Home Nabire Kajian Ilmiah Pers (27) Features: Berkaca pada Cermin Kemanusiaan

Kajian Ilmiah Pers (27) Features: Berkaca pada Cermin Kemanusiaan

suroso  Selasa, 2 April 2024 22:47 WIT
Kajian Ilmiah Pers (27) Features: Berkaca pada Cermin Kemanusiaan

NABIRE - Tentang tulisan features, telah diturunkan serial kelima sekarang ini, yakni Berkaca pada Cermin Kemanusiaan. Empat seri sebelumnya diturunkan agar seorang wartawan dapat menulis features dengan baik. Dapat menulis features untuk medianya, sebagai tulisan-tulisan bermutu sebagai bahan pendidikan. Sebagaimana salah satu fungsi pers, selain menyampaikan informasi dan hiburan bagi masyarakat.


Pengaruh era pers digital yang tidak memiliki deadline, setiap wartawan berlomba kecepatan. Sehingga dalam suasana persaingan kecepatan ini hampir semua jenis tulisan pers digital terdiri dari tulisan spotnews atau berita singkat. Sedangkan berita yang membutuhkan kegiatan lebih seperti untuk tulisan features semakin jarang dibuat.


Menulis features termasuk tulisan tentang profile seorang tokoh yang hendak kita tulis. Apakah dia tokoh politik, tokoh birokrasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pengusaha, tokoh profesi, tokoh pekerja kebersihan kota, maupun tokoh disegala bidang. Setiap orang bisa ditulis profil karena sedikit banyak ia punya eksistensi, punya kisah, punya harapan atau punya peran sekecil apapun dalam masyarakat. Tulisan features mengapresiasi semua dimensi kemanusiaan dan seluruh relasinya.


Dunia paralel manusia adalah jabatan atau profesi apapun dia dalam masyarakat, tak mempengaruhi untuk layak tidak dibuat tulisan profil. Dimensi taqwalah yang menjadi neraca timbangan buat seorang manusia, apakah ia pada level bawah atau pada level atas pencapaian perjalanan jiwanya. Itupun hanya Tuhan yang layak menilainya. Landasan pers adalah masyarakat demokratis. Bahkan tak mungkin pers yang bermakna anggapan umum itu ada tanpa demkorasi. Di negara diktator atau totalitarian, pers hanya alat bantu untuk menyebarkan doktrin dan dogma semata.


Menurut, Abdul Munib, pada saat pers digital mengalami kesulitan untuk mempertahankan harga diri pada kemandirian ekonominya, tulisan yang menziarahi kemanusiaan akan memberikan apresiasi balik. Tulisan features tentang lingkungan sang wartawan dan masyarakatnya bagaimana mempertahankan diri untuki survive. Memperbanyak tulisan features untuk hadirnya sosok filsuf bangsa yang hadir di tengah-tengah masyarakat memberi solusi fisika dan solusi metafisika.


Tulisan features tentang manusia Bangsa Indonesia yang dimulai dari sejarah perjalanan sejak dulu, hingga kini. Tulisan features akan memperkaya imajinasi kita tentang bangsa kita.


Oleh karenanya, mentradisikan menulis features, kata Munib, merupakan jalan mengasah kemanusiaan seorang wartawan. Dan merayakan kemanusiaan bersama pembacanya. Ada pepatah bijak; sekiranya kita tidak seagama, kita masih bersama dalam kemanusiaan.


Demikian seri yang kelima tentang tulisan features ini, menutup serangkaian pemahaman tentang menulis features. Kadang dalam pola bertutur seperti mendongeng. Kadang seperti gumam yang dicatat secara liris. Atau tulisan yang melukis alam sekaligus jiwa pada kedalaman. Tulisan features dapat dikatakan identik dengan makna yang tersimpan secara semantik maupun hermeneutik pada kata penghayatan.


Ketika jiwa seorang wartawan membaca yang tersurat dan yang tersirat, lalu menuliskannya dalam sebuah tarian musik orkestra kosmos dalam jiwanya.(amd)

suroso  Rabu, 15 Mei 2024 16:13
REKRUITMEN POLITIK DI TANAH PAPUA
Tentu kita semua ketahui bersama bahwa Rekruitmen Politik untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah. Untuk Papua tentu harus mendasari dengan ketentuan Pasal 28 ayat 3 dan 4 UU No 21 tahun 2001 jo UU No 2 tahun 2021 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan