Home Papua Tengah Pemda Paniai Garap Potensi Perikanan, Dongkrak Ekonomi Rakyat

Pemda Paniai Garap Potensi Perikanan, Dongkrak Ekonomi Rakyat

suroso  Senin, 18 Oktober 2021 11:8 WIT
Pemda Paniai Garap Potensi Perikanan, Dongkrak Ekonomi Rakyat

PANIAI - Kabupaten Paniai adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua yang diapit oleh dua danau. Danau Paniai dan Fanau Tage. Hampir 45% penduduk bermukim di pinggiran kedua danau tersebut. Sebagian warga di kedua kawasan ini menggantungkan penghasilan dari tanggkapan ikan. Tak hanya itu, ada pula warga yang memanfaat tangkap ikan dengan cara mancing di sejumlah kali yang mengalir ke Danau Paniai seperti Kali Weya, Kali Waneuwo, Kali Aga dan lainnya, serta Kali Yawaei yang mengalir ke laut selatan Papua menjadi sumber pendapatan tambahan. Ada pula warga yang mendapat penghasilan melalui budidaya ikan air tawar di kolam. Selain itu warga memanfaat rawa-rawa dan genangan air untuk tangkap ikan dikala musim hujan tiba.

Potensi lokal ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh Pemda selama 22 tahun (1996-2018) kebelakang setelah Paniai dimekarkan menjadi sebuah kabupaten dari Derah Tingkat (Dati II) Paniai sejak tahun 1996. Kendati pun demikian sejumlah jenis ikan yang ada di Danau Paniai dan Danau Tage serta Danau Tigi (Kabupaten Deiyai) saat ini diketahui jenis ikan yang telah ada sejak dahulu adalah ikan emas dan jenis udang selingku. 

Seiring waktu, memasuki tahun 1988 Pemda Daerah Tingkat (Dati) II Paniai (sebelum pemekaran Kabupaten Paniai) melepas 30.000.000 ekor bibit ikan Lele di tiga danau yakni Danau Paniai, Tigi dan Tage. Selanjutnya setelah Paniai dimekarkan menjadi sebuah daerah otonom baru (DOB) di masa pemerintahan Januarius Douw, SH tepatnya pada tahun 2000 Pemda Paniai lepas 60.000 ekor bibit ikan jenis Nila dan Mujair (Guremi) di danau Paniai, Tage dan Tigi. Sedangkan di masa pemerintahan Naftali Yogi, pada tahun 2008 Pemda lepas dua jenis bibit ikan yakni Lele Jumbo dan Gabus sebanyak 40.000  ekor di ketiga danau tersebut.

Ironisnya semua jenis yang dilepas Pemda ke dalam danau Tage tidak berkembang pesat, Bahkan hingga kini tak ada. Sedangkan di danau Paniai dan Tigi sudah berkembang pesat, sehingga di pasaran warga nelayan (petani ikan) air tawar selalu memasarkan sejumlah jenis ikan tersebut.

Mulai tahun 2019, awal masa kepemimpinan Meki Nawipa dan Oktovianus Gobai mulai merespon potensi perikanan yang belum ditata dan ditekelolah dengan baik oleh pemerintahan sebelumnya. Respon Meki dan Oktovianus memberikan agin segar bagi antero masyarakat Paniai yang mengandalkan pendapat dari hasil tangkapan ikan dan budidaya ikan di kolam. 

“Untuk saat ini kita menginventarisir potensi perikanan ini dulu, nanti tahun 2020 kita masuk untuk garap dan tata para petani ini dengan  usaha ikan air tawar dan tahun 2021 kita memberikan suntikan modal usaha,” ujar Bupati Paniai Meki Nawipa saat dirinya bertatap muka langsung dengan  petani ikan air tawar, 16  maret 2019 silam.

Sebab menurut Meki, inventarisir potensi tersebut sangat penting bagi Pemda menjadikan data awal dalam mengemas sterategi guna melahirkan program program kongrit  untuk mendukung dan mendorong petani (warga) yang benar-benar sumber pendapatan dari hasil tanggap ikan di danau, kali, sungai, rawa dan warga yang berbudidaya ikan dikolam-kolam.

Akhir tahun 2019, pemda Paniai berhasil mencatat potensi perikanan dari budidaya kolam, dan penangkapan ikan diperairan umum seperti kali, Sungai, rawa dan genangan air dengan luas keseluruhan 5.325 Ha. Jumlah kepala keluarga (KK) yang benar-benar sekotor pendapatanya dari tangkap ikan dan budidaya kolam sebanyak 232 KK yang tersebar pada 11 distrik dari 24 distrik secara keseluruhan. Sarana budidaya kolam kotor seluas 95 Ha, dan jumlah UPR 1 unit. 

Memasuki tahun 2020 Pemda Paniai melalui instansi terkait, Dinas Perikanan kabupaten Paniai mengarap potensi perikanan dengan mendorong Petani  yang dulunya mengelolah usaha mereka apa adanya. Konon belakangan melalui sejumlah suntikan kebijakan pemda Paniai berkolaborasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua kearah usaha budidaya perikanan air tawar.

Program pemberdayaan petani ikan air tawar yang digagas dan diterapakan Pemda Paniai kini pada tahun 2021 mulai berdampak positIf  kepada 232 kepala keluarga (KK) binaan usaha budidaya perikanan air tawar. 

Bupati Paniai saat pembagian bantuan alat kerja di Dinas Perikanan Kab Paniai, 8 Desember 2020 lalu  mengatakan, untuk sentalkan budidaya usaha ikan air tawar yang mulai ditata dan digarap pemda Paniai adalah budidaya teringritasi hulu-hilir untuk menciptakan lapangan kerja bagi  232 kk guna mendongrak pendapatan mereka (warganya). 

Untuk itu, dikatakan Meki,  pemda melalui OPD terkait terus berperan mendampingi dan mendorong warga untuk mengarap potensi-potenisi perikan yang tersedia. 

“hari ini saya bagi alat kerja (parang, sekop dan lain-lain) dan bibit ikan  kalian pulang kerja, nanti tahun depan (2021) saya akan bantu modal usaha berupa suntikan dana,”janji Meki saat memberikan alat kerja dan saran penunjang lainnya kepada 232 petani perikanan binaan pemda paniai.

Bupati Paniai Meki Nawipa menepati janjinya kepada 232 petani ikan binaan Pemda Paniai melalui penyaluran suntikan modal usaha berupa bantuan bibit ikan, pakan ikan, kartu petani ikan dan bentuan insentif sebesar 7.500.000/kepala keluarga.

Penyerahan bantuan tersebut Bupati Paniai Meki Nawipa menyerahkan secara simbolis kepada tiga orang petani ikan. Di halaman kantor Dinas Perikanan kabupaten Paniai. Jumat, 8 Oktober 2021.

Pada kesempatan itu, Meki mengatakan, bantuan-bantuan tersebut diberikan merupakan cara Pemda dalam memberikan semangat juang para petani ikan guna mengembangkan usahanya, agar kelak adanya paningkatan parkapita ekonomi masyarakat di sektor perikanan.

Program ini bukan saja membuka lapangan kerja, tapi juga mengangkat martabat warga dan masyarakat paniai kembali bekerja seperti sedia kala agar ada sumber penghasilan jelas. Maka saya harap Setidaknya dari bantuan yang diberikan, para petani dapat termotivasi guna memproduksi lebih banyak lagi sumber daya ikan yang ada”pinta Meki.

Karena menurut dia, suntikan dukungan tersebut untuk membantu mengatasi persoalan keterbatasan modal dan kesempatan kerja agar warga kembali bekerja dan  memiliki penghasilan dari kerja keras. Hal itu dilakukan  melalui pengembangan budidaya perikanan darat. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Paniai Yuliana Patandianan mengatakan, bantuan insetif, bibit dan pakan ikan yang diberikan tersebut besumber dari Dana Alokasi Khusus DAK Dinas Perikanan Paniai Tahun Aanggaran 2021.

Yuli merinci, bantuan bibit ikan yang diberikan berjumlah 100 ribu lebih  berjenis Nila, Emas dan Lele Jumbo. Sementara untuk pakan ikan 75 ribu kilogram.“Untuk bibit ikan, tiap petani diberikan 430 ekor, dan untuk pakan ikan diberikan 320 kilo gram,”ujarnya.

Dikatakan Yuli, sebagai instansi teknis akan terus memprogramkan kegiatan tersebut sesuai visi misi pimpinan daerah mewujudkan Paniai Sejahtera. “Kami sedang bina keberhasilan pengembangan usaha budidaya perikanan tersbeut mendorong kemandirian masyarakat guna menanggulangi kemiskinan dan pengangguran,” katanya. (hp)


Foto : 12-10-21-Potensi Ikan

suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
*) Oleh Agustinus KegiyePada Jumat 3 September 2021, saya bersama 24 Guru sempat berdialog tentang Dogiyai Bahagia. Diskusi kami tentang mak

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Suara dari Kedalaman Jiwa
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan