Home Berita Pilkada KPPS Luar Kota Lebih Tertib Dibanding Dalam Kota ?

KPPS Luar Kota Lebih Tertib Dibanding Dalam Kota ?

suroso  Jumat, 30 Juli 2021 6:44 WIT
KPPS Luar Kota Lebih Tertib Dibanding Dalam Kota ?

NABIRE – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Nabire dalam prosesnya, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPP) di luar kota lebih tertib dibanding di dalam kota. Pemungutan dan perhitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) di luar kota lebih tepat dilaksanakan dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dibanding di dalam kota.

Karena, di luar kota seperti di kawasan satuan pemukiman (SP) Kali Bumi hingga Wanggar, dari Kampung Wadio hingga Wiraska, warga ke TPS dengan surat pemberitahuan dan menggunakan KTP-e, sementara di dalam kota, sejumlah TPS lebih mengandalkan surat pemberitahuan sebagai jaminan untuk memberikan suara di TPS, sekalipun tanpa memperlihatkan KTP-e.

Menurut pantauan media ini, pelaksanaan pemungutan suara di TPS dari Kampung Wadio hingga Kampung Wiraska, warga ke TPS untuk memilih berdasarkan KTP dan daftar pemilih sesuai dengan DPT per TPS. Sementara di dalam kota, beberapa TPS masih menggunakan surat pemberitahuan sebagai kartu hak memilih di TPS.

Salah seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di dalam kota mengungkapkan, peluncur dari dua kandidat pasangan calon mengutus orang untuk membeli surat suara ke KPPS. Bahkan sebelum pemungutan suara juga ada peluncur dari kandidat tertentu mendatangi TPS dengan menawarkan membeli surat pemberitahuan dengan sejumlah uang. Namun, tidak dilayani karena tidak mau kecolongan.

Sementara di TPS lain di dalam kota, warga mngungkap ketahuan ada yang membeli surat pemberitahuan dengan nomor yang tercatat di DPT per TPS. Ketika pemilik nomor urut di DPT per tes, ternyata nomor tersebut sudah jatuh di tangan orang lain.

Praktek membeli surat pemberitahuan dan menjual surat pemberitahuan ini disinyalir masih dipraktekan oleh oknum tertentu di dalam kota Nabire.

Permainan dari pemain-pemain lama ini masih terjadi saat pelaksanaan PSU Nabire kemarin. Permainan beli suara lewat membeli surat pemberitahuan lewat KPPS ini rawan terjadi karena sebelum PSU, kandidat paslon tertentu membuka pintu lebar di kediaman. Bahkan hingga tengah malam pun masih ramai.

Dari hasil penelusuran tersebut, cukong-cukong politik dan pihak-pihak tertentu masih bermain dengan surat pemberitahuan tanpa mempertegaskan menggunakan KTP-e untuk memilih di TPS di dalam kota.  

Berbeda dengan luar kota. Beberapa warga di Kampung Wiraska dan Wanggar Sari yang ditanyai secara terpisah mengungkapkan, pemungutan suara kali ini kita laksanakan dengan tenang, hanya warga yang mempunyai hak pilih saja ke TPS untuk mencoblos, berbeda dengan pemilu dan Pilkada lalu-lalu. Karena, tidak ada pergerakan massa dari TPS ke TPS dengan membawa surat pemberitahuan mengatasnakan warga lain.

Marthen Pakage dari Wanggar Sari mengatakan pemungutan kali tenang, warga memilih sesuai dengan pemilih yang terdaftar, tidak ada orang di luar yang masuk untuk coblos. Hal ini juga diamini oleh beberapa warga lain di sekitarnya.

Menurut pantauan media, jarang kendaraan melintas di jalan saat pemungutan suara di TPS, khususnya di kawasan pemukiman warga trans dari Nabire Barat hingga Yaro. Kalaupun ada kendaraan baik roda dua maupun roda empat, hanya sekedar memantau pelaksanaan pemungutan suara.

Pelaksanaan PSU ini dikata sukses dan tertib, karena di kawasan SP, tidak ada saksi yang protes dan saat perhitungan tenang mengikuti berapa suara yang akan diraih masing-masing pasangan calon. Bahkan di Karadiri misalnya, 3 TPS menempati lokasi pemungutan suara berdekatan untuk meminimalisir kesibukan warga mencari tempat untuk coblos menyalurkan hak pilihnya. Demikian juga di Kampung Wanggar Sari. Sedangkan di tempat lain, lokasi penempatan TPS agak jauh satu sama lainnya.

PSU tertib dan sukses karena ketika selesai perhitungan suara di TPS, KPPS menyediakan salinan hasil perhitungan suara dalam formulir KWK dan diserahkan kepada masing-masing saksi dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL) Distrik. Ini pertanda, KPPS bekerja terbuka dan jujur terhadap perolehan suara masing-masing pasangan calon peserta Pilkada Nabire tahun 2020.

Walaupun PSU Pilkada Nabire kita sukses dengan tertib, sejumlah warga yang seharusnya punya hak pilih tidak menyelurkan haknya di TPS. Karena, masih terdapat warga yang sudah bermukim lama di Nabire dengan alamat jelas, ternyata tidak terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) yang diumumkan KPU Kabupaten Nabire. Namanya tidak terdaftar di TPS.

Sementara itu, ada warga lain mengungkapkan, sudah pindah dari Nabire setahun lalu namun ternyata masih terdaftar sebagai penduduk Nabire dan namanya terdaftar di dalam DPT.

Dengan kejadian seperti ini, warga mempertanyakan kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Nabire. Karena, masih ada data penduduk dari warga yang sudah keluar dari Kabupaten Nabire masih terdaftar sebagai penduduk Nabire dan sejumlah warga Nabire bisa tidak terdaftar di dalam data penduduk yang diserahkan kepada KPU untuk memverifikasi data pemilih. Bisa sebaliknya, KPU melalui petugas pemutahiran data penduduk tidak bekerja maksimal. (ans)

Polling has no value
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
*) Oleh Agustinus KegiyePada Jumat 3 September 2021, saya bersama 24 Guru sempat berdialog tentang Dogiyai Bahagia. Diskusi kami tentang mak

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Suara dari Kedalaman Jiwa
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Intan Jaya Masuk Level 2 Penerapan PPKM
suroso  Rabu, 11 Agustus 2021 22:17
Menangi PSU, Ini Pesan Mesak Magai
suroso  Senin, 2 Agustus 2021 15:10
Jika Tak Ada Gugatan, KPU Tetapkan Paslon Terpilih
suroso  Selasa, 3 Agustus 2021 21:31
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan