Home Pemda Dogiyai Wabup Dogiyai Klarifikasi Perseteruan Dengan Bupati

Wabup Dogiyai Klarifikasi Perseteruan Dengan Bupati

suroso  Selasa, 5 Oktober 2021 18:30 WIT
Wabup Dogiyai Klarifikasi Perseteruan Dengan Bupati

NABIRE – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Dogiyai, Oskar Makai klarifikasi perseteruannya dengan Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa melalui media sosial, baik itu oleh Oskar Makai melalui media masa maupun Bupati Dumupa melalui media online.

Klarifikasi tersebut dilakukan Wabup Oskar Makai menindaklanjuti kesepakatan bersama saat pertemuan antara Bupati Dumupa-Wabup Oskar Makai yang dimediasi Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suanarya bersama Dandim 1705 Nabire, Letkol Inf A Juanda Pardosi, Senin (4/10) pagi di ruang kerja Kapolres Nabire.

Wabup Oskar mengklarifikasi pernyataan Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa yang menuduhnya telah memproduksi dan menyebarkan informasi bohong, fitnahan dan tuduhan kepada Bupati Dumupa dan penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Dogiyai seperti yang disiarkan melalui Youtube pribadi, media online Odiyaiwu.com dan media online detikpapua.com.

Wabup Oskar Makai saat klarifikasi melalui wartawan di Nabire, Senin (4/10/21) malam mengatakan pernyataan Bupati Yakobus Dumupa tersebut merespon pernyataan mengenai pengelolaan dana Covid-19 dan dana pinjaman Bank Papua yang diduga pengelolaannya kurang transparan yang disampaikan sebelumnya. Sebelum mengklarifikasi pernyataan Bupati, Oskar menyampaikan alasannya untuk meminta audit pengelolaan pengelolaan keuangan di Dogiyai terutama pengelolaan dana pinjaman Bank Papua dan dana Covid-19 karena semua dikendalikan dan dikelola Bupati tanpa koordinasi dengan Oskar sebagai Wakil Bupati. Pernyataan di media itu terpaksa disampaikan kepada publik karena sulit menemui Bupati dan jarang koordinasi mengenai urusan penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan keuangan dengan Oskar Makai sebagai Wakil Bupati Dogiyai.

Menurut Oskar, mengklarifikasi pernyataan Bupati Dumupa lewat media sosial karena sebagian pernyataan dan informasi yang disampaikan Bupati tidak benar, informasi bohong, fitnahan dan menyesatkan publik. Oleh karena itu, Oskar mengklarifikasi, mengoreksi dan meluruskan berita tidak benar dan bohong yang diproduksi dan disebarluaskan melalui media untuk menjaga harga diri dan nama baik Oskar sebagai pribadi dan sebagai pejabat publik.

Oskar Makai kepada wartawan mengatakan bermaksud menanggapi dan mengklarfikasi secara jujur, objektif pernyataan Bupati Dumupa. Wabup Oskar dituduh tidak bekerja dan berkantor di Moanemani ibu kota Kabupaten Dogiyai tidak benar, karena Oskar tinggal dan menetap di Moanemani dan aktif menjalankan tugas kedinasannya selaku Wakil Bupati Dogiyai. Oskar juga menyatakan tidak benar dikatakan tidak menempati rumah dinas yang disediakan pemerintah karena ingin menggunkan uang sewa rumah. Tetapi yang benar adalah rumah Dinas Wakil Bupati ditempati mantan Sekda Kabupaten Dogiyai dan hingga saat ini barang-barangnya masih ada di dalam rumah.

Oskar juga menjelaskan, dituduh meminta dan menuntut untuk membagi kewenangan dan membagi wilayah kerja, terutama menyangkut urusan pembangunan di wilayah Mapia adalah tidak benar. Yang benar adalah meminta Bupati untuk meningkatkan koordinasi kerja antara Bupati dan Wakil Bupati, pimpinan OPD, DPRD sebagai bagian dari unsur penyelenggara pemerintahan daerah guna meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah Kabupaten Dogiyai, pelayanan publik dan pemberdayaan terhadap masyarakat guna terwujudnya cita-cita Dogiyai Bahagia. Okar juga menyatakan tidak pernah meminta pendelegasian semua kewenangan penyelenggaraan pemerintahan di wilayah Mapia tetapi meminta pelimpahan sebagian kewenangan Bupati kepada Wakil Bupati guna meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan Dogiyai yang baik, efektif dan efisien.

Wabup Dogiyai ini juga menyatakan tidak berpikir negatif mengenai pengelolaan keuangan di Dogiyai dan tidak pernah mencurigai dan menuduh kepada pimpinan OPD di Dogiyai bahwa mereka telah merampok uang, juga tidak pernah meminta kepada pimpinan OPD, justru dirinya mendorong pengelolaan yang baik, efektif dan transparan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Oskar juga menyatakan tidak pernah menciptakan masalah dan tidak memanfaatkan masalah itu untuk menguntungkan diri pribadi. Sebaliknya proaktif tampil di depan, berada di tengah rakyat untuk menyelesaikan beragam persoalan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai seperti masalah penembakan, kecelakaan lalu lintas yang berimbas konflik etnis, masalah kebakaran dan kematian warga sipil, menerima dan menangani masalah demonstrasi yang menolak ujaran rasis, penolakan Otsus Papua jilid II dan penolakan kehadiran Polres di Dogiyai. “Saya atasi masalah agar tidak terjadi malasalah lebih berat,” jelasnya.

Oskar juga mengklarifikasi tidak pernah mengangkat pejabat pada jabatan tertentu dengan cara memberikan memo dan saya tidak berwenang untuk melakukan itu karena tidak ada pendelegasian kepada Wakil Bupati. “Kalau saya memo pasti sampaikan di BKD di tolak,” tuturnya.

Wabup menyatakan tidak pernah meminta kepada Bupati untuk mengelola dana Covid -19 dan dana pijaman Bank Papua karena dirinya memahami auturan pengelolaan dana Covid-19 dan dana pinjaman, Oskar tidak mengetahuinya karena tidak dilibatkan dalam proses dan penggunaan dana tersebut.

Oskar mengakui benar pernah menyampaikan kepada media masa mengenai dugaan ketidakterbukaan dalam pengelolaan dana Covid-19dan dana pinjaman Bank Papua dan meminta kepada Tipikor untuk mengauditnya. Pernyataan tersebut jika tidak berkenan di hati Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, Oskar menarik pernyataan tersebut dan memohon untuk dimaafkan.

Sejumlah klarifikasi tersebut dibuat di Kigamani, 4 Oktober 2021. (ans)

suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
*) Oleh Agustinus KegiyePada Jumat 3 September 2021, saya bersama 24 Guru sempat berdialog tentang Dogiyai Bahagia. Diskusi kami tentang mak

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Suara dari Kedalaman Jiwa
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan