Home Berita Pilkada Masyarakat Nabire Tolak PSU/PSUU

Masyarakat Nabire Tolak PSU/PSUU

suroso  Senin, 23 Agustus 2021 8:17 WIT
Masyarakat Nabire Tolak PSU/PSUU

NABIRE – Masyarakat Nabire yakni masyarakat pesisir, kepulauan dan anak perintis pembangunan Kabupaten Nabire menyatakan menolak untuk diadakan lagi Pemungutan Suara Ulang (PSU) atau pemungutan Suara Ulang Ulang (PSUU). Karena, masyarakat sudah memilih dan menunjuk pemimpin Nabire ke depan melalui pemungutan suara pada tanggal 9 Desember 2020 dan diulang lagi pada pemungutan suara ulang (PSU), 28 Juli lalu.

Masyarakat Nabire juga sudah jenuh dengan PSU, dan masyarakat juga meminta jangan masyarakat Nabire dijadikan korban politik oleh oknum yang ingin merusak tatanan kehidupan yang selama ini berjalan aman, damai dan sejahtera. Pemerintah dan wakil rakyat diminta untuk membantu rakyat kecil di daerah ini.   

Aksi penolakan tersebut disampaikan masyarakat pesisir, kepulauan dan anak perintis pembangunan Nabire lewat pernyataan sikap yang disampaikan terbuka kepada umum di Pantai Nabire, Jumat (20/8).

Dalam pernyataan sikap Masyarakat Pesisir dan Kepulauan Kabupaten Nabire menyatakan sikap pernyataan ini dibuat karena berlarut-larutnya proses Pilkada Nabire sejak 9 Desember 2020 hingga saat ini belum terealisir dengan baik karena ketidakiklasan kandidat paslon yang kalah dalam pesta demokrasi, terkurasnya konsentrasi masyarakat, pemerintah dan stakeholder lainnya sehingga berakibat lumpuhnya pelayanan pemerintah, perekonomian dan pembangunan di Kabupaten Nabire, pembiayaan proses politik (demokrasi)lebih besar dari biaya pembangunan daerah Kabupaten nabire sehingga menyedot anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Nabire dan terjadinya perang opini publik yang berpotensi menciptakan konflik sosial di daerah ini.

Dengan berdasar beberapa hal di atas, masyarakat dalam pernyataan sikap meminta kepada DPRD kabupaten Nabire untuk tidak lagi menganggarkan biaya politik dalam tahun anggaran berjalan mengingat telah dua kali APBD Kabupaten Nabire dipakai untuk membiayai Pilkada Kabuoaten Nabire, Penjabat Bupati Nabire diminta untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai caretaker Bupati Kabupaten Nabire sebagaimana yang diamanatkan di dalam undang undang dan peraturan yang berlaku, dan meminta kepada aparat keamanan untuk tetap berpedoman pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam mengamankan amar putusan MK.

Pernyataan sikap maskarat pesisir, kepulauan dan anak perintis  pembangunan Nabire ini diperkuat dengan penandatangan dukungan di atas kain sepajang 30 meter. 

Koordinator Aksi, Hendrik Andoi mengatakan pernyataan sikap bersama dukungan masyarakat di atas kain sepanjang 30 meter tersebut, di Nabire tidak akan demo ke DPRD, sebagai wakil rakyat, cukup disampaikan terbuka kepada publik.

Tetapi untuk kelanjutannya, Andoi mengatakan sikap pernyataan dan dukungan warga di atas kain 30 meter, buktinya akan dikirim ke pihak yang berkepentingan seperti KPU-Bawaslu Peovinsi Papua, KPU-Bawaslu RI, TNI/Polri, dan Mahkamah Konstitusi (MK) RI agar diketahui. (ans)

suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Selasa, 7 Desember 2021 8:1
Pentingnya Data Dalam Proses Pembangunan Daerah
DATA menjadi bagian terpenting dalam kehidupan sehari-hari. Dari adanya data, seseorang dapat mengetahui beberapa informasi yang diinginkan. Seperti halnya dalam proses melaksanakan pembangunan. Pembangunan akan berjalan baik apabila didasari dengan ketersediaan data yang benar dan up-to-date. Data sendiri memiliki artian yakni sekumpulan informasi dari suatu hal yang diperoleh melalui pengamatan atau juga pencarian kesumber-sumber tertentu.

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Suara dari Kedalaman Jiwa
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan