Home Pemda Dogiyai Bupati Dogiyai Bantu 800 Juta Tahbisan Imam Baru

Bupati Dogiyai Bantu 800 Juta Tahbisan Imam Baru

suroso  Selasa, 12 Oktober 2021 20:26 WIT
Bupati Dogiyai Bantu 800 Juta Tahbisan Imam Baru

DOGIYAI - Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa menyerahkan bantuan kepada Panitia Tahbisan Imam Baru Diakon Silvester Dogomo Pr dan Silvester Bobii Pr yang akan ditahbiskan di Paroki Santo Petrus Mauwa, Dekanat Kamuu-Mapia (Kamapi), Keuskupan Timika. Bantuan tersebut untuk membantu kelancaran kerja panitia dan umat serta warga menyukseskan acara tahbisan imam baru.

“Baru saja saya serahkan bantuan untuk panitia tahbisan imam baru, diakon Silvester Dogomo dan Silvester Bobii yang akan ditahbiskan di Paroki Mauwa. Saat ini panitia dan umat mempersiapkan acara tahbisan. Saya serahkan langsung 800 juta rupiah kepada panitia di hadapan umat di Paroki Mauwa,” kata Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa kepada Papuapos Nabire, Minggu (10/10/21).

Dikatakan Dumupa, jumlah itu akan dibagi dalam dua bagian sesuai peruntukan. Bantuan sebesar 500 juta rupiah untuk membantu kerja panitia dan umat untuk kelancaran acara tahbisan. Lalu 300 juta rupiah untuk diakon Silvester Dogomo dan diakon Silvester Bobii yang merupakan putra asli Papua.

Bupati Dumupa mengatakan, bantuan itu juga sebagai wujud komitmen Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Dogiyai di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Oskar Makai sejak keduanya diberi amanah memimpin Dogiyai, kabupaten bertabur intelektual di wilayah adat Meepago.

“Selama ini kami memberikan perhatian serius di bidang keagamaan. Perhatian itu merupakan wujud komitmen kami dalam masa pemerintahan saya bersama Pak Oskar Makai. Kami juga memberi bantuan untuk para hamba Tuhan sebagai bentuk penghargaan kepada mereka melayani umat dan warga. Kami juga membantu pembangunan sarana ibadah umat, termasuk kegiatan-kegiatan kerohanian seperti tahbisan imam,” kata Dumupa.

Diakon Silvester Dogomo dan diakon Silvester Bobii akan ditahbiskan di Gereja Santu Petrus Mauwa pada 14 Oktober 2021. Prosesi tahbisan dua diakon putra asli Papua itu menjadi momen penuh syukur bagi umat Katolik dan warga Dogiyai kepada Tuhan. Tahbisan imam itu sekaligus ungkapan syukur umat Katolik Keuskupan Timika kepada Tuhan atas berkat panggilan imamat suci bagi dua putra asli Papua yang akan ditahbiskan.

“Tahbisan imam baru ini merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan. Rasa syukur dan bangga tersimpan dalam hati kami sebagai pemerintah. Mari kita semua, baik pemerintah dan Gereja satukan energi positif membangun daerah dan masyarakat agar semakin sejahtera lahir dan batin,” jelasnya.

Ketua Panitia Pentahbisan Imam Baru Petrus Dogomo atas nama panitia dan umat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa dan Pemerintah Kabupaten Dogiyai atas bantuan guna kelancaran acara tahbisan dua diakon putra asli Papua.

“Tahbisan dua diakon ini adalah tahbisan pertama yang dilakukan Gereja Katolik Santo Petrus Mauwa, Dekanat Kamapi, Keuskupan Timika. Diakon ini adalah putra asli Papua yang ditahbiskan di Paroki Mauwa sejak berdiri sebagai sebuah paroki baru di Timika,” kata Petrus Dogomo. (eby)


suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan