Home Opini Papua Pelopor PON Kebangsaan

Papua Pelopor PON Kebangsaan

suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 11:6 WIT
Papua Pelopor PON Kebangsaan

Begitu terdengar PON XX akan diselenggarakan di Papua banyak yang underestimit.  Bisa kah ? Pertanyaan itu yang selalu terlintas. Bahkan hingga di tahun-tahun terakhir masih banyak yang bekum yakin. Atau kalau toh jadi hasilnya akan hanya asal-asalan. 

Pendapat yang meragukan itu pupus sudah setelah melihat Pembukaan PON Papua oleh  Presiden Joko Widodo,  menuai acungan jempol bahkan dari nitizen luar negeri. Komentar tim tamu baik para atlet maupun ofisial kontingen menyatakan Papua oke banget. Mereka seperti sejenak melupakan penatnya pandemi di daerah masing-masing.  Seakan lupa pertandingan bahkan. Asyik ke tempat-tempat wisata keren menghiasi instragram masing-masing. Mereka asyik dengan alam Papua dan masyarakat Papua. 

Kenapa gagasan PON Papua yang terkesan nekat ini berhasil menjadi kenyataan ? Tentu ada jalan ceritanya tersendiri.  Pertama adalah merubah mainset orang-orang Jakarta dengan mengusung tema PON Kebangsaan. 

Bahwa bukan infrastruktur terlebih dahulu baru bisa jadi tuan rumah PON,  melainkan tetapkan dulu tujuannya baru infrastruktur mengikuti dari belakang. Ini ide awalnya. Membalik mainset pusat. Mau sampai kapan bisa jadi Tuan Rumah PON kalau infrastrukturnya nunggu lengkap terlebih dahulu. Tidak setiap provinsi sekaya DKI Jakarta APBD-nya. 

Di era Sukarno tiga PON digilir,  Solo Jawa Tengah, lalu Medan Sumatera dan Makassar Sulawesi. Di era Orde Baru PON selalu di Jawa,  Surabaya dan DKI. Baru era Reformasi bergeser ke provinsi luar Jawa yang kaya APBD-nya : Palembang,  Kaltim dan Riau. 

PON Papua adalah titik balik bagi provinsi lain yang selama ini hanya jadi kontingen tamu dalam perhelatan PON,  untuk mengajukan menjadi tuan rumah. Aceh mengikuti yang sudah dimulai oleh Papua. 

Ide PON Kebangsaan sudah disambut dengan serta-merta oleh provinsi-provinsi yang selama ini hanya jadi peran kontingen tamu. Mereka lah yang pertama memberi dukukangan suara kepada Papua. 

PON Kebangsaan yang berpihak kepada provinsi tertinggal,  hendaknya mengakhiri hegemoni provinsi maju yang sudah berulang kali jadi tuan rumah PON. Kesempatan kedepan secara bergilir diberikan kepada provinsi yang belum sempat merasakan bagaimana menjadi tuan rumah. Ini, seperti dikatakan Gubernur Lukas Enembe dalam sambutannya,  untuk merakit dan merekatkan rasa berbangsa dalam kebhinekaan yang adil. 

Selain mengusung tema baru PON Kebangsaan dalam teklen Torang Bisa yang menginspirasi provinsi tertinggal lainnya,  PON Papua menempuh jalur regulasi. Papua meloby presiden untuk dibuatkan payung hukum Inpres. Dengan payung hukum itulah,  

merubah mainset lama bahwa pendanaan PON seluruhnya harus ditanggung provinsi tuan rumah. Cara ini jadi metode baru bagi provinsi dengan APBD miskin yang ingin jadi tuan rumah PON. 

Bukan itu saja,  mengundang partisipasi kementerian untuk ikut ambil bagian dalam perhelatan besar olahraga pun dilakukan.  Gubernur Papua keliling mengetuk pintu puluhan kantor kementerian untuk urun partisipasi,  mengambil bagian dalam PON ini. Maka PON Papua adalah PON yang dihadiri menteri terbanyak. 

PON Papua juga membuat terobosan baru dengan membuat Sub PB PON.  Ini kebijakan yang unik,  karena biasanya orang Indonesia pada umumnya tidak mau membagi anggaran yang sudah ada di tangannya. Jadi bupati dan walikota jadi tuan rumah PON mini di wilayahnya. 

Torang Bisa. Wa wa wa

Abdul Munib

Penjab SIWO PWI Pusat

suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
*) Oleh Agustinus KegiyePada Jumat 3 September 2021, saya bersama 24 Guru sempat berdialog tentang Dogiyai Bahagia. Diskusi kami tentang mak

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Suara dari Kedalaman Jiwa
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan