara Divisi II

NABIRE – Mengikuti sebuah kompetisi sepakbola apalagi bermain di tingkat nasional, tentu saja butuh dana cukup. Sumber anggarannya bisa dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Tetapi, bagaimana dengan Persinab Nabire yang baru saja meraih juara di kompetisi sepakbola Divisi II tahun 2012/2013 setelah pada Rabu (6/2) di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mengalahkan tim kuat asal Kalimantan, Persekap Kapuas?.


Ketika media ini mewawancarai Manager Tim Persinab Nabire, Peter Fabian Tan Worabay, Sabtu (9/2) siang di Pantai MAF Nabire, diketahui bahwa keikutsertaannya di Divisi II ini tak ada bantuan yang didapat. Lantas, dengan dana dari mana Persinab Nabire bisa ikut berlaga di kompetisi ini?.
Ternyata tidak banyak berharap, Peter “berani” bawa tim kesayangan kita ini dengan murni swadaya. “Saya bawa Persinab, kitong berangkat ke Jakarta dengan mege (uang) pribadi. Saya sendiri sangat peduli dengan sepakbola, kemampuan adik-adik sudah bagus, saya mau generasi muda kita ini berkembang,” kata Peter Worabay.
Seluruh kebutuhan tim sejak berlaga di kompetisi ini mampu ditanggungnya. Membawa Persinab Nabire melakoni laga-laga krusial hingga babak 12 besar bahkan partai final pun berhasil dimenangkan. Raih juara satu dan lolos ke Divisi, adalah sebuah prestasi menggembirakan, turut mengangkat nama daerah ini di pentas persepakbolaan nasional.
Peter akui, walaupun habis-habisan dengan uang pribadi, sangat puas menyaksikan aksi anak-anak Nabire di lapangan hijau. Sudah ada hasilnya, Leonardo Torey dkk sudah bermain bagus, mampu mengalahkan lawan-lawan, dan keluar sebagai juara guru sudah memastikan lolos ke Divisi I. Tak hanya itu, di partai final, Persinab berhasil merebut juara Divisi II.
Dari 19 pemain yang diboyong ke Jakarta rata-rata masih berusia muda, karena memang sesuai aturan Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI), Peter Worabay mengakui adanya kekompakan, disiplin dan rasa cinta terhadap daerah. Hal tersebut memotivasi para pemain mempersembahkan hasil yang terbaik bagi Kabupaten Nabire.
“Tanpa kami perintah, dua hari jelang laga final, adik-adik pemain semua tenang di hotel. Mereka menyadari bahwa kitong ke Jakarta bukan untuk jalan-jalan, tapi untuk bermain dan harus memenangkan laga final. Ya, semua terbukti, hasilnya seperti sekarang ini,” tutur Peter.
Karena itu, ia mau seluruh pemain yang kemarin perkuat di Divisi II tetap dipertahankan.
Ini juga diaminkan pelatih Persinab Nabire, Beny Randy Erari. Kata dia, skuad muda yang sudah bermain di Divisi II akan dipertahankan. Tidak akan dirombak. Pemain ini yang nanti berlaga di Divisi I. Hanya saja, kemungkinan ada rekrut dua atau tiga pemain senior lagi.
Rencana penambahkan pemain, kata Peter Worabay, untuk menambah amunisi tim. Pemain yang akan direkrut diharapkan membantu kekuatan, bukan justru menghancurkan tim. Sebab biasanya pemain baru masuk ke satu tim butuh proses adaptasi, hal ini menjadi satu pertimbangan khusus. Tim yang sudah ada tinggal dipoles, kehadiran satu atau dua pemain senior bisa melengkapinya.
Dalam waktu dekat, kata Peter, para pemain akan segera memulai pemusatan latihan. “Sekitar satu minggu pemain kembali ke keluarga, setelah itu kita sudah harus fokus latihan. Karena Divisi I akan digulirkan tanggal 7 April 2013,” kata mantan Anggota DPRD Nabire periode lalu ini.
Beny Erari, mantan pemain Diklat PPLP Papua yang sempat membela sejumlah tim sepakbola di tanah air ini melihat komposisi pemain Persinab rata-rata dibawah usia 23 tahun, bisa diandalkan. Meski memang suhu kompetisi di Divisi I berbeda dengan Divisi II, karena persaingannya sangat ketat dengan banyaknya tim bertabur pemain sarat pengalaman di Liga Indonesia dan tentu setiap tim sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.
Saat ini tidak ada alasan untuk berhenti apalagi mundur, Peter dan Beny justru berkomitmen, Persinab Nabire siap berlaga di Divisi I. Untuk itu, tentu butuh dukungan semua pihak, baik dukungan finansial, moril dan doa dari seluruh masyarakat pecinta sepakbola di daerah ini.
Para penggemar Persinab Nabire menyambut gembira prestasi kali ini. Sebab, keluar sebagai juara satu sekaligus lolos ke Divisi I merupakan satu sejarah yang ditorehkan Persinab. Dengan hasil itu, menatap Divisi I dengan kepala tegak menuju Divisi Utama merupakan kerinduan bersama kini.
Peduli masa depan generasi muda di daerah ini dan ditambah hobinya pada sepakbola, sejatinya sudah dia buktikan selama ini. Peter merasa tidak rugi walau kemarin tidak ada perhatian dari pemerintah daerah. Bahkan kini ia berani cetuskan untuk membawa Persinab Nabire berlaga di Divisi I. “Saya siap bawa tim ini ikut Divisi I,” ujarnya sembari menyebut ada beberapa orang pengusaha sudah menyatakan niat mereka untuk mendukung Persinab. (you)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2