Home Papua Tengah PPT Kerjasama PLN, Wujudkan Papua Tengah Terang

PPT Kerjasama PLN, Wujudkan Papua Tengah Terang

suroso  Rabu, 29 Mei 2024 22:43 WIT
PPT Kerjasama PLN, Wujudkan Papua Tengah Terang

NABIRE - Dalam rangka mewujudkan program Papua Tengah terang, Pemerintah Provinsi Papua Tengah (PPT) menggelar Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT. PLN (Persero). Adapun PKS tersebut dilakukan untuk mensejahterakan masyarakat kurang mampu.


Perjanjian kerjasama tersebut dilaksanakan langsung Pj Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.sos.,MM dan GM PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Budiono serta disaksikan Pj Sekda Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan SDM Provinsi Papua Tengah, Frets James Boray, dan Manajer PT. PLN (Persero) UP3 Nabire, Parmonangan Andreas Sitorus, Selasa (28/5/2024) sore.


Ribka Haluk dalam kesempatan itu menerangkan, ada 10 program prioritas yang ditetapkannya di Provinsi Papua Tengah salah satunya Papua Tengah terang. Dimana isi dalam MoU bersama PLN, yakni penyambungan baru jaringan PLN, penyambungan baru jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan subsidi pembayaran token listrik gratis.


"Khusus untuk PLN kita hari ini menggelar PKS, dimana Dinas Tenaga Kerja dan SDM Provinsi Papua Tengah telah menganggarkan subsidi token listrik gratis bagi masyarakat yang kurang mampu dan diperuntukkan khusus bagi masyarakat asli Papua," jelasnya.


Khusus token listrik gratis kepada masyarakat, lanjut Pj Gubenur Papua Tengah, salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendukung program pemerintah pusat pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstream 0 persen 2024.


"Program token listrik gratis ini semua bersumber dari APBD provinsi. Harapannya kedepan melalui program ini semua daerah di Papua Tengah bisa terang, tentu ini merupakan pekerjaan besar, namun secara perlahan kami yakin ke depan rumah-rumah masyarakat bisa terang," tandasnya.


Ribka Haluk menegaskan dengan Papua Tengah terang dipastikan kesejahteraan masyarakat akan meningkat, sebab pemerintahan, perekonomian, UMKM, pendidikan dan aktivitas rumah tangga membutuhkan listrik.


"Saat ini listrik merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat, aktivitas apapun membutuhkan listrik, bahkan membuat masyarakat sehat diperlukan aliran listrik. Kita berharap kita bisa membuat Papua Tengah ini terang, bukan hanya di Nabire melainkan di seluruh daerah di Papua Tengah," tegasnya.


Sementara itu, Budiono mengungkapkan PKS ini merupakan hal yang pertama kali terjadi, dalam hal sinergi PLN dengan pemerintah daerah, bagaimana bersama-sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


"PKS ini merupakan hasil sinergitas menyatukan niat baik yang sama antara Pemprov Papua Tengah dengan PLN, yaitu agar masyarakat di pelosok kampung/desa dapat menikmati manfaat adanya listrik, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat OAP di Papua Tengah," jelasnya.


Ia menambahkan, setelah PKS ini pihaknya akan melakukan pendataan daerah dan masyarakat yang mana saja layak mendapatkan subsisi token listrik gratis. "Setelah ini kita akan bersama-sama menginventarisir siapa dan dimana saja masyarakat yang mendapatkan manfaat," ungkapnya.


Dengan adanya DOB ini, lanjutnya, PLN juga akan memperbesar jaringannya, yang tadinya hanya dua unit pengelolanya saat ini sudah ada enam unit. Kini di setiap provinsi yang baru sudah ada yang mengelola listrik pedesaan sendiri.


"Kini yang mengelola listrik pedesaan di Papua Tengah sudah ada, sehingga kami menjadi lebih fokus lagi untuk melistrikin seluruh masyarakat yang ada di Papua Tengah ini," imbuhnya.


Ia menambahkan untuk sistem kelistrikan khusus di Nabire, saat ini sudah lebih dengan daya mampu 40 MW, dengan beban puncaknya 25 MW dan masih ada 15 MW cadangan. Sedangkan kebutuhan untuk pusat perkantoran 5 MW, sehingga  masih ada 10 MW cadangan.


"Cadangkan ini akan kita gunakan untuk melihat perkembangan kebutuhan masyarakat di Nabire selanjutnya pasca DOB. Khusus untuk perkantoran kedepan, kami akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Kalibumi, sehingga listrik pusat pemerintahan akan bersumber dari green energi. Jadi pusat pemerintahan yang akan bersumber dari green energi ini yang akan pertama kali terjadi," tutupnya.(rob)

suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan