Home Nabire Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan dalam Berbangsa

Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan dalam Berbangsa

suroso  Minggu, 26 Mei 2024 21:33 WIT
Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan dalam Berbangsa

NABIRE - Perayaan Hari Raya Waisak yang ke 2568TB berlangsung dengan khidmat dengan mengusung tema tahun ini, yakni "Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan dalam Berbangsa", berlokasi di Vihara SP 3, pada Kamis (23/05/2024) kemarin.


Proses perayaan berlangsung berjalan dengan sangat baik dan lancar, mulai dari tahapan-tahapan perayaannya seperti Pradaksina, istilah ini secara khusus lebih merujuk kepada jalur lintasan ritual pada ajaran Buddha, Pradaksina dilakukan dengan mengelilingi stupa, pohon Bodhi, atau Pratima Buddha sebanyak tiga kali, lalu setelah itu satu persatu memasuki ruangan untuk memberikan sesembahan, seperti dupa, bunga, buah-buah dan berlanjut seperti menyanyi dan ritual lainnya.


Edy selaku Ketua Yayasan Wihara yang terletak di SP3, dalam pesan-pesannya dibawakan di Hari Raya Waisak tentang berdampingan, keharmonisan serta berbangsa dan dilandasi dengan Pancasila.


"Kami dari Sangha Agung Indonesia selalu mengedepankan keharmonisan dengan tema keharmonisan merupakan pedoman hidup berdampingan dalam berbangsa selayaknya kita memang sudah sadari negara kita Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dengan keharmonisan dapat mewujudkan apa yang menjadi dasar dari Pancasila, semua memang berdasarkan keharmonisan sehingga bisa melahirkan toleransi saling menghormati sehingga semua agama suku, bangsa dapat hidup dengan harmonis," kata Ketua Yayasan Wihara.


Lanjutnya, kira pesan-pesan Waisak tahun ini sangat mengena untuk kita dalam berbangsa dan bernegara. Tahun ke tahun tiap agama di Indonesia tentunya harus saling menjalin keharmonisan dan menghormati sesama umat beragama. Terkhusus umat Buddha dikunjung oleh umat Kristen dan Hindu, sebaliknya begitu umat Buddha saling bertoleransi dengan agama lainnya.


"Tiap tahun menjelang Waisak kami dikunjungi oleh agama dari umat Kristen, Hindu dan kebetulan tempat ibadah mereka juga saling berdekatan jadi kita saling mengunjungi dan juga kalau Nyepi kita mengunjungi dan ini menjadi tradisi yang sangat baik dalam menjalin keharmonisan saling menghormati antar umat beragama masing-masing," pungkasnya.(edi)

suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan