Home Pemda Dogiyai Siaran Pers Bupati Dogiyai Terkait Tuduhan, Fitnahan Dan Berita Bohong Yang Diproduksi Dan Disebarkan Oleh Wakil Bupati Dogiyai Oskar Makai, Sh

Siaran Pers Bupati Dogiyai Terkait Tuduhan, Fitnahan Dan Berita Bohong Yang Diproduksi Dan Disebarkan Oleh Wakil Bupati Dogiyai Oskar Makai, Sh

suroso  Senin, 4 Oktober 2021 16:56 WIT
Siaran Pers Bupati Dogiyai Terkait Tuduhan, Fitnahan Dan Berita Bohong Yang Diproduksi Dan Disebarkan Oleh Wakil Bupati Dogiyai Oskar Makai, Sh

Pada kesempatan ini, saya Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, S.IP, M.IP hendak memberikan tanggapan atas sejumlah tuduhan, fitnahan dan berita bohong yang diproduksi dan disebarkan oleh Wakil Bupati Dogiyai, Oskar Makai, SH berkali-kali melalui media massa, media sosial maupun secara lisan terhadap saya selaku Bupati Dogiyai maupun terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan proses pembangunan di Kabupaten Dogiyai. Namun, sebelum saya memberikan tanggapan, terlebih dahulu saya perlu menyampaikan beberapa hal yang menjadi pertimbangan dan alasan saya memilih dan memutuskan untuk menyampaikan klasirikasi melalui siaran pers ini sebagai berikut.

1. Wakil Bupati Dogiyai, Oskar Makai, SH selama ini sudah berkali-kali memproduksi dan menyebarkan tuduhan, fitnahan dan berita bohong melalui media massa, media sosial maupun secara lisan mengenai saya selaku Bupati Dogiyai maupun mengenai penyelenggaraan pemerintahan dan proses pembangunan di Kabupaten Dogiyai. 

2. Selama ini saya memilih diam dan tak menanggapi semua tuduhan, fitnahan dan berita bohong yang diproduksi dan disebarkan oleh Oskar Makai, SH, karena saya berharap dia sendiri sadar dengan semua tindakan buruk dan busuknya itu. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, dia semakin membabi-buta dan semakin gemar memproduksi dan menyebarkan tuduhan, fitnahan dan berita bohong. Karena itu, setelah melalui proses perenungan dan melalui saran dari sejumlah pihak, saya memutuskan untuk menanggapi semua tuduhan, fitnahan dan berita bohong yang diproduksi dan disebarkannya.

3. Hal lain yang menjadi pertimbangan saya menanggapi semua tuduhan, fitnahan dan berita bohong yang diproduksi dan disebarkan oleh Oskar Makai, SH adalah karena “kebohongan yang didiamkan dan tidak diklarifikasi akan dipercayai sebagai kebenaran”. Selama ini karena saya diam dan tidak menanggapinya, maka sebagian orang mempercayai tuduhan, fitnahan dan berita bohong yang diproduksi dan disebarkan oleh Oskar Makai, SH. Dan hal itu kemudian berpotensi menciptakan penyesatan, provokasi, dan ketidakharmonisan hidup dalam hidup bermasyarakat dan berpemerintahan di Kabupaten Dogiyai.

4. Saya juga merasa perlu melakukan klarifikasi secara terbuka, karena hal ini menyangkut nama baik, harga diri dan wibawa saya sebagai manusia dan pejabat publik yang dilecehkan sesuka hati oleh Oskar Makai, SH. Saya harus membela nama baik, harga diri dan wibawa saya.

5. Karena kebenaran harus ditegakkan dan siapapun tidak boleh tunduk pada kebohongan, siapapun tidal boleh melecehkan nama baik, harga diri dan wibawa orang lain, dan agar semua pihak tidak disesatkan dengan tuduhan, fitnahan dan berita bohong yang diproduksi dan disebarkan oleh Oskar Makai, SH, maka saya akan menyampaikan klarifikasi secara rasional dan obyektif, tanpa menambah atau mengurangi apapun dari kebenaran yang sesungguhnya.

Selanjutnya saya akan menyampaikan tanggapan atas beberapa tuduhan, fitnahan dan berita bohong yang diproduksi dan disebarkan oleh Oskar Makai, SH.

1. Oskar Makai, SH menyampaikan saya tidak masuk kantor dan tidak bekerja. Yang sesunggunya adalah justru dialah yang sangat jarang masuk kantor dan tidak bekerja sebagai Wakil Bupati Dogiyai. Dia tidak menetap di Kabupaten Dogiyai, tetapi menetap di Kabupaten Nabire. Dia tidak punya rumah di Kabupaten Dogiyai, hanya punya rumah di Kabupaten Nabire. Rumah yang disediakan oleh pemerintah di Kabupaten Dogiyai justru tidak ditempatinya, dengan alasan ingin sewa rumah sendiri. Tetapi uang sewa rumah yang dianggarkan oleh pemerintah justru dilahapnya habis. Sekalipun dia ke Dogiyai, itupun hanya untuk mengurus uang dan proyek, bukan untuk melakukan tugas kedinasan sebagai Wakil Bupati Dogiyai. Orientasi berpikir dan bekerja hanya semata-mata untuk mengejar proyek dan mencari uang. 

2. Oskar Makai, SH meminta dan menuntut untuk membagi kewenangan dan membagi wilayah kerja. Kewenangan yang diminta adalah terkait semua kewenangan yang dimiliki oleh Bupati, setenganya diserahkan kepada Wakil Bupati. Pembagian kerja yang diminta adalah segala urusan pemerintahan dan pembangunan yang berkaitan dengan orang dan wilayah Mapia diserahkan sepenuhnya kepadanya. Permintaan dan tuntutan yang demikian ini sesungguhnya menunjukkan tingkat kualitas dirinya. Rupanya dia tidak paham atau mungkin pura-pura tidak paham terkait dengan proses penyelenggaraan pemerintahan, terutama mengenai status jabatan, tugas, fungsi, hak dan wewenang yang dimiliki oleh Bupati dan Wakil Bupati. Dia merupakan Wakil Bupati tetapi ingin tampil seperti Bupati dan ingin diperlakukan sebagai Bupati. Dengan meminta dan menuntut pembagian wilayah kerja, dia ingin tampil seolah-olah sebagai Bupati untuk wilayah Mapia dan ingin menjadikan saya sebagai Bupati hanya di wilayah Kamu. Dengan cara ini dia ingin menciptakan perpecahan antara orang Kamuu dan Mapia di Kabupaten Dogiyai. Yang menjadi pertanyaan, apakah orang ini pernah berpendidikan dan belajar? Apakah orang ini paham tata cara berpemerintahan? Apakah orang ini paham aturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan?

3. Oskar Makai, SH selalu punya pola pikir yang negatif mengenai keuangan. Setiap pengelolaan keuangan selalu dicurigai. Bupati dicurigai, Sekretaris Daerah dicurigai, para Asisten dicurigai, para Kepala OPD dan pejabat dibawahnya pun selalu dicurigai sebagai pihak yang makan uang. Dia pun selalu meminta-minta uang kepada semua OPD dengan jumlah yang dia tentukan sendiri. Dia sering menciptakan masalah tertentu agar ada dana yang dianggarkan untuk membiayai penyelesaikan masalah itu, sehingga dia bisa memperoleh uang dari kegiatan itu dengan jumlah uang ditentukannya sendiri. Berkali-kali dia melakukan pungutan liar uang dari pegawai negeri tertentu dengan janji diberi jabatan, pungutan liar uang dari para calon kepala kampung tertentu dengan janji dilantik jadi kepala kampung, pungutan liar uang dari para pencari kerja dengan janji akan diangkat menjadi CPNS dan PNS, pungutan liar uang dari para kontraktor dengan janji akan diberi pekerjaan/proyek, dan berbagai pungutan liar uang lainnya. Intinya, apapun yang dipikirkan dan dilakukannya ujung-ujungnya agar dia bisa mendaptkan uang. 

4. Oskar Makai, SH berkali-kali mengangkat pejabat pada jabatan tertentu dengan catatan yang ditulis dalam bentuk “memo”, padahal yang berhak dan berwenang mengangkat dan memberhentikan pejabat adalah Bupati. Wakil Bupati tidak punya hak dan wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan pejabat. Pejabat yang diangkat dengan memonya ini tidak dapat melaksanakan tugas pada jabatan yang diberikan karena tidak punya legalitas atau ilegal. Mengenai hal ini, sekali lagi yang menjadi pertanyaan adalah, apakah orang ini pernah berpendidikan dan belajar? Apakah orang ini paham tata cara berpemerintahan? Apakah orang ini paham aturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan?

5. Oskar Makai, SH meminta agar dana COVID-19 dan dana Pinjaman Bank diaudit. Berkaitan dengan hal ini perlu saya sampaikan sebagai berikut. Pertama, dia pernah meminta dana COVID-19 dibagi dua dan setengahnya ingin dikelola oleh Wakil Bupati untuk menangangi COVID-19 di wilayah Mapia. Tetapi saya menolaknya dengan alasan sesuai aturan dana itu dikelolah oleh Gugus Tugas COVID-19 dan Komite COVID-19 yang dibentuk. Kedua, dia pernah meminta dana Pinjaman Bank dibagi dua, dengan maksud agar setengahnya dia kelola sendiri dan dia ingin menjadi kontraktor dengan menggunakan perusahaannya sendiri untuk mengerjakan sejumlah proyek yang dibiayai oleh dana Pinjaman Bank. Tetapi saya menolaknya. Kedua penolakan saya inilah yang membuatnya marah, sehingga dia melampiaskan dengan cara meminta dana itu diaudit. Jelas sekali, dia punya motif mencari uang dengan cara-cara seperti ini. 

6. Oskar Makai, SH bukan sekali ini saja meminta pihak penegak hukum untuk memeriksa penggunaan dana di Kabupaten Dogiyai. Sudah berkali-kali saya dilaporkan kemana-mana dengan tuduhan korupsi dana tertentu. Dia tidak sendirian dalam melakukan pelaporan. Selain dia, ada sejumlah orang yang bersekongkol dan melapor saya kemana-mana untuk menjatuhkan saya dari jabatan sebagai Bupati Dogiyai. Saya sudah tahu orang-orang yang bersekongkol ini. Mereka punya kepentingan politik yang buruk dan busuk.

7. Oskar Makai, SH selama ini saya beri keistimewaan tertentu yang tidak didapatkan oleh Wakil Bupati lain di tempat lain, tetapi semuanya itu tidak pernah dihargai, dihormati, dan diakuinya. Bahkan dia cenderung meremehkannya dan kemudian meminta dan menuntut hal-hal yang tidak rasional dan berpotensi melanggar etika dan aturan perundang-undangan. Dia mempunyai tipikal yang tidak pernah merasa puas dan ambisius yang berlebihan. 

8. Saya mempunyai sejumlah catatan yang buruk dan busuk yang lengkap mengenai sepak terjang Oskar Makai, SH sebagai Wakil Bupati Dogiyai. Tetapi untuk sementara saya batasi pada beberapa hal saja. Jika terpaksa, saya akan membongkar semua keburukan dan kebusukannya pada waktunya nanti. Saya perlu tegaskan bahwa saya, Yakobus Dumupa adalah Bupati Dogiyai. Oskar Makai, SH adalah Wakil Bupati Dogiyai. Oskar Makai, SH tidak punya hak dan wewenang apapun untuk menyamai dan melebihi Bupati Dogiyai. Bekerjalah sebagai Wakil Bupati Dogiyai. Saya pun tetap konsisten bekerja sebagai Bupati Dogiyai.

Akhir dari klarifikasi ini, saya memberikan waktu 3 x 24 jam terhitung hari Minggu, 3 Oktober 2021, kepada Oskar Makai, SH untuk mencabut segala tuduhan, fitnahan dan berita bohong yang diproduksi dan disebarkannya dan meminta maaf melalui media massa, media sosial dan secara lisan. Jika dalam kurun waktu 3 x 24 jam tidak mencabut segala tuduhan, fitnahan dan berita bohong yang diproduksi dan disebarkannya dan jika tidak meminta maaf, maka saya anggap masalah ini belum selesai dan saya akan menolak segala bentuk penyelesaian masalah ini yang difasilitasi oleh pihak manapun. Selanjutnya, demi kebenaran dan demi membela nama naik, wibawa dan harga diri saya, maka saya sendiri akan memilih dan menentukan cara penyelesaian masalah ini dengan cara-cara yang saya nilai tepat sesuai dengan tingkat perbuatan Oskar Makai, SH.


Mowanemani, 3 Oktober 2021

Bupati Dogiyai,

YAKOBUS DUMUPA, S.IP, M.IP

suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
*) Oleh Agustinus KegiyePada Jumat 3 September 2021, saya bersama 24 Guru sempat berdialog tentang Dogiyai Bahagia. Diskusi kami tentang mak

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Suara dari Kedalaman Jiwa
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan