Home Nabire Awal Covid-19 Masuk Nabire, Masyaraat Bikin Palang Sekarang Bikin ?

Awal Covid-19 Masuk Nabire, Masyaraat Bikin Palang Sekarang Bikin ?

suroso  Rabu, 16 September 2020 6:0 WIT
Awal Covid-19 Masuk Nabire, Masyaraat Bikin Palang Sekarang Bikin ?

NABIRE - Awal Covid-19 atau Virus Corona Disease 2019 masuk Kabupaten Nabire terlihat di semua sudut kota Nabire hingga distrik dan kampung yang bisa dijangkau dengan kendaraan darat, dipalang oleh masyarakat agar tidak ada orang baru atau tak berpentingan masuk. Dan hingga kini tercatat sesuai data yang dihimpun Papuapos Nabire edisi 14 September 2020 telah dicatat ada 4 orang masyarakat yang meninggal karena virus corona, sedangkan jumlah kasus virus Corona terus naik dan meningkat sangat tajam.

Sementara dari data yang dihimpun media ini, pada awal kasus Covid-19, terlihat disana–sini masyarakat sangat rajin membuat palang (portal) bahwa ada masyarakat yang diberikan tugas untuk menjaga palang di waktu siang tetapi juga di malam hari. Namun pada saat pandemi ini meningkat dengan tajam bahkan sudah merengut 4 nyawa, kita tidak lihat lagi aktifitas masyarakat untuk buat palang di jalur-jalur masyarakat atau gang-gang lagi, sehingga sangat pantas ditanya awal masuk Covid-19 kita bikin palang dan sekarang jumalh pasien Covid-19 meningkat kita bikin apa ka?.

Demikian tutur salah seorang warga Nabire saat berdiskusi dengan wartawan media ini, Senin (14/9) seraya menambahkan, bagaimana bisa jumlah pasien Covid-19 di Nabire bisa berkurang, sementara pintu masuk seperti Bandara dibuka, pintu laut dari kabupaten tetangga tidak dijaga dan juga pintu jalur darat Nabire - Manokwari juga lancar terus. Untuk itu, diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Nabire bersama Tim Gugus Covid-19 harus kembali duduk bersama dan melakukan kajian lagi soal meningkatnya jumlah pasien Covid yang begitu tajam, apakah? dari masyarakat yang sudah ada di Nabire atau kah dari masyarakat yang datangnya dari luar Nabire agar jelas bagi kita semua.  Sebab, kita telah lihat banyak masyarakat yang juga melawan imbauan pemerintah soal protokol kesehatan, tetapi juga banyak masyarakat yang patut cuci tangan dan pakai masker.

Sementara itu kita hanya bisa lihat di kantor dan sekolah serta klinik dan bank yang diwajibkan cuci tangan dan pakai masker, tetapi di pasar, terminal, kios, toko, supermaker dan warung makan serta tempat–tempat rekreasi tidak lagi terlihat ada tempat cuci tangan dan orang pakai masker. Sehingga dengan melihat catatan–catatan tersebut diatas, marilah kita duduk bersama dan buat kajian kembali agar kita bisa mengetahui dari mana datangnya atau masuknya Covid-19, karena dari data yang ada terlihat jelas corona meningkat tajam.(des)

suroso  Selasa, 30 Agustus 2022 23:28
Papua Dalam Permainan Sio (Persio) Penuh Korban
*) Oleh : Anton Agapa (TOA)
suroso  Minggu, 18 September 2022 23:25
Apakah Minum Obat Kusta Gejala Makin Berat?
*) Oleh : dr. Suspina Pasande

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan