Kegiatan Songsong HUT Persit ke-67 Dibuka

NABIRE - Sejumlah kegiatan dalam rangka menyongsong dan memperingati HUT Persit ke-67 dibuka dalam bentuk upacara. Pembukaan sejumlah kegiatan tersebut ditandai dengan pelepasan balon yang bertuliskan HUT Persit ke-67 oleh Inspektur Upacara selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XX Nabire, Ibu Rudy Jayakarta Runtuwene, Jum’at (15/3) di lapangan Makoyonif 753/AVT.


Upacara pembukaan kegiatan dalam rangka memperingati HUT Persit ke-67 diikuti ibu-ibu istri prajurit TNI di Kodim 1705/Paniai, Batalyon Infanteri (Yonif) 753/AVT dan denzipur 12/OHH Nabire. Bertindak sebagai komandan upacara istri Danramil Kota, Ibu Edy Rumatrei.
Seusai menjadi inspektur upacara, Ibu Rudy Jayakarta Runtuwene mengatakan kegiatan berbentuk upacara merupakan pembukaan sejumlah olahraga yang dilombakan dalam memperingati HUT Persit ke-67.  Pesertanya terdiri dari Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XX Kodim 1705/Paniai, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXI Yonif 753/AVT dan Persit Kartika Chandra kirana Denzipur 12/OHH Nabire.
Setelah dilangsungkan upacara pembukaan, dilanjutkan dengan sejumlah perlombaan, diantaranya lomba tangkap belut dan joged balon.
Menurut ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XX Kodim 1705/Paniai bahwa setelah hari peratma masih ada sejumlah perlombaan yang akan dilaksanakan.
“Setelah pembukaan, pada hari ini kita laksanakan dua jenis lomba yakni tangkap belut dan joged balon, setelah hari ini beberapa kegiatan lomba setiap hari Jum’at yang diikuti oleh peserta gabungan 3 satuan yakni Kodim 1705/Paniai, Yonif 753/AVT dan Denzipur 12/OHH Nabire. Untuk lomba selanjutnya akan dilaksanakan pada minggu ke-4 di Makodim 1705/Paniai berupa merempel meja, merangkai bunga dan buah, lomba makanan khas Papua yang mengambil bahan dasar sagu dan singkong dan jagung, lomba merias tanpa kaca untuk Muslim dan Non Muslim,” terangnya.
Sementara untuk puncak acara HUT Persit ke-67 yang jatuh pada tanggal 3 April 2013 akan diisi dengan acara syukuran dan mengambil tempat di Makoyonif 753/AVT.
Dikatakan Ibu Rudy Jayakarta Runtuwene, disamping kegiatan-kegiatan lomba, peringatan HUT Persit ke-67 tahun 2013 juga diisi dengan kegiatan sosial seperti anjangsana berbagi kasih.
“Bukan hanya lomba-lomba yang akan kita laksanakan namun juga ada kegiatan sosial yakni anjangsana. Dalam kegiatan sosial ini kami akan melaksanakan anjangsana di 2 panti untuk Muslim yakni Panti Asuhan Muhammadiyyah dan Hidayatullah Sanoba, sedangkan untuk Nasrani kita akan anjangsana di Panti Asuhan Agape Kaibobo,” paparnya.
Dalam kesempatan itu Ibu Rudy Jayakarta Runtuwene mengharapkan dengan peringatan HUT Persit ke-67 mampu memupuk rasa kekeluargaan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara anggota Persit.
“Kita sebagai anggota Persit mungkin jarang berkumpul, dengan adanya moment ini kita harapkan mampu memupuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan, mulai sekarang dan seterusnya,” ungkapnya.
Terkait dengan posisinya sebagai pendamping atau istri prajurit TNI, anggota Persit diharapkan mampu untuk mendorong dan membantu suami dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya masing-masing.
“Anggota Persit ini kan beragam profesianya, PNS, ada yang sawsta, ibu rumah tangga dan lain-lain.Dari keberagaman diharapkan akan saling mengisi, memberi dan berbagi.Bagi ibu yang memiliki keahlian berdagang mungkin bisa ditularkan kepada teman-temannya.Yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam hal kesehatan juga bisa berbagi ilmunya dengan teman-temannya yang lain, bagaimana mempunyai anak-anak dan rumahtangga yang sehat, bagi yang memiliki kemampuan kerajinan juga bisa berbagi dan bagi anggota yang merasa tidak memiliki keahlian tidak perlu merasa malu untuk bertanya dan belajar dari teman-temanya dalam segala hal.Keahlian-keahlian, profesi apapun diharapkan dapat mendorong dan membantu suami sudah barang tentu disamping sebagai kodratnya sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anak-anak dan rumah tangganya,” tuturnya.
“Saat kegiatan seperti ini yakni peringatan Persit dimana mereka berkumpul, mereka dapat saling berbagi ilmu pengetahuan, beragam profesi tetap satu, saling bantu dan saling berbagi. Dengan segala keahliannya tetap dapat membantu suaminya melaksanakan tugas,” ungkapnya.
“Bukan hanya sorang istri itu harus dirumah tetapi segala macam profesi dapat dipupuk dan dikembangkan, disamping untuk memupuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan diantara anggota Persit juga dengan ibu-ibu bekerja sangat baik untuk membantu suami,” imbuhnya.
“Artinya bukan hanya kekeluargaan dan kebersamaan yang dapat dipupuk tetapi profesionelisme dalam bekerja juga dapat diraih,” tandasnya.
Lebih jauh dikatakannya, bahwa Persit dapat bergabung dengan organisasi-organisasi lain diluar dan kedepan Persit akan lebih maju dan sukses. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2