Suku Yerisiam Gua Minta Moratorium Aktivitas PT Nabire Baru

NABIRE - Melihat tindakan pengabaian yang dilakukan terus menerus oleh perusahan sawit PT. Nabire Baru terhadap hak-hak masyarakat adat pemilik ulayat Suku Yerisiam Gua hingga detik ini, namun pekerjaan terus dilakukan dan terus mendapatkan ijin dari oknum-oknum pemerintah/dinas terkait sementara hak-hak adat kami belum terealisasikan. Maka oleh sebab itu Kami Masyarakat Adat Yerisiam Gua dengan tegas menyampaikan empat sikap terhadap kegiatan dimaksud.

Petrus Rumere : “Jangan Sekali-Kali Bermain dan Keluar dari Aturan”

NABIRE - Sesuai dengan jadwal secara nasional, dimana dalam PKPU Nomor 9 Tahun 2015 dan tahapan jadwal tanggal 11 - 15 Juni KPU menerima penyerahan berkas dukungan dari bakal calon bupati dan wakil bupati melalui jalur independen/perseorangan.

KPU Paparkan Persyaratan Calon Independen

NABIRE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire mengundang calon perseorangan atau independen Bupati dan Wakil Bupati Nabire periode 2015 - 2020, Selasa (26/5) kemarin. Bahkan dalam pemaparan persyaratan bagi calon independen bupati dan wakil bupati, KPU juga mengundang tim dan operator masing-masing calon dengan membawa laptop.
Ketua Pojka KPU Nabire, Oktovianus Takimai, Sekretaris KPU, Michael Mote, SH.,M.Hum, anggota KPU Nelius Agapa dan Oktovina Karubui serta salah satu Kasubag di sekretariat KPU Nabire, Rudi Lati bergantian memaparkan sejumlah persyaratan dan aturan-aturan untuk calon independen.
*Pendaftaran Calon Independen 11 - 15 Juni
Dalam pemaparan itu diketahui, pendaftaran bagi calon independen/perseorangan dimulai tanggal 11 Juni 2015 dan akan sampai dengan tanggal 15 Juni 2015 pukul 16.00 Wit, setelah tanggal dan waktu yang ditentukan maka KPU Nabire tidak akan melayani lagi pendaftaran tersebut.
Dalam kesempatan itu itu juga disebutkan bahwa persyaratan untuk maju sebagai calon independen minimal harus mendapat dukungan 10 persen dari jumlah penduduk Nabire.
Diterangkan Sekretaris KPU Nabire, Michael Mote, jumlah penduduk Nabire saat ini 163.505 jiwa sehingga calon independen harus mendapat dukungan sebanyak 16.300.
“Dan itu harus dibuktikan dengan identitas seperti KTP, paspor, Kartu Keluarga (KK) untuk satu pendukung satu KK. Dan itu masih harus ditambah dengan surat pernyataan dukungan dari yang bersangkutan,” ungkap Ketua Pokja Oktovianus Takimai.
Minimal 16.300 dukungan itu juga harus tersebar diminimal 50 persen distrik se-Kabupaten Nbaire, sehingga dengan jumlah distrik di Kabupaten Nabire sebanyak 15 distrik, maka dukungan 16.300 itu harus tersebar di 8 distrik tanpa melihat seberapa besar dukungan di masing-masing distrik tersebut.
Setelah mendaftar mulai tanggal 11 sampai dengan 15 Juni 2015 pukul 16.00, KPU memberikan waktu 14 hari untuk melakukan perbaikan berkas yang dikirim ke KPU Nabire.
“Kami ingatkan pendaftaran terakhir tanggal 15 Juni pukul 16.00 Wit. Bila jam 16.00 Wit yang datang hanya calonnya sementara berkasnya tidak dibawa/tidak dimasukkan maka kami nyatakan tidak mendaftar, terkecuali bila berkasnya yang dimasukkan walaupun tanpa calonnya maka akan diterima dan dinyatakan mendaftar,” terang Rudi.
Dalam sosialisasi sekaligus pemaparan persyaratan dan aturan bagi calon independen, juga dibuka PKPU terkait calon utamanya PKPU Nomor 9 Tahun 2015.
Salah satu yang dikatakan Sekretaris KPU Nabire, bagi siapapun yang akan maju dalam bursa Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Nabire, bila anggota TNI, Polri dan PNS aktif harus mengundurkan diri sejak mendaftarkan diri di KPU. (iing elsa)

 

Plh Bupati Buka Musda III DWP Nabire

NABIRE - Pembukaan Musyawarah Daerah III (Musda) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Nabire Masa Bhakti 2009 – 2014, Selasa (26/5) di Gedung Guest House Jalan Merdeka Nabire dibuka secara resmi Plh Bupati Nabire Drs. Johny Pasande, dengan ditandai pemukulan Tifa dan penyamatan tanda peserta.
Sebelum membuka kegiatan tersebut, Plh Bupati Johny Pasande dalam sambutannya mengatakan, segenap pengurus DWP Kabupaten Nabire, akan melaksanakan Musda ke-III,    selain sebagai amanat organisasi, Musda juga sebagai forum pertanggungjawaban pengurus lama, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan pengurus baru masa bhakti 2015 – 2020 serta merumuskan program kerja  organisasi.
Terang Johny, sebagai mitra pemerintah organisasi dharma wanita telah banyak menunjukkan kiprahnya, terutama dalam hal mempersatukan istri-istri PNS mulai dari tingkat pusat sampai daerah, dalam mendukung pelaksanaan tugas para suami, pemberdayaan perempuan, pengarusutamaan gender, penurunan prevalensi gizi buruk, peningkatan kesehatan ibu dan anak serta meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarga.
“Saya menilai peran ganda tersebut dapat terlaksana berkat kerja keras, dedikasi dan pengabdian yang tinggi dari segenap ibu-ibu dharma wanita dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai visi dan misi organisasi,” terangnya.
Musda III DWP Kabupaten Nabire kali ini, memiliki arti penting sekaligus kunci bagi menentukan masa depan organisasi. Sehubungan dengan itu ada beberapa hal pokok yang perlu menjadi perhatian dalam forum Musda ini.
Yakni, tambahnya, pertama selain memilih pengurus baru, kegiatan Musda ini juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kegiatan yang telah dilaksanakan serta menyusun program yang penting dan strategis pada periode mendatang.
Kedua, perlu ada inovasi dan terobosan program dalam meningkatkan potensi organisasi yang dimiliki, seperti  membantu pendidikan anak-anak PNS yang berprestasi, meningkatkan kerjasama dengan lembaga terkait dalam pelayanan informasi dan konsultasi keluarga di Bidang Kesehatan Reproduksi (PIKKR), pencegahan dan penularan penyakit HIV/Aids, bahaya Narkoba dan minuman keras.
“Ketiga, mengupayakan perlindungan terhadap hak-hak kaum perempuan dan bantuan hukum  bagi keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.
Hal-hal tersebut diatas masih relevan, untuk terus diagendakan pada program kerja Dharma Wanita agar dapat meningkatkan kinerja organisasi dan memberikan  kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan Kabupaten Nabire.
Kesempatan yang sama Ketua Panitia Musda Ny Sukadi dalam laporannya menyampaikan kegiatan Musda III DWP Kabupaten Nabire adalah forum tertinggi organisasi yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali oleh pengurus DWP Kabupaten Nabire.
Dasar pelaksanaan Musda III DWP Kabupaten Nabire, adalah SKEP 001/DWP. KAB. NABIRE/IV/2015, tentang pembentukan dan pengesahan panitia penyelenggara Musyawarah Daerah III DWP Kabupaten Nabire. Thema Musda III DWP Kabupaten Nabire sendiri yakni ‘DWP Tanggung Jawab Kita Semua’.
Lanjutnya, dalam Musda kali ini juga akan membahas dan mengevaluasi pelaksanaan program kerja DWP Kabupaten Nabire tahun 2009 - 2014. Membahas permasalahan dan kendala yang ditemui pada pelaksanaan program kerja selama kurun waktu tersebut. Menetapkan program unggulan DWP yang perlu dilaksanakan sampai dengan akhir masa kepengurusan DWP Nabire 2009 - 2014.
Jumlah peserta Musda III DWP Kabupaten Nabire sebanyak 310 orang terdiri dari pengurus DWP Nabire sebanyak 40 orang. Utusan DWP unsur pelaksana sebanyak 246 orang dan utusan DWP distrik sebanyak 24 orang.
“Atas nama panitia penyelenggara Musda III DWP Kabupaten Nabire menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materil, sehingga musyawarah daerah III DWP Kabupaten Nabire dapat diselenggarakan dengan baik,” pungkasnya.
Hadiri pada pembukaan Musda ini, Forkopimda Kabupaten Nabire, Ketua Pengadilan Negeri Nabire, Komandan Batalyon 753 Arvita Nabire, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nabire, para kepala badan, dinas, kantor  di lingkungan Pemkab Nabire, Ketua Gow, pimpinan organisasi perempuan serta para hadirin undangan lainnya. (modes/wan)

 

Ponpes Darul Fikri Gelar Lomba Cerdas Cermat

NABIRE - Dalam rangka menyambut Haflah dan Imtihan Akhirusssah ke-4, Yayasan Pondok Pesantren Darul Fikri menggelar lomba cerdas cermat tingkat SD/MI dan SMP/MTs, Sabtu (23/5). Cerdas Cermat tingkat SD/MI diikuti oleh 8 regu dari 4 sekolah dasar, sementara tingkat SMP/MTs diikuti oleh 16 regu dari 9 sekolah tingkat pertama.
Untuk tingkat SD/MI, yang menyelenggarakan adalah Sekolah SMP Daul Fikri Al-Madina, sedangkan untuk tingkat SMP/MTs diselenggarakan oleh pengurus SMA Al-Madina. Sebelum masuk final, lomba cerdas cermat, baik tingkat SD/MI maupun SMP/MTs pertama dilombakan dalam babak kualifikasi/penyisihan dan 4 regu terbaik masuk ke babak final untuk mencari juara 1, 2, 3 dan juara harapan.

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2