39 Orang Ikut Konsolidasi Caleg Perempuan Nabire

NABIRE - Kegiatan konsolidasi Calon Anggota Legislatif (Caleg) perempuan Nabire yang digelar atas kerja sama Dharma Wanita Kabupaten Nabire, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire, MPR Pokja Perempuan dan Komisi E DPR-P Provinsi Papua berlangsung Sabtu (1/3) di Aula Sion Nabire.


Tampak hadir Komisi E DPRP Provinsi Papua, Hagar Aksamina Maday, Ketua KPU Nabire, Petrus Rumere, Dharma Wanita dan anggota MRP yang diwakili Fransiska Okmonggop Mote, S.Sos yang dihadiri oleh 39 orang Caleg perempuan yang terdaftar sebagai Caleg pada 12 Parpol peserta Pemilu 9 April 2014 mendatang.
Pada kesempatan tersebut ketua KPU Nabire, Petrus Rumere mengatakan, sebagai Caleg perempuan yang juga menjadi peserta Pemilu diharapkan dapat mengenal lebih dekat Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) serta Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing Caleg.
Karena sebagai penyelenggara (KPU, red) mengharapkan pada Pemilu 9 April 2014 maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tidak ada lagi istilah Golput. Tetapi masyarakat datang secara langsung di TPS masing-masing dan dapat menyalurkan hak berpolitik dan berdemokrasi secara langsung di TPS yang ada tanpa diwakilkan. Diharapkan undangan untuk masyarakat dapat disampaikan kepada pemilih 2 sampai 3 hari sebelum hari H coblos.
“Jangan besok mau coblos, malam ini di atas jam 10 malam baru undangan disampaikan. Diharapkan ada kekompakan antara semua Caleg perempuan bersama para perempuan lain yang tidak ikut Caleg agar ada keterwakilan Caleg di kursi parlemen DPRD Kabupaten Nabire 9 April 2014,” tuturnya.
Untuk itu para Caleg perempuan yang ada di 12 Parpol yang tersebar di 4 Dapil yang ada di Kabupaten Nabire diharapkan bisa memberikan pengaruh dan pemahaman bepolitik yang baik kepada semua ibu-ibu. Agar pada tanggal 9 April bisa ada perwakilan perempuan di kursi DPRD Kabupaten Nabire.
Apabila kita ingin ada wakil perempuan di kursi DPRD Kabupaten Nabire, maka disarankan semua Caleg maupun organisasi-organisasi perempuan yang ada dapat menyampaikan ajakan ini lewat media cetak dan elektronik yang ada untuk membuat gebrakan atau terobosan yang bersifat ajakan kepada semua pihak.
Sementara itu, anggota DPRP Provinsi Papua, Hagar Aksamina Maday juga menambahkan, yang membedakan antara Caleg laki-laki dan perempuan itu hanya kodrat. Seorang Caleg perempuan itu akan berjuang dengan hati kepada masyarakat. Karena dalam diri seorang perempuan akan lahir kasih dan sayang yang tulus sebagai seorang ibu yang melahirkan.
Untuk itu sebagai Caleg perempuan yang kini sudah resmi menjadi Caleg  tetap diharapkan siap menerima jabatan sebagai anggota DPRD. Dan kita sebagai Caleg perempuan harus katakan kita bisa dan lebih hebat serta dapat percaya diri sebagai calon wakil rakyat dari kaum hawa yang akan berjuang untuk masyarakat.(des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2