Home Pemda Dogiyai Bupati Dogiyai : Sumpah dan Janji Jabatan Harus Menjadi Pegangan

Bupati Dogiyai : Sumpah dan Janji Jabatan Harus Menjadi Pegangan

suroso  Selasa, 3 Agustus 2021 6:58 WIT
 Bupati Dogiyai : Sumpah dan Janji Jabatan Harus Menjadi Pegangan

DOGIYAI - Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa meminta agar para kepala kampung selalu pegang sumpah dan janji jabatannya dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya di masing-masing kampung.

“Kalian sudah membacakan sumpah jabatan dan pakta integritas saat dilantik tadi merupakan janji di hadapan Tuhan dan alam sehingga harus melayani masyarakat dengan hati dan sungguh-sungguh,” kata Bupati Dogiyai dalam sambutannya saat melantik 73 kepala kampung hasil Pilkakkam serentak Kabupaten Dogiyai, di aula GKI Kigmi Tanah Papua, Jumat (30/7/21).

Dikatakan Bupati Dogiyai, sumpah dan janji jabatan mesti dipegang teguh terutama tertib administrasi dalam hal pengelolaan keuangan, pelayanan, pemberdayaan dan pembangunan kampung.

“Bapa-bapa sebagai pemimpin, maka harus bertindak seadil-adilnya sesuai dengan sumpah yang baru saja kalian ucapkan," tegasnya lagi.

Untuk menjalankan pelayanan, bupati minta untuk Kakam bersihkan kantor (balai) kampung yang hingga kini belum terawat dengan baik agar difungsikan kembali.

Ditegaskan bupati, tidak lagi kendor atau miskoordinasi antara kepala kampung dan kepala distrik. Tapi harus berkoordinasi agar proses pemibinaan, pelayanan dapat bersinergi. 

“Apapun persoalan yang terjadi kepala kampung yang tanggung jawab, akan tetapi kalau tidak bisa diselesaikan oleh kepala kampung bawa ke kepala distrik bukan langsung ke bupati atau wakil bupati,” tandasnya mengingatkan.

Selain itu ditegaskan bupati, tertib adminitrasi dalam hal pengelolaan keuangan kampung menjadi syarat mutlak, agar kesejahteraan masyarakat kampung dapat tercapai.

“Dana kampung yang nilainya milyaran akan datang ke kampung itu mohon digunakan sesuai aturan dan sebaik-baiknya, agar kesejahteraan dapat terwujud” pinta bupati.

Mengangkat aparat kampung merupakan tanggungjawab penuh dari kepala kampong. Karena itu bupati berharap untuk mengangkat aparat kampung sesuai kemampuan dan secara adil termasuk mantan rival saat pencalonan harus dirangkul.

“Ingat merangkul semua dalam mengangkat aparat kampung termasuk kepada mantan rival saat pencalonan, dengan begitu dapat menciptakan suasana yang harmonis,” tutur bupati.

Untuk menjaga Kamtibmas, bupati meminta kepada para kepala kampung untuk membuat peraturan kampung tentang larangan edarkan minuman beralkohol dan mengkonsumsi alkohol. 

“Saya meminta kepada seluruh kepala kampung bahwa mohon jaga siapapun menjual dan meminum minuman keras dan meminta Kepala DPMK memandu buat peraturan kampung untuk pelarangan penjualan dan mengkonsumsi miras di setiap kampung,” tegasnya. (eby)

suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan