Lewat Pertanian dan Perkebunan Kita Cetak Mesin Uang Dari Tanah Yang Tuhan Berikan

NABIRE - Tokoh politik dan tokoh masyarakat Kabupaten Nabire, Yulian Jap Marey meminta kepada semua kepala suku dan tokoh-tokoh Papua serta masyarakat Papua agar rajin bertani dan berkebun. Dengan memanfaatkan tanah yang Tuhan berikan di atas negeri ini untuk mencetak mesin uang.


Sebagai orang Papua yang telah diberikan akal, pikiran dan kesehatan diharapkan tidak lagi meminta–minta dan mengemis uang ke Jakarta atau pemerintah pusat lagi. Tetapi dengan tanah yang subur dan luas ini kita akan berhasil mencetak mesin uang dari tanah yang Tuhan berikan bagi orang Papua.
Dan hal yang lebih penting untuk orang Papua mencetak mesin uang lewat garapan tanah yang ada. Marilah kita belajar dari saudara-saudara kita warga transmigrasi yang dengan hasil pertanian dan perkebunan bisa membuat rumah layak huni, membeli motor, mobil dan dapat menyekolahkan anak-anak mereka hingga ke perguruan tinggi.
“Saya selaku tokoh tidak hanya bicara dan mengajak saja, tetapi kini dari lahan perkebunan 12 hektar yang saya tebang, sudah ditanami Rambutan Binjai 1.000 pohon, Rambutan Rapia 1.000 pohon dan kini 80 pohon lagi berbuah serta Durian Manto Merah 700 pohon yang satu bibit dapat dibeli dengan harga Rp. 200 perpohon yang didatangkan dari luar Papua,” kata Yulian Jap Marey kepada Papuapos Nabire, Rabu (26/2) di kediamannya.
“Marilah kita sama-sama membangun mesin uang di atas tanah kita agar kita dapat diberkati oleh Tuhan, ketika tanah dapat dimanfaatkan sebagai sumber kehidupan bagi rumah tangga,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan, dari 12 hektar kebun itu, 5 hektar telah ditanam, 2 hektar dalam tahap galian lubang dan 7 hektar dalam tahap pembersihan untuk siap digali lubang dan selanjutnya dapat ditanam. Karena diharapkan pada 3 hingga 5 mendatang semua hasil tanaman yang ada sudah bisa dapat dinikmati.
Untuk itu sebagai tokoh mengajak semua tokoh dan masyarakat Papua yang ada di wilayah Papua tengah dan Nabire untuk belajar mencetak mesin uang dengan menggunakan dan mengelola tanah yang ada. Agar sebagai sumber kelangsungan hidup bagi kita maupun anak dan cucu kita dan kembali kita dihargai di atas tanah kita sendiri.(des) 
  

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2