Home Artikel Kejujuran, Kepintaran Dan Pendidikan

Kejujuran, Kepintaran Dan Pendidikan

suroso  Selasa, 14 September 2021 10:46 WIT
Kejujuran, Kepintaran Dan Pendidikan

*) Oleh : Prof. Dr. H. Imam Suprayogo 

Kedua hal yang disebutkan didalam tulisan judul ini yaitu kejujuran dan kepintaran adalah sama-sama penting dan seharusnya ada pada diri setiap orang.Manakala semua orang itu jujur dan pintar maka kehidupan di dunia akan aman,damai,dan sejahtera.Terbatasnya jumlah orang jujur,menjadikan kehidupan tidak mudah dijalani.Resiko lainnya,biaya penyelenggaraan pemerintahan menjadi mahal. Namun pada kenyataannya ada dimana-mana ada saja orang yang berwatak tidak jujur.Bahkan keadaannya semakin tidak sederhana,yaitu ada orang jujur tetapi tidak pintar,dan sebaliknya,ada orang pintar tetapi tidak jujur.

Atau ada juga orang yang tidak jujur sekaligus juga tidak pintar.Orang jujur tapi tidak pintar juga tidak terlalu menguntungkan bagi kehidupan sosialnya.Mereka tidak mampu kebaikannya kepada orang lain,dan bahkan terhadap dirinya sendiri sekalipun.Orang seperti itu karena kejujurannya,disebut sebagai orang baik. Jika orang baik itu sekaligus juga pintar,maka dia akan mampu memberikan kebaikannya kepada diri sendiri dan bahkan kepada orang lain.

Namun karena ketidak pintarannya itu,ia tidak bisa berbuat banyak.Akibatnya yang bersangkutan disebut sebagai orang baik yang tidak mampu berbagi kebaikannya.Orang jujur tapi tidak pintar maka tidak banyak memberikan manfaat kepada sesama.Ada pun yang berbahaya adalah orang pintar yang tidak jujur.Berbekalkan kepintarannya, ia bias menduduki posisi penting di tengah masyarakat,dan berhasil menjadikan banyak orang kagum,memiliki berbagai ide cemerlang,dan seterusnya.Namun oleh karena tidak mampu berbuat jujur,maka apa yang dilakukan pada akhirnya selalu merugikan orang lain. 

Akalnya yang cerdas digunakan untuk mengkali dan atau melakukan akal-akalan.Kepintaran orang yang tidak jujur sebenarnya masih bisa dimanfaatkan asalkan yang bersangkutan diposisikan pada suatu sistem yang tidak mungkin yang melakukan kecurangan. Sebaliknya,jika orang seperti itu diberi peluang bekerja pada sistem yang tidak jelas,maka ia akan mengembangkan sifat ketidak jujurannya seluas luasnya.Akibat adanya orang tidak jujur itu,semuanya menjadi berantakan.

Oleh karena itu,jika masih ada pilihan,sepintar apapun seseorang yang tidak jujur seharusnya dihindari.Orang seperti itu akan sangat berbahaya. Bangsa dan Negara kita ini tidak segera maju dan selalu kaya masalah,adalah oleh karena banyak orang yang tidak jujur.Akibatnya uang, Negara banyak dikorupsi atau diselewengkan. Kekayaan Sumber Daya Alam dimanipulasi dan atau dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Birokrasi menjadi boros.Selain itu, banyak orang sakit hati hingga terjadi saling curiga mencurigai, dendam hasut menghasut, permusuhan, konflik,dan saling menjatuhkan. Akhirnya kehidupan menjadi tidak tenteram dan tidak damai.Semua itu sebenarnya merupakan buah dari banyak orang pintar tapi tidak jujur. Pendidikan diharpkan berhasil menjadi orang pintar dan sekaligus jujur.

Akan tetapi pada kenyataannya,semakin pintar seseorang,maka tidak sedikit yang justru semakin tidak mudah dipercaya.Hal demikian itu menjadi terasa aneh,orang pintar ternyata tidak selalu jujur. Dalam banyak perbincangan,diseduit bahwa orang jujur akan lebih mudah ditemukan dikalangan anak kecil atau dari orang desa.Mereka itu biasa disebut lugu atau dalam arti lainya adalah jujur.Ungkapan itu secara tidak langsung dapat dimaknai bahwa seseorang dengan bertambahnya usia dan juga semakin tinggi taraf pendidikannya ternyata berpotensi menjadi semakin tidak jujur.Ironis sekali,pendidikan tidak selalu menghasilkan orang yang pasti bisa dipercaya. Manakala gambaran tersebut ternyata benar,maka sesungguhnya ada sesuatu yang salah dari penyelenggaraanpendidikan yang selama ini dijalankan.Disadari atau tidak,lembaga pendidikan dengan demikian ikut andil dalam menumbuh-kembangkan sifat hidup tidak jujur.

Tegasnya,potensi tidak jujur,ternyata juga berkembang dilembaga pendidikan,.Mungkin saja hal itu tumbuh dari pembelajaran dan penyelenggaraan yang diberikan oknum, guru/ dosen perlakukan kepada siswa yang dirasakan tidak adil,pelaksanan ujian atau juga mungkin pembiasaan terhadap siswa/Mahasiswi budaya lingkungan lembaga pendidikan,sekalipun tidak disengaja melahirkan watak tidak jujur itu. Seharusnya melalui guru,kurikulum,lingkungan,dan berbagai jenis mata pelajaran,lembaga pendidikan mampu melahirkan kesadaran terhadap pentinya kejujuran.

Berbagai jenis pelajaran disekolah maupun menjalankan seharusnya berhasil membuahkan pemahaman tentang diri para siswa dan masyarakat umum sebagai ciptaan Tuhan. Mempelajari mata pelajaran tersebut tersebut tidak cukup hanya dimaksudkan agar kelak lulus ujian,dan memperoleh ijazah, agar suatu kelak dapat dipuji oleh publik tetapi yang justru lebih penting adalah membangun kesadaran tentang keberadaan dirinya sendiri itu. Kesadaran eksistensi itulah seharusnya berhasil dibangun melalui berbagai jenis lembaga pendidikan.

Memang tidak semua lembaga pendidikan gagal dalam mengantarkan para lulusannya,menjadi orang jujur.Banyak orang pintar dan juga sekaligus jujur merupakan hasil dari lembaga pendidikan.Akan tetapi,sudah bukan rahasia lagi,bahwa pelaku korup dan bentuk penyimpangan lainnya banyak dilakukan oleh tokoh atau pejabat lulusan lembaga pendidikan dan birograsi.Perbuatan tidak jujur sebenarnya tumbuh dari orang yang tidak mengerti tentang dirinya sendiri,yaitu tentang asal mulanya,amanah yang seharusnya dilakukan dalam menjalani kehidupan ini,dan juga orang yang tidak mengetahui bahwa setelah kehidupan didunia masih ada kehidupan berikutnya di akherat kelak. ***

suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Selasa, 7 Desember 2021 8:1
Pentingnya Data Dalam Proses Pembangunan Daerah
DATA menjadi bagian terpenting dalam kehidupan sehari-hari. Dari adanya data, seseorang dapat mengetahui beberapa informasi yang diinginkan. Seperti halnya dalam proses melaksanakan pembangunan. Pembangunan akan berjalan baik apabila didasari dengan ketersediaan data yang benar dan up-to-date. Data sendiri memiliki artian yakni sekumpulan informasi dari suatu hal yang diperoleh melalui pengamatan atau juga pencarian kesumber-sumber tertentu.

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Suara dari Kedalaman Jiwa
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan