Home Paniai Dinas PU Paniai Dorong Perbup Standarisasi Besarnya Gantirugi.

Dinas PU Paniai Dorong Perbup Standarisasi Besarnya Gantirugi.

suroso  Sabtu, 17 September 2016 0:48 WIT
Dinas PU Paniai Dorong Perbup Standarisasi Besarnya Gantirugi.
Selama ini tidak ada standar harga gantirugi untuk kebun dan tanaman lainnya akibat pembuatan jalan, ada daerah yang mmasyarakat meminta gantirugi gantirugi terlalu tinggi tetapi ada juga dibawah dari itu, sehingga karena itu perlu ada titik temu untuk menghasilkan angka yang wajar dalam rangka itu kami perlu mendengar pendapat masyarakat, sebelum kami mendorong ditetapkan dalam Peraturan Bupati, demikian disampaikan, Ketua Tim Sosialisasi Penentuan gantirugi hak masyarakat berbasis kesepakatan di Paniai,, Deki Gobay,SH, (16/9) dalam pertemuan dengan Masyarakat Distrik Bibida di Aula SD YPPK Kugapat ganti, Distrik Bibida. Pertemuan dihadiri oleh Kepala Dinas PU Paniai, Heri G Saflembolo, ST,MT sebagai Penanggung jawab Tim, Kepala Suku Moni, Yosep Zonggonau, masyarakat bibida serta beberapa kontraktor.   Lebih lanjut, Deki Gobai yang juga Ketua Asosiasi Kepala Distrik Kabupaten Paniai menambahkan, selama ini ada anggapan dari masyarakat bahwa kepala distrik, kepala kampong makan banyak uang dari kontraktor padahal tidak benar, oleh karena itu hal ini harus kami lakukan, supaya ada patokan yang tegas dan jelas supaya masyarakat juga mengetahui nilainya, karena itu kami mulai dengan mendengarkan suara atau pendapat dari masyarakat lebih dahulu, tegas, Deki. Ditempat yang sama, Kepala Distrik Topiyai, Beni Degey,SKM yang juga salahsatu anggota Tim, mengatakan, pembangunan jalan ini penting bagi masyarakat karena itu masyarakat harus mendukung pemerintah yang sedang membangun jalan, dengan cara tidak menuntut ganti rugi yang berlebihan, kami mulai sosialisasi ini dari Bibida karena kami anggap masyarakat bibida sudah paham dan mengerti bahwa pembangunan jalan ini penting bagi masyarakat, Salahsatu peserta pertemuan, Serilus Magai, menyampaikan penghargaan kepada Pemda Paniai dalam hal ini Bupati Paniai, Hengki Kayame, SH,MH yang mulai menjangkau kampung-kampung dengan pembangunan jalan, ``Saya dulu naik taksi ke bibida tetapi untuk sampai kerumah saya saya harus lewati pecek yang padat, tetapi sekarang sudah ada jalan sehingga saya bisa naik mobil sampai didepan rumah saya, karena itu saya dukung langkah ini untuk buat standar harga supaya jangan memberatkan kontraktor tetapi juga bisa penuhi hak dari masyararakat, tutup Magai.   Dalam pertemuan itu, Yosep Zonggonau, Wakil Ketua Dewan Adat Paniai menyatakan, masyarakat bibida juga mendukung langkah Dinas PU Paniai untuk membuat standarisasi gantirugi hak masyarakat dalam pembuatan jalan di Paniai  dan masyarakat juga sepakat untuk tidak menuntut hak ulayat dan garapan dalam pembangunan jalan di Paniai dan masyarakat bibida juga mengharapkan agar masyarakat paniai yang lainnya juga mendukung hal ini. (ppn)
suroso  Rabu, 15 Mei 2024 16:13
REKRUITMEN POLITIK DI TANAH PAPUA
Tentu kita semua ketahui bersama bahwa Rekruitmen Politik untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah. Untuk Papua tentu harus mendasari dengan ketentuan Pasal 28 ayat 3 dan 4 UU No 21 tahun 2001 jo UU No 2 tahun 2021 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan