Nabire Jadi Pusat Perekonomian Wilayah Pegunungan Tengah

NABIRE - Secara geografis, Nabire merukan daerah yang sangat strategis.Nabire yang merupakan pintu masuk daerah-daerah atau kabupaten-kabupaten lain di wilayah Pegunungan Tengah.Oleh karena itu Nabire merupakan pusat perekonomian wilayah Pegunungan Tengah.

 

Hal demikian diungkapkan Wakil Bupati Nabire mesak Magai,S.Sos.,M.Si., Senin (18/3) kemarin.

Dikatakannya, dengan letak yang strategis dan menjadi pintu masuk daerah lain maka Nabire juga menjadi tumpuan bagi kabupaten-kabupaten lain di Wilayah Pegunungan Tengah seperti Dogiyai, Deiyai, Paniai, Puncak Jaya, Puncak dan Puncak Jaya.

Menurutnya, bukan hanya dalam hal perekonomian Nabire menjadi pusat namun juga dalam bidang-bidang lainnya seperti pendidikan dan kesehatan.

“Saya melihat Nabire ini satu kabupaten yang terletak di kawasan  Tengah Papua. Bila kita melihat bagian barat, timur nabire itu menjadi pintu akses bagi kabupaten-kabupaten dibelakangnya, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya.Oleh karena itu Nabire menjadi pusat aktivitas perekonomian. Sementara selagi roda pemerintahan kabupaten-kabupaten baru  dibelakangnya sementara belum berjalan baik maka pusat aktivitas, perputaran keuangan central di Nabire baik itu burh, pemerintahan daerah dan duania swasta berada di Nabire.Nabire sangat menunjang untuk menjawab kebutuhan perekonomian masyarakat Papua bagian tengah,” terangnya.

Terkait dengan kesehatan, Mesak Magai mengatakan bahwa rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Nabire menjadi rujukan pasien dari kabupaten-kabupaten dibelakangnya.Pasien yang menjadi rujukan dari kabupaten-kabupaten itu diantar ke RSUD Nabire.

“Setelah saya melihat, mencatat dan mendata ternyata pasien-pasien yang berada di RSUD itu lebih banyak berasal dari kabupaten-kabupaten lain tersebut.Ternyata pasien dari kabupaten-kabupaten dibelakang Nabire lebih tinggi daripada pasien dari penduduk asli Nabire,” tuturnya.

Hal itu mendorong akan dilakukan penyampaian kepada beberapa kabupaten dibelakang Nabire agar bila perlu membantu masyarakatnya yang menjadi rujukan di RSUD Nabire.

“Kitaakan minta Pemerintah Daerah bersangkutan seperti Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya untuk membantu masalah keringan bila perlu pembebasan biaya pasien yang bersangkutan dari daerah masing-masing pasalnya APBD Nabire dipergunakan untuk kebutuhan pasien masyarakat Nabire.Bila perlu Pemerintah Daerah kabupaten-kabupaten itu memperhatikan masyarakatnya sendiri-sendiri yang menjadi pasien di RSUD Nabire.Mereka datang menjadi rujukan dan dirawat di RSUD, sementara ketika ruang-ruang kelas III penuh maka pasien harus teraksa berada dilorong jalan itu yang perlu diperhatikan.Untuk kebutuhan pasien asli masyarakat Nabire saja anggaran kita kewalahan apalgi untuk melayani masyarakat dari luar Nabire.Pemerintah daerah kabupaten-kabupaten itu harus memperhatikan masyarakatnya yang menjadi pasien rujukan di RSUD Nabire,” paparnya panjang lebar.

Dikemukakan wakil Bupati, dalam hal pendidikan juga sama.Nabiremenjadi pusat pendidikan di Wilayah Bagian Tengah Papua.

Sementara Perguruan Tinggi USWIN menjadi jawaban bagi kebutuhan pendidikan itu.Oleh karena itu Wabup Mesak meminta Pemerintah Daerah kabupaten-kabupaten dibelakang Nabire untuk sama-sama memperhatikan USWIM.

“Pemerintah Daerah kabupaten-kabupaten lainnya juga kami minta untuk memperhatikan dalam bidang-bidang lainnya disamping perekonomian, pendidikan dan kesehatan, karena masyarakat di kabupaten-kabupaten belakang Nabire masih sangat bergantung pada Kabupaten Nbaire,” pungkasnya. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2