Home Nabire Kajian Ilmiah Pers (32) In Depth : Pola Logika Induksi dan Pola Spesialis

Kajian Ilmiah Pers (32) In Depth : Pola Logika Induksi dan Pola Spesialis

suroso  Minggu, 26 Mei 2024 21:35 WIT
Kajian Ilmiah Pers (32) In Depth : Pola Logika Induksi dan Pola Spesialis

NABIRE - Seorang wartawan harus memiliki dasar ilmu logika karena menulis berita pondasinya adalah berpikir. Dalam ilmu logika pola berpikir dari  hal universal ke partikular (dari kulli ke zuj'i) disebut logika induksi. Pola berpikir logika jenis ini yang diterapkan dalam berita, yakni dengan diterapkannya enam pertanyaan yang di kenal dengan 5W dan 1H. Corak logika Indukai menuju kepada informasi atau proposisi yang khusus atau spesial.

Berbeda dengan berita tajuk dan artikel Ilmiah, atau cerpen dan Cerbung dalam medium media cetak dulu, kesemuanya bercorak logika Deduksi. Yakni pola logika yang berangkat dari hal partikukar ke arah universal (dari zuj'i ke kulli).

Tidak setiap air yang dipanaskan akan mendidih di suhu 100 derajat Celsius. Karena suhu udara dingin dan panas disekitar, atau topografi pegunungan dan pantai, bisa membuat titik di didih air tidak sama. Namun ilmuwan membuat rata-rata dengan pola logika deduktif, hasilnya membuat proposisi : air mendidih di suhu 100 derajat Celsius. Ini contoh cara kerja pola logika deduksi. Kalau di media pola ini digunakan menulis artikel dan tajuk.

In Depth masih tergolong berita kronika yang terikat oleh waktu dan ruang (pertanyaan kapan dan dimana). Oleh karena itu In Depth termasuk dalam pola logika Induksi, Dalam logika induksi tujuan yang dicari adalah menemukan kekhususan atau kondisi spesial.

 Misalkan ada Ikan Hiu Gurano Bintang di Nabire yang akrab dengan nelayan bagan di perairan Kwatisore. In Depth akan mencari tahu, padanan fenomena seperti ini terjadi dimana saja di dunia ini. Oo ternyata di perairan Gorontalo juga ada fenomena seperti ini. Jenis ikannya sama Gurano Bintang. Jika fenomena alamiah ini ditemukan seluruh aspek kausalitasnya, maka ditemukan terminologi baru tentang hubungan manusia dan ikan. Sehingga dapat dilakukan melalui rekayasa di tempat mana saja yang lingkungannya sesuai.

Demikian lah In Depth berjalan berdasarkan logika induksi,  mencari sisi sebanyak mungkin dari suatu tema berita yang menarik dan penting untuk publik. In Depth harus terbiasa digunakan oleh seorang wartawan, melalui tulisan berseri atau blow up satu kesatuan khusus. Platform media digital di layar hape, hanya memungkinkan tulisan serial untuk In Depth.

Menurut, Abdul Munib, seorang wartawan di era media digital harus melatih diri menulis In Depth dengan memahami dasar-dasarnya, agar tidak keliru dengan berita Investigasi atau berita features. Pada dasarnya berita In Depth akan dinyatakan berhasil jika seorang wartawan dapat mengkonstruksi sebuah tema berita dalam pelbagai sisi-sisinya yang terkait. Sehingga seorang pembaca akan diajak menyelami sebuah berita yang kaya dengan verifikasi.

Dikatakannya, bahwa In Depth melatih seorang wartawan menyelam ke kedalaman realitas. Tentu saja dibutuhkan tekad yang kuat untuk melatih diri yang terus menerus. (amd)

suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan