Akses Jalan Nabire-Samabusa Bawah Putus Total

NABIRE - Pembangunan jalan dan jembatan di ujung timur dan barat Nabire terus digiatkan oleh pemerintah daerah melalui sejumlah sumber dana. Namun kondisi jalan dan jembatan di ruas jalan Nabire–Samabusa hingga saat ini putus total. Ada tiga jembatan yang putus total masing-masing jembatan Kali Kimi Bawah, jembatan Kali Merah dan Jembatan Sungai Fewu seputar Kampung Air Mandidi Distrik Teluk Kimi.


Dari tiga jembatan ini, ada dua jembatan yang dibuat jembatan kayu (para-para)  yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Itu pun harus dengan penuh kehati-hatian, karena tiang kayu utama hanya digunakan kayu buah. Sedangkan dari tiga jembatan ini baru jembatan kayu Fewu Kampung Air Mendidi yang sedang dikerjakan pihak kontraktor, sementara dua jembatan belum ada reaksi pekerjaan apapun.
Salah seorang tokoh gereja Kampung Air Mandidi, Hans Gustaf Rumaikewi yang ditemui Papuapos tiga hari lalu di kediamannya mengatakan, sudah hampir dua tahun lebih tiga jembatan ini putus total dan tidak bisa digunakan oleh masyarakat dengan menggunakan kendaraan roda empat.
Bukan tiga jembatan saja yang putus, tetapi juga kondisi ruas jalan aspal yang juga sudah rusak total yang tidak bisa dilalui dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Karena jalannya kebanyakan berlubang yang membuat pengendara maupun pengemudi bersama penumpang jika melewati jalan ini pasti sakit badan dan salah menyetir atau mengemudi pasti jatuh.
Karena melewati ruas jalan Nabire–Samabusa bawah pasti ada tiga hal yang harus diperhatikan. Ruas jalan berlubang, jalan sempit dan  3 jembatan putus total. Sehingga sejumlah tempat–tempat wisata yang ada di seputar Tanjung Boratey hingga Kampung Air Mandidi (Kali Fewu) macet atau tidak dikunjungi orang alias sepi dari pengunjung.
Untuk itu diharapkan kepada pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) agar turun lapangan dan melihat dari dekat kondisi ruas jalan Bawah Nabire-Samabusa. Dan selanjutnya bisa diperhatikan untuk dilakukan perbaikan guna membantu akses transportasi bagi masyarakat seputar Kimi Bawah hingga Kampung Air Mandidi. (des)  

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2