Home Nabire Kajian Ilmiah Pers, Abdul Munib: Bahasa dan Logika Jurnalis

Kajian Ilmiah Pers, Abdul Munib: Bahasa dan Logika Jurnalis

suroso  Senin, 12 Februari 2024 22:7 WIT
Kajian Ilmiah Pers, Abdul Munib: Bahasa dan Logika Jurnalis

NABIRE - Hari kedua kajian ilmiah pers yang ditangani langsung oleh Abdul Munib, selaku Penanggung Jawab Media Papuapos Nabire, yang membahas tentang bahasa pers dan logika jurnalis, pada Minggu pagi (11/02/2024).


Kegiatan diikuti oleh 20 wartawan Papuapos Nabire, itu pada hari pertama dimulai dengan membahas definisi pers. “Definisi pers sangat penting untuk diketahui oleh wartawan, agar seorang jurnalis mengetahui hakikat pers itu apa?,” ujar Abdul Munib.


Dikatakan olehnya, pers itu adalah tindakan interprestasi terhadap fakta realitas berupa peristiwa dan masalah, baik realitas fisika ataupun realitas metafisika.
Menurutnya, tidak ada kebenaran mutlak, yang ada adalah upaya sedekat mungkin mendekati kebenaran, sehingga secara verifikasi berita terbaik adalah Cover BoothSide. Artinya memiliki banyak sumber atau banyak sisi.


Ibarat atlet sepakbola, Boaz Salossa adalah seorang ahli sepakbola. setiap orang bisa mendendang bola tapi tidak semua orang bisa menjadi pesepakbola profesional seperti Boaz salosa. Artis penyanyi Ari Lasso ahli dalam bidang bernyanyi, semua orang bisa bernyanyi tapi tidak semua orang bisa menjadi penyanyi profesional sepertinya.


Ketua tim kajian PWI pusat untuk menambahkan, begitupun seorang wartawan dia harus menjadi ahli dalam interpretasi. Seorang wartawan, harus bertumpuh pada niat baik atau independensi munculnya masalah dari sebuah berita katanya, kebanyakan disebabkan oleh faktor tiadanya independensi. “Misalnya seorang wartawan punya niat menyerang orang dengan berita, itu yang dinamakan penghakiman oleh pers atau trial by the press.
Karena independensi adanya di hati, maka pribadi seorang wartawan sangatlah menentukan,” ujarnya.


Paparnya, pers nasional harus mengacu kepada teori disposisi pers, yakni tidak mengacu kepada asas dualisme yang berakhir pada menduanya idealis dan realis seperti di barat.
“Kenapa pers nasional harus mengacu kepada teori disposisi pers, karena bangsa kita menganut kepada Ketuhanan yang Maha Esa yang ada didalam Pancasila, sila pertama itu murni sebagai entitas metafisika, sehingga pers nasional kita tidak menduakan fisika dan metafisika, itulah yang dinamakan di posisi pers,” imbuhnya.(amd)

suroso  Kamis, 23 Nopember 2023 23:29
Setelah Pemilu 2024 Apakah Akan Banyak Caleg Yang Masuk Rumah Sakit Jiwa
Dunia oh dunia, mungkin itu yang banyak dibahas oleh banyak Guru dan Ustadz ketika mengisi materi baik pembelajaran dikelas ataupun ketika dimajelis. Dunia memang terkenal sangat hijau, kenapa dibilang sangat hijau? Dikarenakan dunia itu sangat nikmat dan sangat menggiurkan bagi para manusia yang mengejar kenikmatan dunia.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan