Mencoba Kabur, Pelaku Pembunuhan Ditembak

NABIRE - Pelaku pembunuhan Nur Aisya, pelajar kelas XII SMA YPPK Sion Samabusa, akhirnya ditangkap Satuan Reskrim Polres Nabire, Selasa (25/2) sore di Jalan Brawijaya Kotalama. Pelaku berinisal AW (23) berhasil diringkus Tim Buser Polres Nabire, berkat penyelidikan yang berlangsung hampir 1 bulan. 


Pada saat ditangkap, awalnya pelaku AW (23) tidak melakukan perlawanan. Namun ketika pelaku diajak Tim Buser Reskrim Polres Nabire untuk menunjukkan TKP korban saat dieksekusi oleh pelaku, yang beralamat di Tanjung Boratei Kampung Kimi, pelaku sempat melakukan perlawanan, bahkan sempat melarikan diri. Dengan sigap, akhirnya AW (23) terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas di betis kanannya.
Kapolres Nabre, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik., M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Nabire, Widy Setiawan, S.Ik, membenarkan adanya penangkapan terhadap AW (23) yang merupakan otak sekaligus pelaku pembunuhan korban Nur Aisya (17), yang bertempat tinggal di Kampung Samabusa Distrik Teluk Kimi.
Kata dirinya, sesuai hasil penyelidikan dan saat ini, pelaku pembunuhan telah mendekam di jeruji besi Polres Nabire. Terungkapnya kasus tersebut berawal dari ditemukannya mayat korban di sekitar Tanjung Boratei Kampung Kimi pada tanggal 31 Januari 2014 pukul 13.00 Wit, oleh Saksi EK (21) dan DW (44). Saat ditemukan oleh saksi EK (21) mayat korban sudah dalam keadaan membusuk dan telah terlihat tulang rangka korban. Pada saat ditemukan korban menggunakan pakaian berwarna merah, celana panjang berwarna merah dan kalung besi putih yang masih melingkar dileher korban.
Setelah saksi EK dan DW melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan membusuk, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian. Dalam waktu tidak berselang lama, Satuan Reskrim Polres Nabire langsung mendatangi TKP dan melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan mendalam terhadap kematian korban. Dengan ditemukannya mayat tersebut, dari pihak keluarga korban langsung melaporkan kepada pihak terkait tentang hilangnya korban sejak tanggal 12 Januari 2014. Dan setelah diidentifikasi, benar bahwa korban tersebut adalah Nur Aisya.
Kata Setiawan, berdasarkan hasil penyelidikan selama hampir 1 bulan, akhirnya pihak Polres Nabire melalui Satuan Reskrim Polres Nabire berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Nur Aisya. Keberhasilan terungkapnya kasus tersebut, berdasarkan hasil keterangan dari beberapa saksi. Termasuk teman-teman korban yang telah dimintai keterangan oleh Satuan Reskrim Polres Nabire.
“Setelah AW (23) ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap korban Nur Aisya, akhirnya tersangka yang juga merupakan pelaku pembunuhan, berhasil diringkus Satuan Reskrim Polres Nabire, Selasa (25/2) bertempat di Jalan Brawijaya Kotalama Distrik Nabire, pukul 15.00 Wit. Setelah pelaku AW (23) berhasil diringkus oleh Sat. Reskrim Polres Nabire, pelaku langsung dibawa ke TKP, untuk menunjukkan barang bukti dan bukti-bukti lainnya yang disembunyikan oleh pelaku,” tuturnya.
Setelah sampai di TKP, lanjut Kasat Reskrim Polres Nabire, AKP. Widy Setiawan,S.Ik, ternyata pelaku langsung berteriak histeris ketakutan, karena mungkin mengingat perbuatan tersangka terhadap korban. Bahkan pelaku AW (23) sempat berhasil lari dan ingin kabur dari TKP, sehingga pelaku terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas oleh Polisi.
Akibat perbuatan tersangka, akhirnya AW (23) harus digotong pihak kepolisian ke RSUD Nabire untuk melakukan perawatan medis, akibat luka tembak yang dialaminya.
Kata Kasat, sesuai dengan hasil penulusuran dan hasil investigasi, serta kerena dari tersangka, bahwa AW (23) melakukan pembunuhan terhadap korban karena sakit hati terhadap korban yang juga merupakan pacar tersangka. Korban sudah tidak lagi ingin berhubungan dengan tersangka. Dengan alasan sudah mempunyai kekasih yang lain, yang menurut keterangan tersangka AW (23) dalam waktu dekat korban ingin menikah dengan pria tersebut.
“Keterangan tersangka AW (23), bahwa dirinya tega menghilangkan nyawa korban dengan cara mencekik korban dengan kedua tangannya hingga tewas. Setelah itu, tersangka AW (23) menggunakan sweater yang dikenakan korban lalu mengikatkatnya dileher, dengan alasan, agar korban mudah dipindahkan oleh tersangka ke tempat atau lokasi korban ditemukan. Korban ditemukan tewas dalam kondisi terikat dengan sweater yang dipakinya di bawah salah satu pohon yang sudah tumbang,” ujarnya.
Dari kejadian tersebut, Satuan Reskrim Polres Nabire berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Soul GT berwarna putih milik korban, 1 buah helm, 1 buah celana panjang berwarna merah, 1 buah sweater milik korban dan 1 buah sandal milik korban. Dan pada saat ditemukan, kondisi korban sudah hampir tidak dikenali lagi. (cad)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2