Home Pemda Dogiyai Kadis Suksel : Terimakasih Dinkop UKM Dogiyai Atas Bantuan Barang

Kadis Suksel : Terimakasih Dinkop UKM Dogiyai Atas Bantuan Barang

suroso  Senin, 24 Oktober 2022 8:21 WIT
Kadis Suksel : Terimakasih Dinkop UKM Dogiyai Atas Bantuan Barang

NABIRE –Kepala Distrik Sukikai Selatan, Kristianus Tagi menyampaikan terima kasih kepada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah ((Dinkop UKM) Kabupaten Dogiyai atas bantuan kepada masyarakat berupa barang kebutuhan masyarakat. Bantuannya sudah diterima masyarakat Sukikai Selatan karena sudah diantar langsung ke Unito, sebagai ibukota distrik. 

Kepala Distrik Sukikai Selatan (Suksel), Kristianus Tagi di Nabire, Sabtu (15/10) mengatakan sebagai kepala wilayah dan atas nama masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Dinkp UKM Dogiyai yang telah mendistribusikan barang langsung ke Unito, karena barang sudah diterima masyarakat.

Kristianus Tagi mengatakan bantuan barang kebutuhan masyarakat ini disalurkan melalui mini market. Tetapi sementara ini ditampung di gudang Mes staf Distrik Suksel. Apabila, mini marketnya sudah ada, barang-barang tersebut akan dipindahkan ke mini market.

Menurut Tagi, barang-barang kebutuhan masyarakat yang disalurkan pemerintah melalui Dinkop UKM sementara ditampung di mes staf karena mini market belum ada. Mini market belum ada karena Dinkop UKM mengalokasikan pembangunan mini market dan bantuan barang dalam tahun anggaran ini. Barang kebutuhan masyarakat sudah diantar sebelum mini marketnya belum ada.

Ketika menyinggung sebarannya, Tagi menjelaskan, karena ini bantuan pemerintah melalui mini market sehingga akan dijual dengan harga yang sangat terjangkau oleh masyarakat. 

Kepala Distrik mengurai, barang bantuan pemerintah akan memberikan kemudahan kepada masyarakat di kampung-kampung punya usaha mikro seperti kios-kios kecil dengan membeli barang di minii market dengan harga yang tidak selisih dengan harga beli awal. Paling banter, warga yang punya usaha kios diberikan harga jual keuntungan mini market hanya Rp 1.000 dari harga beli di Nabire. Sementara kepada masyarakat agak berbeda, agak lebih dari harga jual kepada pelaku di kampung agar kebutuhan masyarakat ada di dekat mereka.

Ia mencontoh, rokok surya besar misalnya, di Nabire Rp 28.000, di mini market Rp 29.000. Harga di kios dari masyarakat di kampung Rp 32.000. Harga roko surya Rp 29.000 ini kepada pemilik kios di kampung tetapi masyarakat lain tetap Rp 32.000 supaya harga di mini market sama dengan harga di kios di kampung.

“Masyarakat mau datang beli ke mini market juga harganya sama dengan harga di kios di kampung. Harga sama supaya mini market juga ada untung sedikit dan kios di kampung juga untung, sehingga kios dari masyarakat juga berkembang untuk menghidupkan ekonomi di kampung,” urainya.

Tagi menilai dengan pola seperti ini, akan membantu mendekatkan barang kebutuhannya lebih dekat dengan harga yang terjangkau. Pelaku ekonomi di kampung khususnya pemilik usaha kios juga berkembang sehingga akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di kampung dan Ditrik Sukikai Selatan pada umumnya. (ans)


suroso  Kamis, 23 Nopember 2023 23:29
Setelah Pemilu 2024 Apakah Akan Banyak Caleg Yang Masuk Rumah Sakit Jiwa
Dunia oh dunia, mungkin itu yang banyak dibahas oleh banyak Guru dan Ustadz ketika mengisi materi baik pembelajaran dikelas ataupun ketika dimajelis. Dunia memang terkenal sangat hijau, kenapa dibilang sangat hijau? Dikarenakan dunia itu sangat nikmat dan sangat menggiurkan bagi para manusia yang mengejar kenikmatan dunia.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan