Home Papua JPU Bacakan Tuntutan Dua Tapol Anti Rasisme Papua di PN Balikpapan, Ini Kata Natalius Pigai

JPU Bacakan Tuntutan Dua Tapol Anti Rasisme Papua di PN Balikpapan, Ini Kata Natalius Pigai

suroso  Kamis, 4 Juni 2020 11:31 WIT
JPU Bacakan Tuntutan Dua Tapol Anti Rasisme Papua di PN Balikpapan, Ini Kata Natalius Pigai

 NABIRE- Di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur Jakasa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan tehadap 2 dari 7 Tapol Aktivis Anti Rasisme Papua di Pengadilan Negeri Balikpapan Kalimantan Timur, Selasa (2/6/20) waktu setempat. Masing-masing dalam tuntutan JPU. Irwanus Uropmabin dituntut 5 tahun penjara sedangkan Buktar Tabuni 17 Tahun penjara.

Lantaran itu, disikapi Aktivis Kemanusiaan dan Korban Rasisme, Natalius Pigai Sudah saatnya rakyat Papua untuk bersatu melawan rasisme terhadap Afrika Diaspora di Papua Melanesia. Saya mau tegaskan kepada Presiden Jokowi, Jaksa dan Hakim bahwa mereka adalah korban rasisme yang melakukan perlawanan terhadap anti rasialisme,tandas Pigai dalam keterangan pers yang diterima Wartawan Via Chat WhatsApp, Selasa (2/6/20).

Pigai meminta, Tuntutan Jaksa harus ditinjau kembali, sebab menurut Pigai, tuntutan JPU tersebut justru Negara menjustifikasi rasialisme dan Papua phobia. Ini sudah tidak adil. Injustice, maka sekali lagi saya tegaskan saatnya rakyat Papua untuk bersatu melawan rasisme terhadap Afrika Diaspora di Papua Melanesia,tandas pigai Sebab Pigai menilai,  Keadilan itu tidak berlaku di dalam hukumnya penguasa. Betapapun mereka menebar senyum dan kata yang manis dalam bingkai pancasila, bhineka tunggak ika. (eby)

suroso  Selasa, 30 Agustus 2022 23:28
Papua Dalam Permainan Sio (Persio) Penuh Korban
*) Oleh : Anton Agapa (TOA)
suroso  Minggu, 18 September 2022 23:25
Apakah Minum Obat Kusta Gejala Makin Berat?
*) Oleh : dr. Suspina Pasande

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan